JAKARTA-Gempa Sukabumi M5,4 mengguncang wilayah Jawa Barat pada Jumat malam (13/3/2026). Getaran gempa terasa cukup luas, mulai dari wilayah Sukabumi hingga Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan sejumlah daerah lainnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Sukabumi M5,4 terjadi sekitar pukul 21.08 WIB.
Pusat gempa berada di laut sekitar 115 kilometer barat daya Kota Sukabumi dengan kedalaman 43 kilometer.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi bagian selatan.
Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
Pusat Gempa di Laut Barat Daya Sukabumi
BMKG menjelaskan bahwa gempa Sukabumi M5,4 memiliki pusat di laut lepas yang berada di barat daya wilayah Sukabumi. Kedalaman gempa tercatat 43 kilometer, yang tergolong gempa menengah.
Lokasi episenter yang berada di laut menyebabkan getaran dapat dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Barat bagian selatan.
Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi struktur tanah di beberapa daerah yang membuat getaran terasa lebih kuat.Baca Juga: Ekonomi China Melambat, Sinyal Bahaya untuk Indonesia? Target Pertumbuhan PDB Turun dan Sektor Properti Anjlok 30 PersenBMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah Jawa Barat
Di Kabupaten Sukabumi bagian selatan, getaran gempa dirasakan cukup kuat. Wilayah Cidolok dan Ciracap mencatat intensitas gempa mencapai skala IV MMI.
Pada skala ini, getaran biasanya dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan dapat menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
Selain itu, sejumlah daerah lain juga melaporkan getaran dengan intensitas yang cukup terasa, yakni pada skala III hingga IV MMI.
Wilayah tersebut antara lain Garut, Tasikmalaya, Cidahu, Cimanggu, Jampang Tengah, Kadupandak, Tegal Buleud, Cijati, dan Campaka.
Getaran juga dirasakan di wilayah Bayah, Kabupaten Bandung, hingga Kelapan Nunggal dengan intensitas sekitar III MMI.
Sementara itu, daerah Pangandaran dan Ciamis melaporkan getaran dengan intensitas II hingga III MMI. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh sebagian orang di dalam rumah dan terasa seperti truk besar yang melintas.
BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
BMKG menyampaikan bahwa informasi mengenai gempa Sukabumi M5,4 segera diteruskan kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.
Lembaga tersebut juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Selain itu, warga diminta untuk selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi setelah gempa utama.
Gempa susulan biasanya memiliki kekuatan lebih kecil, namun tetap berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggal setelah terjadi gempa. Jika ditemukan kerusakan pada struktur bangunan, warga disarankan untuk tidak langsung masuk kembali sebelum dipastikan aman.
Selain itu, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG maupun instansi pemerintah terkait.
Tidak Ada Laporan Kerusakan
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa Sukabumi M5,4 tersebut.
Namun demikian, sejumlah warga di wilayah yang merasakan getaran mengaku sempat panik ketika gempa terjadi. Beberapa di antaranya bahkan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Peristiwa gempa yang terasa hingga berbagai wilayah di Jawa Barat ini kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di wilayah rawan gempa karena terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi, mulai dari mengetahui titik evakuasi hingga mempersiapkan perlengkapan darurat.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan dampak risiko gempa bumi dapat diminimalkan jika sewaktu-waktu terjadi kembali.(*)
Editor : Adinda Putri Sefiana