JAKARTA BARAT – Kebakaran Binus Kemanggisan atau Bina Nusantara University Kampus Anggrek di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, membuat panik mahasiswa dan warga sekitar, Kamis (22/5). Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari area gedung kampus hingga menarik perhatian pengguna jalan di sekitar Jalan Rawa Belong.
Peristiwa kebakaran Binus Kemanggisan tersebut menyebabkan aktivitas perkuliahan dihentikan sementara. Mahasiswa yang sudah telanjur datang ke kampus diminta kembali ke rumah dan mengikuti proses belajar secara daring demi alasan keselamatan.
Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menangani insiden kebakaran Binus Kemanggisan itu. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dan 55 personel diterjunkan untuk menjinakkan api yang muncul dari area gedung kampus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepulan asap pertama kali terlihat dari salah satu bagian gedung Kampus Anggrek BINUS University. Kondisi asap yang sangat tebal membuat petugas sempat kesulitan melakukan pengecekan titik awal api.
Petugas damkar kemudian melakukan penyisiran di sejumlah ruangan untuk memastikan tidak ada mahasiswa maupun staf yang masih berada di dalam gedung saat kebakaran berlangsung.
“Kondisi lantai lima memang sudah penuh asap tebal ketika petugas datang ke lokasi,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Seluruh mahasiswa dan tenaga pengajar berhasil dievakuasi dengan aman.
Aktivitas Kampus Dihentikan Sementara
Pihak kampus langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas perkuliahan tatap muka. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan civitas akademika sambil menunggu proses pendinginan dan pemeriksaan gedung selesai dilakukan.
Mahasiswa yang telah berada di area kampus diminta meninggalkan lokasi. Selanjutnya, kegiatan belajar mengajar dialihkan melalui sistem online atau daring.
Langkah tersebut mendapat respons beragam dari mahasiswa. Sebagian mengaku terkejut karena asap terlihat cukup besar dan menyelimuti area sekitar kampus.
“Sempat panik karena asapnya tebal banget. Tapi petugas cepat datang dan kami langsung diarahkan keluar gedung,” ujar salah seorang mahasiswa.
Petugas pemadam kebakaran juga melakukan proses overhoul atau pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Auditorium Disebut Jadi Area Terdampak
Dari keterangan sementara petugas di lokasi, area auditorium disebut menjadi salah satu titik yang terdampak kebakaran. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti ruangan mana yang menjadi sumber utama munculnya api.
Petugas masih terus melakukan investigasi untuk memastikan titik awal kebakaran serta penyebab pasti insiden tersebut.
“Masih diproses. Titik api dari mana juga belum diketahui,” kata petugas.
Selain fokus pada pemadaman, tim gabungan juga mengecek kondisi struktur gedung untuk memastikan keamanan sebelum aktivitas kampus kembali normal.
Sejumlah mahasiswa terlihat berkumpul di luar area kampus sambil memantau proses pemadaman. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Rawa Belong juga sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya warga yang berhenti melihat kejadian.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab kebakaran Binus Kemanggisan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara belum dapat disimpulkan karena kondisi gedung sebelumnya dipenuhi asap tebal saat petugas tiba di lokasi.
Tim damkar membutuhkan waktu untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh di area terdampak, terutama di lantai lima gedung kampus.
Meski api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan guna memastikan situasi benar-benar aman. Pihak kampus juga belum memberikan keterangan resmi terkait kerugian material akibat insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi di salah satu kampus swasta ternama di Jakarta. Banyak pihak berharap proses investigasi dapat segera mengungkap penyebab kebakaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sementara itu, mahasiswa diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pihak kampus terkait jadwal perkuliahan dan aktivitas akademik selanjutnya. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana