Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Leaders' Retreat Hasilkan 26 Kesepakatan, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia-Singapura

Jonathan Alinskie Winata • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:44 WIB
Prabowo dan Lawrence Wong sepakati 26 kerja sama strategis, memperkuat hubungan Indonesia-Singapura demi stabilitas dan kemakmuran kawasan.
KEMITRAAN STRATEGIS: Prabowo dan Lawrence Wong sepakati 26 kerja sama strategis, memperkuat hubungan Indonesia-Singapura demi stabilitas dan kemakmuran kawasan.

Kerja sama Indonesia Singapura kembali diperkuat setelah Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menggelar Leaders' Retreat yang menghasilkan 26 capaian konkret di berbagai sektor strategis.

Kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara yang selama ini dikenal sebagai mitra utama di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pernyataan bersama usai pertemuan, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa kerja sama Indonesia Singapura mencakup 18 kesepakatan antarpemerintah serta delapan kesepakatan business to business.

Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan semakin luas dan mendalamnya hubungan kedua negara.

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Lawrence Wong beserta delegasi Singapura yang datang ke Indonesia untuk mengikuti Leaders' Retreat.

Ia menilai forum tersebut menjadi bukti nyata hubungan istimewa yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Singapura sebagai negara bertetangga.

Hubungan Bilateral Berorientasi Masa Depan

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama untuk menjaga stabilitas serta kemakmuran kawasan.

Menurutnya, perdamaian tidak akan tercipta tanpa adanya upaya berkelanjutan dari seluruh pihak.

Ia mengatakan hubungan kedua negara dibangun di atas semangat saling percaya, keterbukaan, dan penyelesaian persoalan melalui dialog apabila terjadi perbedaan pandangan.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 3 Km

Pendekatan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kemitraan jangka panjang.

Selain membahas isu bilateral, kedua pemimpin juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan regional dan global yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat di kedua negara.

Ekonomi Tetap Menjadi Pilar Utama

Dalam pertemuan tersebut, sektor ekonomi menjadi fokus utama pembahasan.

Kedua negara sepakat memperkuat perdagangan, investasi, hingga konektivitas lintas sektor.

Indonesia juga menunjuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai mitra implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat kolaborasi di bidang energi sekaligus mendukung kebutuhan listrik kawasan.

Tak hanya itu, Indonesia dan Singapura juga memperluas kolaborasi pada sektor ekonomi digital, pengembangan ekosistem digital, serta keamanan siber.

Berbagai pembahasan tersebut telah menghasilkan sejumlah langkah konkret yang akan segera ditindaklanjuti.

Di bidang pangan, kedua negara berkomitmen memperkuat rantai pasok agar ketahanan pangan semakin terjamin.

Sementara pada sektor pertahanan, Indonesia dan Singapura sepakat mengimplementasikan perjanjian kerja sama pertahanan yang sebelumnya telah disepakati.

Konektivitas Antarmasyarakat Diperkuat

Prabowo menegaskan bahwa hubungan yang kuat tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat kedua negara.

Karena itu, penguatan konektivitas di sektor pariwisata, pendidikan, hingga pertukaran pemuda akan terus menjadi prioritas.

Menurutnya, hubungan antarmasyarakat akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Singapura di masa mendatang.

Tahun depan, kedua negara juga akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik.

Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis.

Sepakat Jaga Stabilitas Kawasan

Dalam isu regional, Indonesia dan Singapura kembali menegaskan dukungan terhadap penyelesaian sengketa melalui dialog dan diplomasi sesuai semangat ASEAN.

Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional yang vital.

Indonesia dan Singapura, bersama Malaysia serta Thailand, akan terus berkoordinasi agar kawasan tersebut tetap aman, bebas dilalui seluruh negara, serta terlindungi dari ancaman pencemaran, kecelakaan pelayaran, maupun aksi perompakan.

Menurut Prabowo, komitmen tersebut sejalan dengan ketentuan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 yang menjamin kebebasan navigasi di Selat Malaka.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia dan Singapura harus terus menjadi mitra strategis yang saling menguntungkan.

Baca Juga: Pilot AMA Air Nicholas F. Goselin Berhasil Dievakuasi, TNI Kejar Pelaku Penembakan di Yahukimo

Ia menilai hubungan yang harmonis tidak hanya memberikan manfaat bagi rakyat kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran seluruh kawasan Asia Tenggara.

Editor : Jonathan Alinskie Winata
#Lawrence Wong #Indonesia Singapura #Kerja Sama Strategis #Prabowo Subianto #investasi