TULUNGAGUNG - Gemerlap prestasi skuad Garuda di kancah internasional berbanding lurus dengan nilai kontrak para penggawanya di level klub. Memasuki tahun 2026, struktur gaji pemain Timnas Indonesia mengalami lonjakan yang sangat signifikan, terutama bagi mereka yang merumput di kompetisi elit Eropa, Amerika Serikat, hingga liga-liga papan atas Asia. Fenomena ini membuktikan bahwa kualitas talenta Indonesia kini telah memiliki nilai tawar tinggi di pasar transfer global.
Perbedaan nilai kontrak ini dipengaruhi oleh kasta kompetisi, durasi kontrak, hingga status pemain di dalam tim. Menariknya, beberapa pemain yang bermain di liga domestik seperti BRI Liga 1 ternyata memiliki pendapatan yang mampu bersaing dengan mereka yang berkarier di luar negeri. Namun, tetap saja, para pemain "abroad" yang merumput di liga top seperti Serie A Italia dan Eredivisie Belanda mendominasi daftar pemilik pendapatan tertinggi di skuad asuhan Shin Tae-yong.
Pertarungan Gaji di Sektor Penjaga Gawang
Sektor penjaga gawang menjadi salah satu posisi dengan persaingan harga yang paling menarik. Ernando Ari yang setia membela Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 menerima gaji sebesar Rp4,3 miliar per musim. Angka ini tergolong tinggi untuk ukuran pemain lokal di liga domestik. Namun, jumlah tersebut masih di bawah Maarten Paes yang kini menjadi idola baru di Major League Soccer (MLS). Bersama FC Dallas, kiper berusia 27 tahun ini menerima bayaran sekitar Rp8 miliar per musim.
Puncak daftar kiper dengan gaji pemain Timnas Indonesia termahal ditempati oleh Emil Audero Mulyadi. Kiper yang kini resmi menyandang status pemain timnas tersebut menerima gaji fantastis bersama klubnya saat ini, Palermo. Emil dikabarkan mengantongi pendapatan sekitar Rp20 miliar per tahun, jumlah yang belum termasuk bonus tahunan. Angka ini menempatkan Emil sebagai kiper dengan nilai kontrak tertinggi dalam sejarah Timnas Indonesia.
Dominasi Bek Tengah dan Kejutan dari Pratama Arhan
Di lini pertahanan, sang kapten Jay Idzes yang kini berkompetisi di Serie A Italia bersama Venezia menerima gaji sekitar Rp8 miliar per tahun atau Rp150 juta per minggu. Pendapatan ini setara dengan Sandy Walsh yang merumput di J-League Jepang bersama Yokohama Marinos. Sementara itu, pemain dengan nilai pasar termahal, Mees Hilgers dari FC Twente, menerima gaji sebesar Rp5,8 miliar, angka yang secara mengejutkan masih kalah tipis dari gelandang Persib Bandung, Marc Klok, yang menerima Rp6 miliar.
Kejutan besar datang dari posisi bek kiri. Nama Pratama Arhan yang kini membela Bangkok United dilaporkan menerima gaji mencapai Rp12 miliar per musim. Angka ini menjadikan Arhan sebagai bek kiri dengan gaji termahal di Timnas Indonesia, melampaui Calvin Verdonk di NEC Nijmegen yang menerima Rp10 miliar per musim. Di sisi lain, pemain muda Justin Hubner yang sedang meniti karier menuju tim senior Wolverhampton Wanderers menerima gaji sekitar Rp1,2 miliar per musim.
Daftar Gaji Pemain Timnas Indonesia (Estimasi Per Musim):
-
Emil Audero (Palermo): Rp20 Miliar
-
Pratama Arhan (Bangkok United): Rp12 Miliar
-
Calvin Verdonk (NEC Nijmegen): Rp10 Miliar
-
Maarten Paes (FC Dallas): Rp8 Miliar
-
Jay Idzes (Venezia): Rp8 Miliar
-
Sandy Walsh (Yokohama Marinos): Rp8 Miliar
-
Jordi Amat (JDT): Rp7 Miliar
-
Marc Klok (Persib Bandung): Rp6 Miliar
-
Mees Hilgers (FC Twente): Rp5,8 Miliar
-
Asnawi Mangkualam (Port FC): Rp5 Miliar
-
Ernando Ari (Persebaya): Rp4,3 Miliar
Kesejahteraan para pemain ini diharapkan menjadi motivasi tambahan untuk terus memberikan performa terbaik demi lambang Garuda di dada. Dengan semakin banyaknya pemain Indonesia yang berkarir di level tertinggi, nilai ekonomi sepak bola nasional diprediksi akan terus tumbuh dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Editor : Natasha Eka Safrina