Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Operation Epic Fury Guncang Dunia, Klaim Donald Trump: Militer Iran Luluh Lantak, Misi Hampir Selesai!

Adinda Putri Sefiana • Kamis, 2 April 2026 | 10:42 WIB
Ketegangan memuncak! Presiden AS Donald Trump klaim Operation Epic Fury sukses melumpuhkan kekuatan militer Iran, dunia pun dibuat waspada. (AI)
Ketegangan memuncak! Presiden AS Donald Trump klaim Operation Epic Fury sukses melumpuhkan kekuatan militer Iran, dunia pun dibuat waspada. (AI)

JAKARTA - Operasi militer bertajuk Operation Epic Fury yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran menjadi sorotan dunia. Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Donald Trump mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah hancur dalam waktu singkat dan misi utama hampir tercapai.

Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa dalam kurun waktu satu bulan sejak operasi dimulai, pasukan Amerika berhasil menghancurkan angkatan laut dan melumpuhkan angkatan udara Iran. Bahkan, sistem komando utama yang berada di bawah Islamic Revolutionary Guard Corps disebut telah “dihancurkan secara sistematis”.

Operasi Epic Fury dan Target Strategis

Operation Epic Fury diluncurkan dengan tujuan utama menghentikan ambisi Iran dalam mengembangkan senjata nuklir. Trump menegaskan bahwa langkah militer ini diambil setelah berbagai upaya diplomasi tidak membuahkan hasil.

Menurutnya, Iran terus berupaya membangun kekuatan nuklir dan memperluas arsenal rudal balistik yang dapat menjangkau berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat dan Eropa.

“Tujuan kami sederhana, menghentikan ancaman Iran terhadap dunia dan memastikan mereka tidak memiliki senjata nuklir,” tegas Trump.

Serangan besar-besaran juga menyasar fasilitas nuklir Iran melalui operasi bernama Operation Midnight Hammer yang melibatkan pesawat pembom siluman B-2. Trump mengklaim fasilitas tersebut telah “dihancurkan total”.

Baca Juga: Analisis Saham Perbankan Hari Ini: BBCA, BMRI, BBRI hingga BBNI Disorot, Mana yang Paling Menarik Dibeli Saat Harga Turun?

Klaim Kemenangan Cepat

Dalam pidato tersebut, Trump menyebut bahwa Iran mengalami kerugian militer yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah perang modern. Ia menyatakan bahwa hampir seluruh kekuatan tempur Iran telah dilumpuhkan hanya dalam hitungan minggu.

Selain itu, kemampuan Iran dalam meluncurkan drone dan rudal juga disebut menurun drastis. Banyak fasilitas produksi senjata dan peluncur roket yang dihancurkan oleh serangan udara Amerika. Trump bahkan menyebut bahwa Iran kini “bukan lagi ancaman besar” seperti sebelumnya.

Dampak Global dan Kenaikan Harga Energi

Meski operasi ini disebut sukses secara militer, dampaknya terasa secara global. Salah satu efek langsung adalah kenaikan harga bahan bakar dunia akibat gangguan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah. 

Trump menuding Iran sebagai penyebab lonjakan harga tersebut, karena melakukan serangan terhadap kapal tanker minyak di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Namun, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak terlalu terdampak karena telah mencapai kemandirian energi. Bahkan, AS kini menjadi produsen minyak dan gas terbesar di dunia.

Dukungan Sekutu dan Situasi Timur Tengah

Dalam pernyataannya, Trump juga mengapresiasi dukungan negara-negara sekutu di Timur Tengah seperti Israel, Arab Saudi, hingga Uni Emirat Arab. Ia menegaskan bahwa Amerika akan tetap melindungi kepentingan sekutu di kawasan tersebut dan memastikan stabilitas regional tetap terjaga.

Baca Juga: Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie Ingatkan Bahaya Rupiah Rp17.000: Jika Tembus Rp22.000, Indonesia Bisa “Selesai

Meski demikian, situasi politik di Iran disebut mengalami perubahan signifikan. Trump mengklaim bahwa sebagian besar pemimpin lama telah tewas, dan kini muncul kelompok baru yang dinilai lebih moderat.

Ancaman Lanjutan Jika Tak Ada Kesepakatan

Meski menyebut misi hampir selesai, Trump memperingatkan bahwa operasi militer akan terus berlanjut jika Iran tidak menunjukkan itikad untuk mencapai kesepakatan damai.

Ia bahkan mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik, jika negosiasi gagal dilakukan dalam waktu dekat. “Kami punya semua kartu. Mereka tidak punya apa-apa,” ujar Trump dengan tegas.

Perbandingan dengan Perang Besar Dunia

Dalam pidatonya, Trump juga membandingkan durasi Operation Epic Fury dengan perang-perang besar sebelumnya seperti Perang Dunia II dan Perang Vietnam. Ia menilai bahwa keberhasilan operasi dalam waktu singkat menunjukkan kekuatan militer Amerika yang tak tertandingi.

Menuju Akhir Konflik?

Trump menutup pidatonya dengan optimisme bahwa konflik ini akan segera berakhir dalam beberapa pekan ke depan. Ia menyebut bahwa dunia kini berada di ambang berakhirnya ancaman nuklir dari Iran. 

Jika klaim tersebut benar, maka Operation Epic Fury bisa menjadi salah satu operasi militer paling cepat dan paling menentukan dalam sejarah modern. Namun, sejumlah pengamat internasional masih mempertanyakan dampak jangka panjang dari konflik ini, terutama terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan keamanan global. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#Operation Epic Fury #Militer Amerika #iran #donald trump #konflik timur tengah