Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dividen BRI 2025 Tembus Rp52,10 Triliun, 91 Persen Laba Dibagikan, Investor Dapat Rp345 per Saham

Adinda Putri Sefiana • Selasa, 14 April 2026 | 14:20 WIB
Dividen BRI 2025 melonjak! PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membagikan Rp52,10 triliun atau 91% laba, setara Rp345 per saham investor panen cuan besar.
(AI)
Dividen BRI 2025 melonjak! PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membagikan Rp52,10 triliun atau 91% laba, setara Rp345 per saham investor panen cuan besar. (AI)

JAKARTA – Kabar menggembirakan datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025, perseroan resmi menyepakati pembagian dividen BRI 2025 sebesar Rp52,10 triliun. Nilai tersebut setara dengan 91 persen dari total laba bersih perusahaan.

Besaran dividen BRI 2025 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 86 persen dari laba. Artinya, kebijakan ini semakin mempertegas komitmen BRI dalam memberikan imbal hasil maksimal kepada para pemegang saham.

Total laba bersih BRI sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp56,65 triliun. Dengan keputusan tersebut, setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp345 per lembar saham.

Baca Juga: IPO WBSA Resmi Melantai di BEI, Diserbu Investor hingga Oversubscribe 387 Kali, Saham Logistik Ini Jadi Sorotan!

Dividen Final dan Interim

Sebelumnya, BRI telah lebih dulu membagikan dividen interim sebesar Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan kepada investor diperkirakan mencapai Rp208 per saham.

Sementara itu, sebesar Rp4,55 triliun dari laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis perseroan ke depan.

Keputusan pembagian dividen BRI 2025 ini menjadi salah satu yang terbesar di sektor perbankan nasional, sekaligus memperlihatkan posisi kuat BRI sebagai bank dengan fundamental solid di tengah tantangan ekonomi global.

Baca Juga: Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Universitas Indonesia, Chat Mahasiswa FH UI Bikin Publik Geram

Kinerja Keuangan 2025

Meski membagikan dividen jumbo, kinerja keuangan BRI sepanjang 2025 menunjukkan dinamika. Perseroan mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,13 triliun, mengalami penurunan sekitar 5,26 persen secara tahunan (year on year).

Penurunan ini tidak lepas dari berbagai tekanan, termasuk kondisi ekonomi global dan peningkatan risiko kredit. Namun demikian, BRI masih mampu menjaga stabilitas bisnisnya.

Dari sisi penyaluran kredit, BRI mencatat pertumbuhan sebesar 1,31 persen menjadi Rp1.521,49 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa fungsi intermediasi tetap berjalan meskipun pertumbuhannya relatif terbatas.

Kualitas Aset dan Risiko Kredit

Dalam laporan yang sama, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) mengalami kenaikan. NPL gross tercatat sebesar 3,29 persen, sementara NPL net berada di level 0,96 persen.

Meski meningkat, rasio tersebut masih berada di bawah batas yang ditetapkan regulator. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen risiko BRI masih tergolong terkendali.

Kenaikan NPL menjadi perhatian penting, terutama dalam menjaga kualitas aset di tengah perlambatan ekonomi. Namun BRI dinilai masih memiliki kapasitas untuk mengelola risiko tersebut dengan baik.

Dana Pihak Ketiga dan Aset

Dari sisi penghimpunan dana, BRI berhasil mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.466,84 triliun. Komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai 70,61 persen.

Tingginya CASA menjadi indikator kuat efisiensi biaya dana yang dimiliki BRI. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang profitabilitas perusahaan.

Sementara itu, total aset BRI juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 7,1 persen menjadi Rp2.135,37 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap berjalan di berbagai lini.

Prospek dan Sentimen Investor

Pembagian dividen BRI 2025 yang mencapai 91 persen dari laba dinilai akan menjadi katalis positif bagi pasar. Investor cenderung merespons positif kebijakan dividen tinggi karena memberikan kepastian imbal hasil.

Selain itu, langkah ini juga memperkuat daya tarik saham BBRI di tengah persaingan sektor perbankan. Dengan fundamental yang masih solid, BRI diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor domestik maupun asing.

Ke depan, tantangan tetap ada, terutama terkait kualitas kredit dan kondisi ekonomi global. Namun dengan strategi yang adaptif, BRI diyakini mampu menjaga kinerja dan tetap memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#dividen BRI 2025 #saham BBRI #laba BRI #RUPST BRI #kinerja bank BRI