Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

IHSG Ambles ke Level 6.400 dan Rupiah Tembus Rp17.650 per Dolar AS, Semua Sektor Saham Kompak Berdarah

Adinda Putri Sefiana • Senin, 18 Mei 2026 | 10:24 WIB
IHSG ambruk ke level 6.400, rupiah tembus Rp17.650 per dolar AS, pasar finansial memerah drastis. (AI)
IHSG ambruk ke level 6.400, rupiah tembus Rp17.650 per dolar AS, pasar finansial memerah drastis. (AI)

JAKARTA - Pasar keuangan Indonesia kembali diguncang tekanan hebat. IHSG ambles tajam pada perdagangan pagi hari setelah dibuka di level 6.500 dan terus merosot hingga menyentuh area 6.400-an.

Di saat bersamaan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga melemah drastis hingga menyentuh level Rp17.650 per dolar AS.

Kondisi ini membuat pelaku pasar panik. IHSG ambles lebih dari 6 persen secara intraday, sementara tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor saham.

Pelemahan rupiah yang mencapai titik terendah sepanjang sejarah juga memperburuk sentimen pasar domestik.

Data perdagangan menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan turun hingga 244,36 poin pada sesi pagi.

Penurunan tajam tersebut membuat IHSG keluar dari level psikologis 6.500 dan terjun menuju kisaran 6.400. Tekanan jual terlihat masif sejak awal perdagangan.

Analis menilai kondisi ini dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Kekhawatiran terhadap ekonomi dunia, penguatan dolar AS, hingga aksi jual investor asing menjadi faktor utama yang menyeret pasar saham Indonesia ke zona merah.

Baca Juga: Dividen Interim BCA 2026 Dibagi Tiga Kali Setahun, Investor Sumringah! Ini Rincian dan Strategi Barunya

Semua Sektor Saham Kompak Melemah

Pelemahan IHSG kali ini terjadi hampir merata di seluruh sektor. Sektor finansial tercatat turun 2,85 persen dan menjadi salah satu penekan utama indeks.

Saham-saham perbankan besar mengalami koreksi cukup dalam seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi.

Sektor konsumer non primer juga mengalami tekanan berat dengan penurunan mencapai 3,29 persen. Pelemahan ini menunjukkan daya beli masyarakat dan prospek konsumsi masih menjadi perhatian investor.

Sementara itu, sektor perindustrian ambles hingga 3,87 persen. Penurunan tajam juga terjadi pada sektor konsumer primer yang turun 2,16 persen.

Kondisi tersebut memperlihatkan tekanan terjadi tidak hanya pada saham lapis tertentu, tetapi menyebar ke berbagai sektor utama.

Tekanan paling dalam tercatat pada sektor bahan baku. Sektor ini anjlok hingga 7,18 persen dan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam pada perdagangan pagi. 

Baca Juga: Terbongkar! Bareskrim Bongkar Judi Online Jaringan Internasional, 321 WNA dari 7 Negara Ditangkap Sekaligus

Penurunan harga komoditas global serta aksi jual investor disebut menjadi pemicu utama. Selain itu, sektor energi ikut terkoreksi tajam. Infrastruktur bahkan melemah hingga 5,31 persen.

Sementara sektor properti turun 2,16 persen di tengah kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan tingginya suku bunga.

Saham Teknologi dan Transportasi Ikut Tertekan

Tidak hanya sektor konvensional, saham teknologi juga ikut terseret dalam gelombang pelemahan pasar. Sektor teknologi turun 1,72 persen pada sesi perdagangan pagi.

Sektor transportasi mengalami tekanan lebih dalam dengan pelemahan mencapai 4,11 persen. Sedangkan sektor kesehatan turun 1,3 persen.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa aksi jual terjadi secara luas dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Investor cenderung memilih mengamankan aset dan mengurangi risiko di tengah ketidakpastian pasar global.

Pelaku pasar kini menanti langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar. Intervensi terhadap nilai tukar rupiah serta kebijakan moneter Bank Indonesia diperkirakan akan menjadi perhatian utama investor dalam beberapa hari ke depan.

Rupiah All Time Low Tembus Rp17.650

Selain tekanan di pasar saham, rupiah juga mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.650 per dolar AS.

Rupiah melemah sekitar 1,09 persen atau turun 190 poin dibanding perdagangan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat rupiah mencetak level terendah baru terhadap mata uang AS.

Tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga tertekan terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Terhadap dolar Singapura, rupiah melemah sekitar 1,06 persen.

Sementara terhadap yen Jepang, pelemahan rupiah mencapai sekitar 1 persen. Adapun terhadap euro, mata uang Indonesia terdepresiasi sekitar 1,01 persen.

Analis pasar melihat penguatan dolar AS secara global masih menjadi faktor utama tekanan terhadap rupiah. Ketidakpastian ekonomi dunia serta arus keluar modal asing dari negara berkembang turut memperburuk situasi.

Jika tekanan terus berlanjut, pasar diperkirakan masih akan bergerak volatil dalam beberapa waktu ke depan. Investor diimbau tetap waspada dan mencermati perkembangan ekonomi global maupun kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi arah pasar keuangan nasional. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#IHSG ambles #Rupiah Rp17.650 #Dolar AS #nilai tukar rupiah #pasar saham indonesia