Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Harga BBM Diesel Mei 2026 Melonjak Tajam, BP Ultimate Tembus Rp30 Ribu per Liter, Pemilik Fortuner-Pajero Kian Tertekan!

Isna Dzikirianti • Senin, 4 Mei 2026 | 12:14 WIB
Harga BBM diesel Mei 2026 melonjak tajam hingga Rp30 ribu per liter, pengguna Fortuner dan Pajero makin terbebani biaya operasional. (GPT AI)
Harga BBM diesel Mei 2026 melonjak tajam hingga Rp30 ribu per liter, pengguna Fortuner dan Pajero makin terbebani biaya operasional. (GPT AI)

JAKARTA-Kenaikan harga BBM diesel Mei 2026 menjadi sorotan publik setelah lonjakan signifikan terjadi di hampir seluruh SPBU di Indonesia. Penyesuaian harga ini tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, tetapi juga oleh jaringan swasta seperti BP dan Vivo Energy.

Dampaknya langsung terasa bagi pengguna kendaraan bermesin diesel yang kini harus menghadapi kenaikan biaya operasional secara drastis.

Dalam tiga hari pertama Mei 2026, lonjakan harga BBM diesel ini sudah terlihat mencolok di berbagai daerah. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kenaikan harga di SPBU swasta yang melampaui angka psikologis Rp30 ribu per liter.

Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya pemilik kendaraan diesel, mulai mengeluhkan tingginya biaya bahan bakar.

Lonjakan Harga di SPBU Pertamina

Di jaringan SPBU Pertamina, kenaikan harga BBM diesel non-subsidi tergolong cukup tajam. Dexlite kini dibanderol Rp23.600 per liter, melonjak drastis dari harga sebelumnya Rp14.200 per liter pada April 2026.

Baca Juga: Cara Pengajuan Subsidi Motor Listrik 2026: Panduan Lengkap, Syarat Mudah dan Potongan Harga Hingga Rp7 Juta!

Sementara itu, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp14.500 per liter menjadi kisaran yang jauh lebih tinggi. Kenaikan ini berarti terjadi lonjakan harga sekitar Rp9.400 hingga Rp9.700 per liter hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.

Situasi ini tentu memberikan tekanan tambahan bagi masyarakat, terutama mereka yang mengandalkan kendaraan diesel untuk aktivitas sehari-hari maupun usaha.

SPBU Swasta Lebih Mahal, Tembus Rp30 Ribu

Kenaikan lebih ekstrem justru terjadi di SPBU swasta. BP Ultimate Diesel dari SPBU BP mengalami lonjakan drastis dari Rp14.620 per liter menjadi Rp30.890 per liter.

Artinya, kenaikan mencapai lebih dari Rp16.000 per liter—angka yang sangat signifikan dalam waktu singkat.

Fenomena serupa juga terjadi pada produk diesel Primus dari SPBU Vivo. Harga BBM ini ikut melonjak ke angka Rp30.890 per liter dari sebelumnya Rp14.610 per liter. Dengan demikian, harga BBM diesel swasta kini jauh melampaui produk sejenis dari Pertamina.

Baca Juga: Bansos Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi Segera Ditambah, Pemerintah Siapkan Skema Baru Jaga Daya Beli Masyarakat

Di sisi lain, sejumlah SPBU Vivo di wilayah Jabodetabek bahkan dilaporkan sempat tidak beroperasi akibat kekosongan stok pada April 2026. Kondisi ini menambah ketidakpastian di tengah lonjakan harga yang terjadi.

Dampak ke Pengguna Kendaraan Diesel

Kenaikan harga BBM diesel Mei 2026 ini paling dirasakan oleh pemilik kendaraan diesel kelas menengah hingga atas seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.

Kendaraan jenis ini umumnya menggunakan BBM diesel non-subsidi dengan kualitas lebih tinggi. Dengan harga yang kini mendekati bahkan melampaui Rp30 ribu per liter, biaya operasional kendaraan meningkat tajam.

Hal ini tidak hanya berdampak pada pengguna pribadi, tetapi juga sektor logistik dan transportasi yang bergantung pada mesin diesel.

Baca Juga: Raffi Ahmad Resmi Jadi Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Siap Sikat Habis Generasi Rebahan dan Gaungkan Hidup Sehat.

Kenaikan biaya bahan bakar berpotensi memicu efek domino, termasuk kenaikan harga barang dan jasa akibat meningkatnya ongkos distribusi. Kondisi ini perlu diantisipasi agar tidak memperparah tekanan ekonomi masyarakat.

Biosolar Tetap, Tapi Terbatas

Di tengah lonjakan harga yang tinggi, satu jenis BBM diesel yang tidak mengalami perubahan adalah Biosolar. BBM subsidi ini tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter. Namun, penggunaannya kini dibatasi secara ketat.

Pengisian Biosolar hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang telah terdaftar dan memiliki barcode khusus di SPBU Pertamina. Kebijakan ini membuat tidak semua pemilik kendaraan diesel dapat menikmati harga subsidi tersebut.

Dengan pembatasan ini, pemerintah berupaya memastikan subsidi tepat sasaran. Namun di sisi lain, masyarakat yang tidak memenuhi syarat harus tetap membeli BBM non-subsidi dengan harga yang jauh lebih mahal.

Baca Juga: Kebijakan B50 Berlaku 1 Juli 2026, Pemerintah Klaim Hemat Rp8 Triliun dan Kurangi BBM Fosil 4 Juta KL

Shell Belum Beroperasi

Sementara itu, Shell menjadi satu-satunya jaringan SPBU yang belum memberikan pembaruan harga hingga awal Mei 2026. Hal ini disebabkan karena operasional SPBU Shell di sejumlah wilayah masih belum kembali normal.

Ketiadaan harga terbaru dari Shell membuat perbandingan harga BBM diesel di pasar menjadi kurang lengkap. Meski demikian, tren kenaikan yang terjadi di SPBU lain sudah cukup menggambarkan kondisi pasar saat ini.

Kesimpulan

Lonjakan harga BBM diesel Mei 2026 menunjukkan tren kenaikan yang sangat signifikan dalam waktu singkat. Baik SPBU milik negara maupun swasta sama-sama menaikkan harga, dengan kenaikan paling tinggi terjadi di SPBU swasta yang menembus Rp30 ribu per liter.

Kondisi ini memberikan tekanan besar bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan diesel. Dengan keterbatasan akses ke BBM subsidi, beban biaya operasional dipastikan akan terus meningkat jika tidak ada kebijakan penyeimbang dalam waktu dekat. (*)

Editor : Isna Dzikirianti
#kenaikan bbm 2026 #harga BBM diesel Mei 2026 #harga Dexlite #BP Ultimate Diesel #Biosolar