JAKARTA – Harga asli Pertalite mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Publik dibuat heboh setelah muncul video yang memperlihatkan struk pembelian BBM Pertamina di sebuah SPBU Tol Jakarta-Merak dengan rincian harga Pertalite non subsidi mencapai Rp16.088 per liter.
Video tersebut viral usai diunggah ulang akun Instagram COIS. Dalam rekaman itu, perekam video mempertanyakan mengapa harga asli Pertalite justru lebih mahal dibanding Pertamax yang saat ini dijual Rp12.300 per liter di SPBU Pertamina.
Fenomena ini langsung memicu tanda tanya di kalangan masyarakat. Sebab selama ini Pertalite dikenal sebagai BBM subsidi dengan harga lebih murah dibanding Pertamax yang masuk kategori BBM nonsubsidi.
Pada struk pembelian yang beredar, tertulis harga Pertalite non subsidi sebesar Rp16.088 per liter. Namun pemerintah memberikan subsidi Rp6.088 sehingga konsumen hanya membayar Rp10.000 per liter sesuai harga yang berlaku saat ini.
Viralnya informasi tersebut membuat banyak warganet mempertanyakan skema penentuan harga BBM Pertamina, khususnya soal selisih harga keekonomian dan harga jual di SPBU.
Pertamina Jelaskan Harga Pertalite dan Pertamax
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert MV Dumatubun, memberikan penjelasan terkait viralnya harga asli Pertalite tersebut.
Menurut Robert, harga Pertamax Rp12.300 per liter yang berlaku saat ini bukan sepenuhnya mengacu pada harga keekonomian atau harga pasar global. Harga tersebut merupakan hasil kebijakan pemerintah bersama Pertamina.
“Per 1 April harga Pertamax dilakukan penyesuaian harga dan masih tetap menggunakan harga Rp12.300 per liter,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (7/5/2026).
Robert menjelaskan, meskipun Pertamax disebut sebagai BBM nonsubsidi, pemerintah tetap memiliki peran dalam menjaga harga jual agar tidak terlalu membebani masyarakat.
Ia menyebut terdapat selisih antara harga keekonomian dengan harga jual di SPBU yang sementara ditanggung pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
“Hal ini untuk tetap menjaga daya beli dan tetap berputarnya roda ekonomi masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik mengapa harga Pertalite non subsidi bisa lebih tinggi dibanding Pertamax yang dijual di SPBU saat ini.
Harga Keekonomian BBM Jadi Sorotan
Viralnya harga asli Pertalite membuat isu harga keekonomian BBM kembali menjadi sorotan publik. Banyak masyarakat baru mengetahui bahwa harga jual BBM di SPBU tidak selalu mencerminkan harga pasar sebenarnya.
Harga keekonomian sendiri dipengaruhi berbagai faktor seperti harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya distribusi, hingga komponen pajak.
Dalam kasus Pertalite, pemerintah memberikan subsidi cukup besar agar harga tetap berada di angka Rp10.000 per liter. Tanpa subsidi tersebut, masyarakat harus membayar lebih mahal sesuai harga pasar.
Sementara itu, Pertamax yang selama ini dianggap BBM nonsubsidi ternyata juga masih dipengaruhi kebijakan pemerintah dalam penetapan harga jualnya.
Meski demikian, Robert tidak menjelaskan secara rinci berapa harga keekonomian asli Pertamax saat ini. Ia hanya menyebut selisih harga antarproduk BBM nonsubsidi Pertamina sebenarnya tidak terlalu jauh.
Menurutnya, produk seperti Pertamax, Pertamax Green, hingga Pertamax Turbo memiliki rentang harga keekonomian yang relatif berdekatan karena sama-sama masuk kategori BBM berkualitas tinggi dengan angka oktan berbeda.
Warganet Heboh dan Pertanyakan Transparansi Harga BBM
Video viral harga asli Pertalite itu pun memancing beragam komentar dari warganet. Banyak yang mengaku terkejut setelah mengetahui harga dasar Pertalite ternyata bisa lebih mahal dibanding Pertamax.
Sebagian netizen mempertanyakan transparansi skema subsidi BBM dan berharap pemerintah maupun Pertamina lebih terbuka terkait perhitungan harga bahan bakar minyak.
Di sisi lain, ada pula yang menilai kebijakan pemerintah menahan harga BBM menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Isu harga BBM memang selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kenaikan harga BBM biasanya berdampak pada biaya transportasi hingga harga kebutuhan pokok lainnya.
Karena itu, setiap informasi terkait harga Pertalite maupun Pertamax hampir selalu memicu respons besar di media sosial.
Kini, viralnya harga asli Pertalite Rp16.088 per liter kembali membuka diskusi soal subsidi energi dan kebijakan harga BBM di Indonesia. (*)
Editor : Isna Dzikirianti