YOGYAKARTA – Gemuruh Euforia mengguncang GOR Amongrogo, Yogyakarta, saat Jakarta Pertamina Enduro (JPE) resmi menutup musim Proliga 2026 dengan status raja voli tanah air. Kemenangan beruntun di laga grand final putaran ketiga melawan Gresik Ponska memastikan tim asuhan Bulent Karshlioglu ini mempertahankan gelar juara. Namun, di balik kemeriahan angkat trofi, sebuah drama mengejutkan terjadi di ruang ganti yang melibatkan sang bintang, Megawati Hangestri Pertiwi.
Pertandingan penutup kemarin sejatinya sudah tidak mengubah takdir JPE sebagai juara bertahan yang tak tergoyahkan. Dengan dominasi total, Pertamina bermain lepas tanpa beban, sementara Gresik Ponska harus puas sebagai runner-up. Sebagai jawara, JPE berhak membawa pulang hadiah pembinaan sebesar Rp400 juta. Namun, bagi Direktur Utama PT Pertamina, Weri Prayogi, prestasi ini layak mendapatkan apresiasi yang lebih dari sekadar angka di atas kertas.
Kejutan bermula saat seluruh pemain dan staf dikumpulkan dalam sebuah rapat formal usai seremoni penyerahan medali. Suasana yang tadinya penuh tawa mendadak hening saat Wery Prayogi memasuki ruangan dengan aura serius. Dalam pidatonya, Wery sempat menyinggung ujian berat di fase penyisihan dan komitmen Megawati Hangestri di awal musim yang berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya secara profesional.
'Sanksi' Liburan ke Luar Negeri untuk Megawati CS
Ketegangan memuncak saat Wery Prayogi tiba-tiba melontarkan pernyataan yang membuat para pemain menahan napas. Secara mengejutkan, ia mengumumkan pemberian "sanksi" bagi seluruh skuad Jakarta Pertamina Enduro. "Sanksi itu adalah hadiah, sebuah perjalanan ke luar negeri," ujar Wery yang langsung disambut ledakan tawa dan tepuk tangan meriah dari para pemain yang sempat tegang.
"Sanksi" unik ini merupakan bentuk penghargaan Pertamina atas dedikasi luar biasa tim dalam mempertahankan mahkota juara Proliga 2026. Wery mengaku sangat bangga, terutama atas konsistensi Megawati Hangestri yang menjadi poros kekuatan tim. Menurutnya, Megawati bukan sekadar pemain, melainkan simbol keteguhan mental dan kualitas internasional yang sesungguhnya.
Adab Megawati dan Rumor Kembali ke Liga Korea
Selain performa di lapangan, Megawati kembali menjadi buah bibir karena sikap atau adab kesopanannya saat sesi konferensi pers. Meski baru saja menyelesaikan tiga set pertandingan yang melelahkan, pemain asal Jember ini tetap duduk tegak dan tidak menyandarkan punggungnya demi menghormati pelatih dan para senior yang hadir. Nilai "unggah-ungguh" adat Jawa yang melekat pada diri Mega mendapat pujian luas dari netizen dan pengamat voli.
Kesuksesan di Proliga 2026 ini pun semakin memanaskan rumor kembalinya Megawati ke Liga Voli Korea (V-League). Media di Korea Selatan dilaporkan mulai masif mengangkat kembali nama Megawati, membandingkan keganasannya saat ini dengan masa kejayaannya bersama Red Sparks. Spekulasi kian liar setelah pelatih Hyundai Hill State dikabarkan sempat memantau langsung performa Mega di Indonesia.
Menanggapi gelar juara yang diraih lebih cepat, Megawati tetap menunjukkan sisi rendah hati. "Kemenangan ini adalah Allah yang bantu, ini berkat rezeki atas upaya kerja keras kami selama latihan dan bertanding," tutur Megawati dengan tenang. Dengan berakhirnya musim ini, publik kini menanti apakah sang "Megatron" akan tetap bertahan di tanah air atau kembali menaklukkan panggung internasional di Korea Selatan.
Editor : Natasha Eka Safrina