Trenggalek Njenggelek – Klasemen Rookie of the Year Moto3 2026 kembali menjadi sorotan setelah persaingan antara Feda Ega Pratama dan Brian Uriarte semakin ketat. Hanya terpaut satu poin, kedua pembalap muda tersebut kini menjadi kandidat terkuat dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.
Brian Uriarte masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 67 poin. Namun posisinya belum sepenuhnya aman karena Feda Ega Pratama terus membayangi di peringkat kedua dengan 66 poin. Selisih yang sangat tipis itu membuat satu balapan saja berpotensi mengubah peta persaingan.
Sementara itu, pembalap Malaysia Hakim Danish menempati posisi ketiga dengan 43 poin. Meski tertinggal cukup jauh dari dua rivalnya, peluangnya untuk terus bersaing masih terbuka apabila mampu tampil konsisten pada seri-seri berikutnya.
Selisih Satu Poin Jadi Perdebatan
Tipisnya jarak antara Brian Uriarte dan Feda Ega Pratama langsung memicu banyak diskusi di kalangan pecinta Moto3. Sebagian besar penggemar menilai persaingan Rookie of the Year musim ini menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak yang meyakini Feda hanya membutuhkan satu hasil finis lebih baik untuk merebut posisi puncak. Sebaliknya, pendukung Uriarte percaya pembalap Red Bull KTM Ajo itu memiliki modal pengalaman dan konsistensi yang cukup untuk mempertahankan keunggulan hingga akhir musim.
Tak sedikit pula yang memprediksi duel keduanya akan terus berlangsung sengit hingga seri penutup.
Honda Team Asia Jadi Sorotan Penggemar
Selain membahas persaingan dua pembalap, komentar warganet juga banyak mengarah kepada performa Honda Team Asia.
Sejumlah penggemar berpendapat Feda Ega Pratama telah mengeluarkan kemampuan terbaiknya meski mengendarai motor yang dinilai belum mampu bersaing secara konsisten dengan paket KTM.
Menurut mereka, peningkatan setelan motor dan strategi balapan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar Feda bisa lebih sering bertarung di kelompok terdepan.
Meski demikian, ada pula yang menilai faktor motor bukan satu-satunya penentu hasil balapan. Konsistensi, adaptasi terhadap karakter sirkuit, hingga keberuntungan tetap menjadi bagian penting dalam perebutan poin sepanjang musim.
Uriarte Dinilai Semakin Matang
Di sisi lain, Brian Uriarte juga mendapat banyak apresiasi. Pembalap asal Spanyol itu dianggap menunjukkan perkembangan yang sangat pesat sejak awal musim.
Beberapa penggemar menilai performanya semakin stabil, terutama saat tampil di sirkuit-sirkuit Eropa. Hal tersebut membuatnya mampu mengumpulkan poin secara konsisten dan mempertahankan posisi teratas dalam klasemen rookie.
Meski demikian, mereka juga mengingatkan bahwa keunggulan satu poin bukanlah margin yang aman mengingat masih banyak seri yang harus dijalani.
Dukungan untuk Feda Terus Mengalir
Di tengah ketatnya persaingan, dukungan kepada Feda Ega Pratama terus berdatangan. Banyak penggemar meminta publik tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pembalap muda Indonesia tersebut.
Mereka menilai musim debut Feda sudah berjalan sangat positif. Kemampuannya beradaptasi dengan cepat di Kejuaraan Dunia Moto3 dinilai menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik dunia.
Dengan selisih hanya satu poin dari Brian Uriarte, peluang Feda untuk mengambil alih posisi puncak Rookie of the Year masih terbuka lebar. Persaingan dipastikan akan semakin menarik pada seri-seri berikutnya, ketika setiap poin menjadi sangat menentukan dalam perebutan gelar rookie terbaik Moto3 2026.
Editor : Maylanni Diana Fitri