Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kabar Duka ! Bambang Hartono Meninggal Dunia, Sosok di Balik Kesuksesan Djarum dan Transformasi Como 1907 ke Serie A

Muhamad Ahsanul Wildan • Rabu, 25 Maret 2026 | 14:05 WIB
Bambang Hartono meninggal dunia, meninggalkan warisan besar dari Djarum hingga Como 1907 di kancah internasional.
Bambang Hartono meninggal dunia, meninggalkan warisan besar dari Djarum hingga Como 1907 di kancah internasional.

TRENGGALEK NJENGGELEK - Kabar duka datang dari dunia bisnis nasional.

Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret pukul 13.15 waktu Singapura.

Kepergian Bambang Hartono menjadi kehilangan besar, mengingat perannya yang sangat penting dalam membangun imperium bisnis Djarum hingga dikenal di tingkat global.

Bambang Hartono meninggal dunia di usia 85 tahun. Sosok yang memiliki nama asli Oei Hui Siang ini lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939.

Ia merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan rokok Djarum yang kini menjadi salah satu raksasa industri di Indonesia.

Sebagai pewaris bisnis keluarga, Bambang Hartono bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, berhasil mengembangkan Djarum menjadi perusahaan besar.

Di bawah kepemimpinannya, produksi rokok Djarum bahkan mencapai sekitar 240 miliar batang per tahun, atau setara dengan 20 persen dari total produksi nasional.

Karier bisnis Bambang Hartono dimulai sejak muda. Ia tercatat sebagai lulusan Universitas Diponegoro pada tahun 1963.

Sejak saat itu, ia aktif mengelola bisnis keluarga yang awalnya bernama Djarum Gramophon, sebelum akhirnya berkembang pesat menjadi Djarum seperti yang dikenal saat ini.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Oppo 2 Jutaan 2026, Spek Lengkap, Kamera AI, dan Fast Charging 45W!

Ekspansi Bisnis ke Berbagai Sektor

Kesuksesan di industri rokok tidak membuat Bambang Hartono berpuas diri. Ia mulai melakukan diversifikasi usaha ke berbagai sektor, mulai dari properti, perhotelan, hingga agribisnis.

Selain itu, Grup Djarum juga dikenal sebagai investor di sejumlah perusahaan teknologi besar di Indonesia, seperti Gojek, Blibli, hingga Tiket.com.

Langkah ini menunjukkan visi bisnis Bambang Hartono yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Salah satu langkah strategis terbesar adalah ketika ia dan keluarganya mengakuisisi saham mayoritas PT Bank Central Asia (BCA).

Kepemilikan sebesar 50,24 persen menjadikan keluarga Hartono sebagai pengendali salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut.

Sukses Angkat Como 1907 ke Panggung Tertinggi

Tidak hanya di dunia bisnis, Bambang Hartono juga menunjukkan kiprahnya di dunia olahraga. Pada tahun 2019, ia mengakuisisi klub sepak bola Italia, Como 1907.

Saat diambil alih, Como masih bermain di Serie D, kasta keempat Liga Italia.

Namun, dalam waktu sekitar enam tahun, klub tersebut berhasil naik ke Serie A dan bahkan tampil kompetitif di papan atas.

Pada musim 2025/2026, Como 1907 tercatat berada di posisi keempat klasemen dengan raihan 54 poin dari 29 pertandingan.

Transformasi ini menjadi bukti kepiawaian Bambang Hartono dalam mengelola organisasi, termasuk di bidang olahraga.

Baca Juga: Rekomendasi Oppo 2 Jutaan 2026 Paling Worth It, Kamera Jernih, Baterai Jumbo, dan Awet Dipakai Bertahun-Tahun!

Kekayaan dan Warisan

Menurut data Forbes, sebelum meninggal dunia, Bambang Hartono memiliki kekayaan mencapai 17,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp296,7 triliun. Ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Warisan terbesar Bambang Hartono bukan hanya berupa kekayaan, tetapi juga sistem bisnis yang kuat serta kontribusi terhadap perkembangan ekonomi nasional.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia bisnis Indonesia.

Baca Juga: Rekomendasi Oppo 2 Jutaan 2026 Paling Worth It, Kamera Jernih, Baterai Jumbo, dan Awet Dipakai Bertahun-Tahun!

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Bambang Hartono meninggal #Djarum #orang terkaya Indonesia #BCA #Como 1907