Prabowo Bahas Koperasi Desa Merah Putih, Target 30.000 Koperasi Beroperasi pada Akhir 2026

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:05 WIB
Prabowo membahas Koperasi Desa Merah Putih dalam rapat terbatas dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada akhir 2026 (Pinterest).
Prabowo membahas Koperasi Desa Merah Putih dalam rapat terbatas dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada akhir 2026 (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis. Rapat membahas perkembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, kondisi ekonomi terkini, hingga strategi hilirisasi untuk memperkuat perekonomian nasional.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Presiden juga menargetkan sebanyak 30.000 koperasi dapat beroperasi pada akhir 2026.

Saat ini, pemerintah menyebut telah terdapat 1.061 koperasi yang sudah berjalan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan di tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga: 5 Film Action Indonesia Terbaru yang Wajib Ditonton, Mencuri Raden Saleh hingga The Big 4

Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Program Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta.

Satu per satu jajaran menteri datang ke kompleks Istana Kepresidenan untuk mengikuti agenda tersebut.

Rapat difokuskan pada sejumlah program ekonomi pemerintah, termasuk perkembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, kondisi ekonomi nasional, serta strategi hilirisasi yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa rapat juga membahas ketahanan energi sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi.

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Sebelum rapat berlangsung, Presiden meminta Menteri Koordinator Bidang Pangan beserta jajaran terkait agar memfokuskan perhatian pada peningkatan pelayanan koperasi.

Langkah tersebut bertujuan agar Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih mampu menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Selain itu, koperasi diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan yang lebih optimal.

Pemerintah menempatkan program koperasi sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat di daerah.

Target 30.000 Koperasi Beroperasi pada Akhir 2026

Dalam rapat terbatas tersebut, pemerintah mengungkapkan target pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Presiden menargetkan sebanyak 30.000 koperasi telah beroperasi pada akhir 2026.

Sementara itu, berdasarkan perkembangan yang disampaikan dalam rapat, saat ini sudah terdapat 1.061 koperasi yang telah berjalan.

Pemerintah akan terus mempercepat pengembangan koperasi agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai sesuai rencana.

Baca Juga: Anime Winter 2026 Makin Panas, Jujutsu Kaisen Season 3 hingga Frieren Season 2 Dominasi Perbincangan

Hilirisasi dan Ketahanan Energi Masuk Agenda Pembahasan

Selain koperasi, rapat terbatas juga membahas perkembangan ekonomi nasional.

Pemerintah turut menyoroti strategi hilirisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian.

Dalam keterangannya disebutkan bahwa pembahasan juga mencakup sektor ketahanan energi.

Pemerintah menilai berbagai program tersebut saling berkaitan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Menteri Bahas Program Ekonomi Prioritas

Dalam penjelasan kepada media, disampaikan bahwa agenda rapat meliputi beberapa program ekonomi pemerintah.

Selain perkembangan koperasi, pembahasan mencakup perkembangan ekonomi secara umum.

Selanjutnya, pemerintah juga membahas hilirisasi yang menjadi salah satu fokus pembangunan.

Ketahanan energi turut menjadi bagian dari agenda yang dibahas dalam rapat terbatas tersebut.

Kekeringan Landa Tangerang dan Sukabumi

Selain perkembangan program pemerintah, laporan juga menyoroti dampak musim kemarau di sejumlah daerah.

Kekeringan akibat kemarau panjang menyebabkan ratusan kepala keluarga di Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami krisis air bersih.

Warga Kampung Cirabun, Desa Kosambi Dalam, tampak mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang.

Sejak musim kemarau melanda, sumur bor dan sumber air tanah milik warga mengering.

Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama sekitar dua bulan.

Baca Juga: Rekomendasi Anime Spring 2026: Deretan Anime Wajib Tonton Versi YouTuber, Witch Hat Atelier hingga Steel Ball Run

Warga Terpaksa Membeli Air Bersih

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus membeli air dari tempat isi ulang maupun dari sumur milik warga di kampung lain.

Seorang warga menyebut wilayahnya yang dihuni lebih dari 200 kepala keluarga telah mengalami kesulitan air bersih selama kurang lebih dua bulan.

Bantuan air bersih menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kondisi Serupa Terjadi di Sukabumi

Krisis air bersih juga terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sejumlah warga di Cibadak mengantre bantuan air bersih yang disalurkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

Warga mengaku telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar dua bulan akibat sumber air yang mengering karena kemarau panjang.

BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan secara bergiliran.

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat enam kecamatan yang membutuhkan bantuan serupa.

Warga Berharap Bantuan Air Bersih Berlanjut

Masyarakat berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan air bersih secara rutin selama musim kemarau masih berlangsung.

Menurut warga, apabila harus terus membeli air bersih, pengeluaran rumah tangga akan semakin bertambah.

Karena itu, distribusi bantuan air bersih dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga kondisi sumber air kembali normal.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus menyalurkan bantuan secara bertahap kepada wilayah-wilayah yang telah melaporkan dampak kekeringan akibat kemarau panjang.

Baca Juga: 10 Anime Terlucu Versi Fenime, Dari Asobi Asobase hingga Saiki Kusuo yang Wajib Ditonton

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
hilirisasi ketahanan energi gibran rakabuming raka Prabowo Subianto Koperasi Desa Merah Putih