TRENGGALEK JENGGELEK - Ajang teknologi terbesar dunia, CES 2026, kembali menghadirkan berbagai inovasi futuristik yang berpotensi mengubah cara manusia hidup. Dari baterai solid-state yang diklaim bisa diisi penuh hanya dalam lima menit hingga mobil tanpa setir yang melaju sendiri di jalan raya, pameran teknologi di Las Vegas ini dipenuhi terobosan yang mencuri perhatian.
Meski pameran teknologi sering dipenuhi konsep futuristik yang belum tentu menjadi produk massal, sejumlah inovasi di CES 2026 dinilai memiliki potensi nyata untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya bahkan dianggap bisa merevolusi industri energi, transportasi, hingga rumah pintar.
Salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan dalam CES 2026 adalah pengumuman baterai solid-state generasi baru yang diklaim memiliki performa jauh di atas baterai lithium-ion saat ini.
Baterai Solid-State Isi Daya 5 Menit
Perusahaan teknologi Donut Labs memperkenalkan baterai solid-state yang memiliki spesifikasi sangat ambisius. Baterai ini diklaim memiliki kepadatan energi hingga 400 Wh per kilogram, jauh di atas baterai lithium-ion konvensional yang biasanya berada di kisaran 250–300 Wh/kg.
Tak hanya itu, baterai ini juga diklaim mampu terisi penuh hanya dalam lima menit serta memiliki usia pakai hingga 100.000 siklus pengisian. Angka tersebut jauh melampaui baterai kendaraan listrik saat ini yang umumnya hanya bertahan antara 1.000 hingga 5.000 siklus.
Selain itu, baterai tersebut juga diklaim mampu beroperasi pada suhu ekstrem mulai dari -30 derajat hingga 100 derajat Celsius, yang selama ini menjadi tantangan besar bagi teknologi baterai.
Meski klaim ini memicu antusiasme, sejumlah pengamat teknologi masih menunggu verifikasi pihak ketiga karena detail kimia dan proses produksi baterai tersebut belum diungkap secara publik.
Teknologi Wireless Power Tanpa Kabel
Inovasi lain yang menarik perhatian di CES 2026 adalah teknologi wireless power yang memungkinkan perangkat rumah tangga mendapatkan energi tanpa kabel.
Salah satu contohnya adalah smart door lock yang bisa diisi daya menggunakan sinar inframerah dari sebuah base station di dalam rumah. Sistem ini memungkinkan kunci pintu pintar tetap mendapatkan pasokan energi tanpa perlu mengganti baterai secara berkala.
Selain itu, beberapa perusahaan teknologi juga mengembangkan sistem yang memanen energi dari sumber lingkungan seperti sinyal WiFi, cahaya dalam ruangan, hingga getaran suara.
Jika teknologi ini berkembang, berbagai perangkat seperti keyboard, sensor IoT, hingga mouse komputer berpotensi tidak lagi membutuhkan baterai konvensional.
Jendela Rumah yang Bisa Menjadi Peredam Suara
Masalah kebisingan di perkotaan juga menjadi fokus inovasi di CES 2026. Sebuah perusahaan teknologi memperkenalkan sistem jendela yang dapat berfungsi seperti noise-cancelling headphone.
Teknologi ini bekerja dengan cara mendeteksi getaran suara pada kaca luar jendela, lalu menciptakan getaran kebalikan pada kaca bagian dalam untuk menetralkan gelombang suara tersebut.
Dalam demonstrasi awal, sistem ini diklaim mampu mengurangi kebisingan hingga 20 desibel, sehingga sangat berguna bagi rumah atau apartemen yang berada di dekat jalan raya, bandara, atau jalur kereta.
Solusi Hemat Listrik untuk Rumah dan Kendaraan Listrik
Di sektor energi rumah tangga, sebuah perangkat sederhana bernama simple switch juga menarik perhatian pengunjung. Perangkat ini memungkinkan dua perangkat listrik berdaya besar berbagi satu jalur listrik.
Sebagai contoh, ketika mobil listrik sedang diisi daya dan pengguna menyalakan oven, sistem akan otomatis mengalihkan prioritas daya ke oven. Setelah selesai, pengisian kendaraan listrik akan dilanjutkan kembali.
Teknologi ini dinilai dapat menghemat biaya karena pemilik rumah tidak perlu melakukan upgrade instalasi listrik yang mahal.
Pengalaman Naik Mobil Tanpa Setir
Selain inovasi energi, teknologi transportasi otonom juga menjadi sorotan di CES 2026. Salah satu pengalaman yang menarik perhatian adalah taksi otonom dari perusahaan Zoox.
Kendaraan ini tidak memiliki setir maupun pedal, dan interiornya dirancang seperti ruang kecil dengan dua bangku yang saling berhadapan. Penumpang memesan kendaraan melalui aplikasi, kemudian mobil datang dan berjalan sepenuhnya tanpa pengemudi.
Menariknya, pengalaman berkendara dengan kendaraan otonom ini disebut terasa sangat normal dan bahkan hampir membosankan—yang justru menjadi tanda bahwa teknologi tersebut bekerja dengan baik.
Masa Depan Teknologi Semakin Dekat
Secara keseluruhan, CES 2026 menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak hanya tentang robot dan kecerdasan buatan, tetapi juga tentang bagaimana inovasi dapat membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih nyaman dan efisien.
Mulai dari baterai super cepat, perangkat rumah tanpa kabel, hingga mobil tanpa pengemudi, berbagai teknologi tersebut menunjukkan arah perkembangan dunia teknologi dalam beberapa tahun ke depan.
Meski sebagian inovasi masih dalam tahap awal, banyak pengamat yakin bahwa sebagian dari teknologi yang dipamerkan di CES 2026 akan segera hadir di pasar global dalam waktu dekat.
Editor : Edo Trianto