JAKARTA - Program subsidi motor listrik Rp7 juta kembali menjadi sorotan karena mempermudah masyarakat memiliki kendaraan listrik. Pemerintah memberikan potongan langsung untuk pembelian motor listrik tertentu, dengan proses pengajuan yang relatif mudah melalui dealer resmi dan berbasis verifikasi data NIK.
Program subsidi motor listrik Rp7 juta ini ditujukan untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendorong industri otomotif dalam negeri. Namun, tidak semua masyarakat otomatis bisa mendapatkannya karena ada prosedur, syarat, dan kuota yang harus dipenuhi.
Sejumlah dealer menyebut, minat masyarakat meningkat signifikan sejak program subsidi motor listrik Rp7 juta diberlakukan. Bahkan, kuota yang disediakan pemerintah mulai menipis seiring tingginya permintaan di berbagai daerah.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Tekankan Perbaikan Jalan Ngares - Bendungan Jadi Prioritas
Cara Mendapatkan Subsidi Motor Listrik Rp7 Juta
Untuk mendapatkan subsidi motor listrik Rp7 juta, masyarakat perlu melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh dealer menggunakan sistem resmi pemerintah.
Prosedurnya relatif sederhana. Konsumen cukup datang langsung ke dealer atau menghubungi pihak penjual melalui WhatsApp untuk pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah itu, data akan dicek melalui sistem pemerintah bernama SISAPIRA.
“Kalau NIK dinyatakan berhak, baru proses pembelian bisa dilanjutkan, baik secara cash maupun kredit,” ujar salah satu tenaga penjual motor listrik.
Setelah lolos verifikasi, konsumen diminta melengkapi dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, serta nomor telepon aktif. Untuk pembelian kredit, data akan diproses oleh pihak leasing seperti Adira Finance atau Mandiri Utama Finance.
Menariknya, subsidi ini langsung memotong harga di awal, bukan cashback. Artinya, harga motor langsung berkurang Rp7 juta saat transaksi. Misalnya, motor dengan harga Rp16,2 juta bisa turun menjadi Rp9,2 juta setelah subsidi.
Syarat dan Kuota Subsidi yang Perlu Diperhatikan
Meski terlihat mudah, tidak semua tipe motor listrik mendapatkan subsidi. Saat ini, hanya model tertentu yang sudah terdaftar dalam program pemerintah yang berhak menerima potongan Rp7 juta.
Sebagai contoh, beberapa tipe motor listrik yang mendapatkan subsidi berada di kisaran harga Rp16 juta hingga Rp23 juta sebelum dipotong. Setelah subsidi, harga bisa turun drastis menjadi sekitar Rp9 juta hingga Rp16 juta.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan kuota subsidi yang terbatas setiap tahunnya. Pada 2023, kuota mencapai sekitar 200.000 unit. Namun pada 2024, jumlahnya turun menjadi sekitar 60.000 unit.
“Kuota 2024 sudah terpakai lebih dari setengah, jadi masyarakat yang berminat disarankan segera mengajukan sebelum habis,” jelas pihak dealer.
Jika kuota habis, maka harga motor listrik akan kembali normal tanpa potongan subsidi. Hal ini menjadi salah satu alasan tingginya minat masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.
Dampak Subsidi: DP Murah hingga Cicilan Ringan
Dampak paling terasa dari subsidi motor listrik Rp7 juta adalah turunnya biaya awal pembelian. Bahkan, sejumlah dealer menawarkan uang muka (DP) mulai Rp500 ribu.
Dengan skema kredit, cicilan motor listrik bisa ditekan hingga sekitar Rp490 ribu per bulan dengan tenor tiga tahun. Hal ini jauh lebih ringan dibandingkan pembelian motor konvensional tanpa subsidi.
“Karena sudah dipotong subsidi Rp7 juta, DP jadi lebih ringan dan cicilan juga lebih terjangkau,” kata tenaga penjual.
Selain itu, subsidi ini juga mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Banyak konsumen yang sebelumnya ragu kini mulai mempertimbangkan beralih karena harga yang lebih kompetitif.
Program ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) serta meningkatkan penggunaan energi bersih di sektor transportasi.
Di sisi lain, kemudahan akses kredit dan proses pengajuan yang cepat membuat motor listrik semakin diminati, terutama di kalangan masyarakat perkotaan.
Program subsidi motor listrik Rp7 juta terbukti menjadi insentif kuat dalam mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Dengan potongan harga langsung, DP ringan, serta cicilan terjangkau, program ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat.
Namun, dengan kuota terbatas yang kini tersisa sebagian, masyarakat perlu bergerak cepat jika ingin memanfaatkan subsidi ini. Seperti disampaikan pihak dealer, “Kalau kuota habis, harga kembali normal.”
Editor : Axsha Zazhika