Trenggalek Njenggelek – Klasemen Rookie of the Year Moto3 2026 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar balap motor. Selisih poin yang sangat tipis antara pembalap Indonesia Feda Ega Pratama dan rider Spanyol Brian Uriarte memunculkan beragam komentar dari warganet yang optimistis persaingan gelar rookie terbaik musim ini masih akan berlangsung sengit hingga seri penutup.
Berdasarkan klasemen sementara yang ramai dibahas penggemar, Brian Uriarte masih memimpin Rookie of the Year dengan koleksi 67 poin. Tepat di belakangnya, Feda Ega Pratama membayangi dengan 66 poin, hanya terpaut satu angka. Posisi ketiga ditempati pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang mengoleksi 43 poin.
Selisih yang sangat tipis tersebut membuat Klasemen Rookie of the Year Moto3 2026 diprediksi masih sangat terbuka. Banyak penggemar menilai satu hasil balapan saja sudah cukup mengubah posisi puncak klasemen.
Persaingan Feda dan Brian Uriarte Jadi Sorotan
Mayoritas komentar menilai duel Feda Ega Pratama dan Brian Uriarte akan menjadi salah satu rivalitas paling menarik di Moto3 musim ini.
Baca Juga: Aprilia Racing Percepat Pengembangan Motor MotoGP, Ambisi Besar Kembali Rebut Podium Musim Ini
Sebagian penggemar berpendapat Brian Uriarte memang layak berada di posisi teratas karena tampil konsisten sepanjang seri-seri awal. Pembalap Red Bull KTM Ajo itu dinilai semakin percaya diri setiap memasuki sirkuit-sirkuit Eropa.
Namun tidak sedikit pula yang meyakini Feda Ega Pratama memiliki peluang besar mengambil alih posisi puncak. Mereka menilai pembalap Indonesia itu hanya membutuhkan satu hasil balapan yang lebih baik untuk membalikkan keadaan.
Honda Team Asia Jadi Perbincangan
Selain persaingan antarpembalap, performa Honda Team Asia juga menjadi topik yang paling banyak dibahas.
Sebagian besar komentar menilai Feda Ega Pratama sudah mampu memaksimalkan potensi motor yang dimilikinya. Menurut mereka, tambahan peningkatan performa motor dan setelan yang lebih kompetitif akan membuat pembalap asal Indonesia tersebut lebih mudah bersaing di barisan depan.
Ada pula pendapat yang menyebut Honda masih kalah dari KTM, terutama dalam akselerasi dan kecepatan di lintasan lurus. Sebaliknya, Honda dianggap memiliki keunggulan saat memasuki tikungan.
Perbedaan karakter motor itulah yang dinilai memengaruhi hasil balapan sepanjang musim.
Feda Dinilai Tampil Konsisten
Banyak penggemar memberikan apresiasi terhadap perkembangan Feda Ega Pratama pada musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Feda dinilai mampu beradaptasi dengan cepat dan tetap konsisten mengumpulkan poin. Bahkan, beberapa komentar menyebut pencapaiannya sejauh ini sudah melebihi ekspektasi.
Sebagian warganet juga mengingatkan agar publik tidak memberikan tekanan berlebihan kepada Feda. Mereka berharap pembalap muda tersebut tetap mendapat dukungan penuh agar bisa terus berkembang menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Hakim Danish Tak Bisa Diabaikan
Di tengah sorotan terhadap Feda dan Brian Uriarte, nama Hakim Danish juga dinilai masih berpeluang ikut memperebutkan gelar Rookie of the Year.
Dengan koleksi 43 poin, pembalap Malaysia tersebut dianggap terus menunjukkan peningkatan performa dari satu seri ke seri berikutnya. Beberapa penggemar bahkan memprediksi persaingan gelar rookie terbaik musim ini akan menjadi pertarungan tiga pembalap hingga akhir kejuaraan.
Peluang Masih Terbuka
Dengan selisih hanya satu poin antara Brian Uriarte dan Feda Ega Pratama, persaingan Rookie of the Year dipastikan masih jauh dari kata selesai.
Banyak penggemar optimistis Feda mampu merebut posisi teratas apabila terus tampil konsisten pada seri-seri berikutnya. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa hasil akhir tidak hanya ditentukan kemampuan pembalap, melainkan juga faktor motor, strategi tim, hingga keberuntungan sepanjang musim.
Karena itu, setiap balapan diperkirakan akan menjadi penentu penting dalam perebutan gelar Rookie of the Year Moto3 2026 yang kini semakin menyita perhatian pecinta balap motor dunia.
Editor : Maylanni Diana Fitri