SEMARANG – Sorotan tajam tertuju pada laga krusial babak Final Four Proliga 2026 yang mempertemukan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) dengan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia (Gresik Ponska Plus). Pertandingan yang berlangsung di GOR Jati Diri, Semarang, ini bukan hanya menghadirkan tensi tinggi, tetapi juga mempertegas dominasi Jakarta Pertamina Enduro yang sukses mengamankan tiket ke Grand Final.
Keberhasilan JPE melaju ke partai puncak tak lepas dari performa impresif legiun asing mereka, Wilma Salas. Menariknya, penampilan Salas kali ini mendapat sorotan khusus dari outside hitter Gresik, Alexandra Bitsenko. Pemain asal Rusia tersebut menilai Jakarta Pertamina Enduro tampil dengan organisasi permainan yang sangat matang dan organisasi yang rapi.
Menurut Bitsenko, Wilma Salas tampil begitu dominan dengan spike-spike keras yang memiliki akurasi tinggi. Namun, ada hal menarik yang ia tangkap dari cara bermain Salas. Ia menilai ada "karakter Megawati Hangestri" yang menular ke dalam permainan Salas, meski pada laga tersebut Megawati lebih banyak memberikan dukungan dari bangku cadangan.
"Gaya permainan agresif Megawati seakan menular kepada Salas. Kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri itu terlihat jelas dalam setiap eksekusi bola sulit. Karakter Megawati seperti ada di dalam dirinya, dan itu membuat kami harus bekerja dua kali lebih keras," ungkap Alexandra Bitsenko saat mengamati jalannya laga Proliga 2026 tersebut.
Dominasi Trio Irina, Megawati, dan Wilma Salas
Kemenangan meyakinkan Jakarta Pertamina Enduro atas Jakarta Popsivo Polwan sebelumnya menjadi modal berharga bagi tim asuhan Bulent Karshlioglu. Turun dengan skuad terbaiknya yang mengandalkan trio maut Irina Voronkova, Megawati Hangestri, dan Wilma Salas, JPE sukses menunjukkan level permainan yang diharapkan pada fase Final Four.
Meski Irina Voronkova baru bergabung di tengah kompetisi, adaptasi pilar tim nasional Rusia tersebut tergolong sangat cepat. Megawati Hangestri sendiri mengakui bahwa kehadiran Irina membawa motivasi tambahan bagi tim. "Komunikasi kami sangat gampang. Dia juga sangat menggebu-gebu memberikan motivasi saat ada kawan yang mencetak poin, itu sangat berpengaruh pada mental kami," jelas Megawati.
Kekuatan kolektif inilah yang membuat JPE sulit dibendung. Distribusi bola yang merata dan komunikasi antar-pemain yang solid membuat pola serangan mereka sulit dibaca oleh lawan. Hal ini terbukti saat mereka membungkam Popsivo Polwan dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-14, 25-16), yang sekaligus mengunci posisi mereka untuk memperebutkan gelar juara Proliga 2026.
Menuju Puncak Grand Final Proliga 2026
Chef de Mission Jakarta Pertamina Enduro, Wery Prayogi, menilai tren peningkatan performa timnya terjadi di waktu yang tepat. Menurutnya, eksekusi pemain di lapangan sudah berjalan sangat disiplin, terutama dalam mengontrol jalannya pertandingan sejak set pertama. Target untuk lolos ke Grand Final pun tercapai dengan hasil maksimal.
Di sisi lain, bagi Gresik Ponska Plus, kekalahan ini menjadi pelajaran penting tentang konsistensi menghadapi tim dengan intensitas tinggi. Alexandra Bitsenko mengakui bahwa kedalaman skuad Jakarta Pertamina Enduro adalah yang terbaik di musim ini. Mereka tidak hanya bertumpu pada satu nama, melainkan pada kesiapan setiap individu yang ada di lapangan maupun di bangku cadangan.
Kini, fokus pecinta voli nasional akan tertuju pada laga Grand Final Proliga 2026. Sebagai juara bertahan, Jakarta Pertamina Enduro memiliki peluang besar untuk mempertahankan gelar mereka. Dengan kombinasi kekuatan serangan Wilma Salas dan kepemimpinan mental Megawati Hangestri, JPE siap menghadapi tantangan terakhir untuk kembali naik ke podium tertinggi voli Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina