JAKARTA - Isu kocok ulang kabinet Prabowo Gibran semakin menguat jelang akhir April 2026. Presiden disebut terus melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya, memicu spekulasi bahwa perombakan kabinet akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Informasi yang beredar menyebutkan, jika tidak ada perubahan jadwal, kocok ulang kabinet Prabowo Gibran akan dimulai secara bertahap pada Senin, 27 April 2026. Sejumlah posisi strategis disebut masuk dalam daftar evaluasi, mulai dari kepala badan, menteri, hingga menteri koordinator.
Dalam beberapa rapat kabinet terakhir, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberikan peringatan tegas kepada para menterinya. Ia bahkan secara terbuka meminta pejabat yang tidak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk mundur secara sukarela.
Evaluasi Ketat dan Hak Prerogatif Presiden
Kocok ulang kabinet merupakan hak prerogatif presiden yang sepenuhnya berada di tangan kepala negara. Langkah ini lazim dilakukan sebagai bentuk evaluasi kinerja sekaligus penyegaran di tubuh pemerintahan.
Sumber internal menyebutkan bahwa perombakan kali ini tidak akan dilakukan secara sekaligus, melainkan bertahap. Hal ini bertujuan menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus memastikan transisi berjalan mulus.
Isu kocok ulang kabinet Prabowo Gibran juga disebut sebagai bagian dari strategi mempercepat realisasi program prioritas nasional. Presiden ingin memastikan seluruh jajaran kabinet bekerja selaras dan efektif dalam mencapai target pembangunan.
Daftar Posisi yang Diisukan Diganti
Beberapa nama dan jabatan mulai mencuat dalam isu reshuffle kali ini. Salah satu posisi yang disorot adalah Kepala Kantor Staf Presiden yang saat ini dijabat oleh Muhammad Qodari.
Selain itu, posisi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang dipegang Angga Raka Prabowo juga disebut masuk radar evaluasi. Angga saat ini merangkap sejumlah jabatan penting, termasuk sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital serta Komisaris Utama PT Telkom Indonesia.
Tak hanya itu, penasihat khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, juga dikabarkan berpotensi terdampak reshuffle. Dudung diketahui memiliki peran strategis dalam kebijakan pertahanan dan industri militer nasional.
Posisi lain yang turut disorot adalah Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) yang saat ini dijabat Sahat Manaor Panggabean. Evaluasi terhadap lembaga ini dinilai penting mengingat perannya dalam pengawasan lalu lintas komoditas dan keamanan pangan.
Sinyal Keras dari Presiden
Sejumlah pengamat politik menilai, pernyataan Presiden dalam rapat kabinet menjadi sinyal kuat bahwa reshuffle bukan sekadar isu. Permintaan agar menteri yang tidak sejalan untuk mundur dinilai sebagai bentuk ketegasan dalam menjaga soliditas pemerintahan.
Langkah ini juga dianggap sebagai upaya memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga. Dengan komposisi kabinet yang lebih solid, diharapkan kebijakan pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Di sisi lain, isu kocok ulang kabinet Prabowo Gibran juga memunculkan berbagai spekulasi di kalangan publik. Banyak pihak menilai reshuffle ini akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah pemerintahan ke depan.
Menunggu Kepastian Resmi
Meski berbagai nama dan posisi telah beredar luas, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Istana terkait jadwal maupun daftar pejabat yang akan diganti.
Namun, dinamika yang berkembang menunjukkan bahwa evaluasi kabinet memang sedang berlangsung secara serius. Jika benar dilakukan mulai 27 April, maka publik akan segera mengetahui wajah baru kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kocok ulang kabinet Prabowo Gibran pun kini menjadi salah satu isu politik paling hangat yang dinantikan kejelasannya. Apakah benar akan terjadi dalam waktu dekat, atau hanya sebatas spekulasi, semua masih menunggu keputusan resmi Presiden. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana