JAKARTA - Pemerintah secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penentuan lambang negara kali ini melibatkan partisipasi langsung masyarakat melalui sistem pemungutan suara (polling) secara terbuka.
Polling nasional yang berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Juni 2026, berhasil menarik antusiasme yang luar biasa. Tercatat sebanyak 68.569 partisipan ikut menyumbangkan suara mereka, mencakup representasi masyarakat dari 38 provinsi di Indonesia hingga kelompok diaspora di luar negeri.
Baca Juga: Kloter Disatukan, Jemaah Haji Pulang Serentak, Tiga Jemaah Wafat di Tanah Suci
Filosofi Keragaman Motif Nusantara
Dari total lima kandidat desain terbaik yang masuk dalam tahap sayembara final, logo karya Fajar Novario sukses keluar sebagai pemenang mutlak. Pemuda berbakat asal Padang, Sumatera Barat, ini berhasil mengantongi 44,73% suara dari total pemilih.
Desain buatan Fajar dinilai memiliki kedalaman filosofi yang sangat kuat. Secara visual, ia berhasil mengeksplorasi dan menyatukan kekayaan motif tradisional dari berbagai daerah di Nusantara. Kombinasi ini dinilai sukses merepresentasikan semangat persatuan dan kekayaan budaya Indonesia.
Baca Juga: Askab Belum Minta Maaf Resmi, Hanya Dilakukan secara Pribadi, Evaluasi Tata Kelola Administrasi
Apresiasi Berlimpah untuk Masyarakat
Sebagai bentuk apresiasi atas tingginya keterlibatan publik, pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan kepada sang desainer utama, tetapi juga membagikan hadiah kepada 300 masyarakat beruntung yang ikut memilih.
Hadiah tersebut dibagi rata ke dalam tiga kategori:
- 100 Partisipan: Mendapatkan undangan resmi untuk menghadiri langsung upacara peringatan HUT RI ke-81.
- 100 Partisipan: Menerima paket merchandise eksklusif edisi terbatas HUT RI ke-81.
- 100 Partisipan: Memperoleh dana pendidikan masing-masing sebesar Rp8,1 juta—sebuah angka nominal simbolis yang disesuaikan dengan usia kemerdekaan Indonesia tahun ini.
Baca Juga: Gila dan Langka! Gol Kiper Sevilla Bono di Menit 94 Bikin Real Valladolid Gigit Jari, Kok Bisa?
Melalui langkah inovatif ini, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dilibatkan langsung dalam mengukir sejarah visual kemerdekaan bangsa. (*)
Editor : Juwita Ratnasari