Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Viral Motor Listrik BGN Tumpuk di Gudang, Kepala Badan Gizi Nasional Buka Suara: Bukan 70 Ribu Unit!

Isna Dzikirianti • Rabu, 8 April 2026 | 14:49 WIB
Viral motor listrik BGN menumpuk di gudang, Dadan Hindayana tegaskan bukan 70 ribu unit, untuk operasional program makan bergizi gratis.(GPT AI)
Viral motor listrik BGN menumpuk di gudang, Dadan Hindayana tegaskan bukan 70 ribu unit, untuk operasional program makan bergizi gratis.(GPT AI)

 
JAKARTA
– Polemik soal motor listrik BGN yang viral di media sosial akhirnya mendapat penjelasan resmi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pengadaan ribuan sepeda motor tersebut sudah direncanakan sejak 2025 dan bukan proyek mendadak seperti yang ramai diperbincangkan warganet.

Video yang memperlihatkan deretan motor listrik BGN terparkir rapi di sebuah gudang besar memicu berbagai spekulasi.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 10 detik itu, tampak motor-motor baru masih terbungkus plastik transparan, seolah belum pernah digunakan.

 Banyak warganet mempertanyakan urgensi hingga jumlah pengadaan kendaraan tersebut.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Lebih dari 50 Persen, Dampak Geopolitik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok

Menanggapi hal itu, Dadan menjelaskan bahwa motor tersebut merupakan bagian dari program operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

 Kendaraan ini nantinya digunakan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran tahun 2025 untuk kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4).

Pengadaan Sudah Direncanakan Sejak 2025

Dadan menegaskan, proses pemesanan motor listrik BGN sudah dilakukan sejak tahun lalu. Bahkan, pengadaan tersebut telah masuk dalam perencanaan anggaran resmi pemerintah, sehingga bukan kebijakan mendadak.

Realisasi pengadaan sendiri dilakukan secara bertahap, dimulai pada Desember 2025. Hingga saat ini, motor-motor tersebut belum didistribusikan karena masih menunggu proses administrasi.

Menurutnya, kendaraan itu harus terlebih dahulu dicatat sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum bisa disalurkan ke daerah.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Bikin Deg-degan ! Pensiunan Berharap Rapelan Cair, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Bantah Isu 70 Ribu Unit

Salah satu isu yang paling ramai dibicarakan adalah jumlah pengadaan yang disebut-sebut mencapai 70 ribu unit. Namun, Dadan dengan tegas membantah kabar tersebut.

Ia memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Berdasarkan data resmi, jumlah motor listrik yang direalisasikan jauh lebih kecil dari angka yang beredar di media sosial.

“Informasi 70.000 unit itu tidak benar atau hoaks,” tegasnya.

Dadan merinci, total realisasi pengadaan motor listrik hingga saat ini mencapai 21.801 unit dari rencana awal sebanyak 25.000 unit pada tahun 2025. Angka tersebut dinilai masih dalam batas wajar untuk mendukung operasional program nasional.

Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan fungsi utama dari motor listrik BGN tersebut. Kendaraan ini akan digunakan oleh kepala SPPG di berbagai daerah untuk menunjang distribusi dan pengawasan program makan bergizi gratis (MBG).

Baca Juga: Ledakan SPBE Cimuning Bekasi Seperti Bom, Kini Rumah Warga Terbakar dan Listrik Padam!

Program MBG sendiri bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.

 Dengan adanya kendaraan operasional, diharapkan distribusi bantuan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, penggunaan motor listrik juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung energi ramah lingkungan serta mengurangi emisi karbon.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, video yang menampilkan motor berlogo BGN itu pertama kali beredar di Instagram dan langsung menjadi viral.

Banyak pengguna media sosial yang mempertanyakan transparansi anggaran serta kebutuhan pengadaan dalam jumlah besar.

Baca Juga: Kebijakan B50 Berlaku 1 Juli 2026, Pemerintah Klaim Hemat Rp8 Triliun dan Kurangi BBM Fosil 4 Juta KL

Minimnya informasi dalam video tersebut membuat spekulasi berkembang liar. Tidak sedikit yang mengaitkan pengadaan tersebut dengan potensi pemborosan anggaran.

Namun, dengan klarifikasi resmi dari pihak BGN, diharapkan polemik ini bisa mereda dan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh.

Dadan juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.

“Kami berharap masyarakat bisa melihat informasi secara utuh dan tidak terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar,” pungkasnya.(*)

Editor : Isna Dzikirianti
#motor listrik BGN #badan gizi nasional #Viral media sosial #program Makan Bergizi Gratis