Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam Lebih dari 24 Jam, Water Bombing Tertunda, Asap Tebal Paksa Puluhan Warga Mengungsi

Muhammad Fadli Ardiansyah • Kamis, 2 Juli 2026 | 14:42 WIB
Asap pekat membumbung saat petugas berupaya memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten.
Asap pekat membumbung saat petugas berupaya memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten.

TANGERANG – Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih belum berhasil dipadamkan setelah berlangsung lebih dari 24 jam.

Api yang membakar tumpukan sampah seluas sekitar dua hektare terus menyala di sejumlah titik, sementara rencana pemadaman melalui water bombing belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Baca Juga: Siap-Siap Kantong Lebih Hemat! Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Turun Juli 2026, Cek Rincian Harga Pertamax Terbaru Disini!

Asap pekat akibat kebakaran TPA Jatiwaringin juga masih membumbung tinggi dan terbawa angin hingga mengganggu permukiman warga di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut memaksa pemerintah daerah mengevakuasi puluhan warga yang terdampak paling parah demi menghindari risiko gangguan kesehatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan.

 Selain pemadaman darat, upaya water bombing menggunakan helikopter disiapkan karena sebagian titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Titik Api Sulit Dijangkau

Dari pantauan di lapangan, api masih terlihat muncul di beberapa bagian gunungan sampah. Petugas mengalami kendala karena sumber api berada di bagian atas dan dalam timbunan sampah sehingga akses menuju lokasi sangat terbatas.

Cuaca panas yang berlangsung selama beberapa hari terakhir ditambah embusan angin kencang membuat kobaran api terus merambat ke area lain.

Material sampah yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api meski proses penyemprotan air terus dilakukan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menduga kebakaran dipicu kondisi cuaca ekstrem saat musim kemarau.

Menurutnya, titik api sempat muncul di bagian belakang area TPA sebelum akhirnya membesar akibat terpaan angin.

Baca Juga: Divonis 10 Tahun, Hakim Sebut Perbuatan Nadiem Dilakukan Secara Terencana dalam Kasus Chromebook!

Water Bombing Belum Dilaksanakan

Sebelumnya, BNPB merencanakan pelaksanaan water bombing pada Rabu pukul 14.00 WIB. Namun hingga siang hari, helikopter belum juga diterjunkan ke lokasi.

Bupati Tangerang, Muhammad Maesyal Rasyid, menjelaskan keterlambatan tersebut disebabkan proses persiapan helikopter dan perlengkapan bucket yang masih dilakukan di Pangkalan Pondok Cabe.

 Setelah seluruh persiapan selesai, helikopter akan langsung menuju lokasi kebakaran.

Menurutnya, upaya pemadaman dari udara menjadi pilihan karena masih terdapat beberapa titik api yang tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran dari darat.

"Puncak timbunan sampah menjadi lokasi yang paling sulit dipadamkan. Karena itu diperlukan bantuan pemadaman melalui udara," ujarnya.

Puluhan Warga Dievakuasi

Asap tebal dari kebakaran tidak hanya mengganggu aktivitas petugas, tetapi juga berdampak terhadap masyarakat di sekitar TPA. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengevakuasi sekitar 30 kepala keluarga atau 62 jiwa dari wilayah yang paling terdampak.

Seluruh warga ditempatkan di kantor desa yang telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian sementara.

Pemerintah juga menyediakan kebutuhan dasar seperti kasur, selimut, hingga layanan kesehatan melalui puskesmas setempat.

Selain pengungsian, petugas membagikan masker dan kacamata pelindung kepada warga maupun personel yang masih bertugas di sekitar lokasi kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap yang semakin pekat akibat tiupan angin.

Pemerintah daerah juga terus memantau arah pergerakan asap.

 Jika wilayah terdampak semakin meluas, evakuasi tambahan akan segera dilakukan terhadap masyarakat yang berada di jalur sebaran asap.

Aktivitas TPA Masih Berlangsung

Meski kebakaran belum sepenuhnya padam, aktivitas pengiriman sampah ke TPA Jatiwaringin masih terlihat berlangsung. Sejumlah truk pengangkut sampah tetap masuk ke area TPA, meski sebelumnya proses pengolahan sempat dihentikan sementara.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi kebakaran karena asap dinilai membahayakan kesehatan.

Petugas juga terus melakukan pendinginan di sejumlah titik sambil menunggu operasi water bombing dimulai.

Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BNPB berharap bantuan helikopter dapat mempercepat pemadaman sehingga kebakaran TPA Jatiwaringin segera terkendali dan dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Editor : Muhammad Fadli Ardiansyah
##Kebakaran TPA Jatiwaringin ##Water Bombing BNPB