Fenomena Bediding Melanda Pulau Jawa, BMKG Jelaskan Penyebab dan Daftar Wilayah Bersuhu Terendah

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 16:20 WIB
Fenomena bediding melanda Pulau Jawa saat musim kemarau 2026. BMKG menjelaskan penyebab, waktu puncak, dan wilayah dengan suhu udara terendah (Pinterest).
Fenomena bediding melanda Pulau Jawa saat musim kemarau 2026. BMKG menjelaskan penyebab, waktu puncak, dan wilayah dengan suhu udara terendah (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Fenomena bediding mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Pulau Jawa seiring meluasnya musim kemarau 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi ini merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi setiap musim kemarau, bukan cuaca ekstrem maupun anomali cuaca.

Suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari mulai dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penurunan suhu ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang umum terjadi selama musim kemarau.

Prakirawan cuaca BMKG, Dina Ikke, menjelaskan bahwa fenomena bediding merupakan siklus tahunan yang rutin terjadi. Karena itu, masyarakat tidak perlu menganggap kondisi tersebut sebagai fenomena cuaca yang tidak biasa.

Baca Juga: Asal Usul Kucing Domestik Terungkap, Ternyata Bukan Berawal dari Mesir Kuno

Fenomena Bediding Muncul Saat Langit Cerah

BMKG menjelaskan bahwa bediding umumnya terjadi ketika langit berada dalam kondisi cerah dengan tutupan awan yang sangat sedikit.

Dalam situasi tersebut, panas yang tersimpan di permukaan bumi sepanjang siang hari lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara menurun lebih cepat sehingga udara terasa lebih dingin menjelang pagi.

Selain kondisi langit yang cerah, beberapa faktor lain turut memperkuat munculnya fenomena ini.

Kelembapan udara yang rendah membuat udara menjadi lebih kering. Curah hujan yang mulai berkurang selama musim kemarau juga mempercepat proses penurunan suhu.

Di sisi lain, dominasi aliran massa udara kering dari Benua Australia ikut berperan dalam membuat suhu udara malam hingga pagi hari menjadi lebih rendah.

Bukan Cuaca Ekstrem atau Anomali

BMKG menegaskan bahwa bediding bukan merupakan cuaca ekstrem maupun anomali atmosfer.

Fenomena ini merupakan bagian dari karakteristik musim kemarau yang hampir selalu muncul setiap tahun.

Meski dapat dirasakan di berbagai wilayah Pulau Jawa, intensitas bediding tidak selalu sama.

Menurut BMKG, kondisi atmosfer yang berkembang selama musim kemarau menjadi faktor utama yang menentukan kuat atau lemahnya penurunan suhu pada setiap tahun.

Selain itu, bediding juga tidak berlangsung setiap hari secara terus-menerus.

Baca Juga: Hotman Paris Ungkap Alasan Mundur sebagai Pengacara Febri Diansyah, Akui Baru Jalani Operasi Saraf di Singapura

Dataran Tinggi Lebih Merasakan Udara Dingin

BMKG menyebut fenomena bediding berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Namun, udara dingin biasanya lebih terasa di kawasan dataran tinggi maupun pegunungan.

Hal tersebut disebabkan proses pelepasan panas pada malam hari berlangsung lebih efektif dibandingkan wilayah dataran rendah.

Akibatnya, suhu udara di kawasan pegunungan cenderung turun lebih signifikan saat musim kemarau.

Peluang Bediding Memuncak Juli hingga Agustus

Menurut Dina Ikke, peluang munculnya fenomena bediding mulai meningkat sejak Juni.

Kondisi tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus ketika atmosfer semakin mendukung penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari.

Pada periode tersebut, masyarakat di berbagai wilayah dataran tinggi berpotensi merasakan udara yang jauh lebih dingin dibandingkan biasanya.

Wilayah Jawa Timur dengan Suhu Terendah

Fenomena bediding menyebabkan suhu udara di sejumlah daerah Jawa Timur turun cukup signifikan.

Berdasarkan keterangan BMKG, wilayah yang mengalami suhu terendah meliputi Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Trenggalek.

Daerah-daerah tersebut merupakan kawasan yang memiliki karakteristik geografis sehingga lebih mudah mengalami penurunan suhu saat musim kemarau.

Baca Juga: Prabowo Rombak Pejabat Kejaksaan Agung, Asep Nana Muliana Jadi Wakil Jaksa Agung

Suhu Dingin Juga Terjadi di Jawa Tengah

Di Jawa Tengah, udara dingin diperkirakan paling terasa di sejumlah wilayah dataran tinggi.

Wonosobo diperkirakan mengalami suhu berkisar 14 hingga 17 derajat Celcius.

Magelang berada pada kisaran 16 derajat Celcius.

Sementara Temanggung diprediksi memiliki suhu sekitar 13 hingga 19 derajat Celcius.

Adapun Salatiga diperkirakan mengalami suhu udara antara 16 hingga 19 derajat Celcius.

Wilayah-wilayah tersebut memang dikenal memiliki kondisi geografis yang mendukung terjadinya penurunan suhu saat musim kemarau.

Garut dan Ciwidey Ikut Mengalami Penurunan Suhu

Di Jawa Barat, fenomena bediding juga mulai dirasakan di beberapa daerah.

Garut menjadi salah satu wilayah dengan suhu udara terendah, yakni diperkirakan berkisar 11 hingga 17 derajat Celcius.

Selain Garut, kawasan Ciwidey juga diperkirakan mengalami udara yang cukup dingin.

Suhu rata-rata di wilayah tersebut berada di kisaran 15 derajat Celcius dan masih berpotensi turun lebih rendah dalam beberapa hari berikutnya.

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada terhadap Udara Dingin

Meski bukan termasuk cuaca ekstrem, fenomena bediding tetap membuat suhu udara malam hingga pagi hari menjadi lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami bediding disarankan menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas pada malam maupun pagi hari.

Fenomena ini diperkirakan masih akan berlangsung selama musim kemarau, terutama ketika kondisi atmosfer tetap mendukung penurunan suhu udara.

BMKG menegaskan bahwa bediding merupakan fenomena alam yang normal dan menjadi bagian dari dinamika musim kemarau di Indonesia. Intensitasnya dapat berubah setiap tahun, tetapi peluang kemunculannya cenderung meningkat pada pertengahan hingga puncak musim kemarau, khususnya di kawasan dataran tinggi Pulau Jawa.

Baca Juga: Prabowo Singgung Media, LSM, hingga Isu Indonesia Collapse dalam Pidato: "Kita Bukan Anak Kecil"

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
fenomena bediding musim kemarau 2026 suhu dingin Pulau Jawa cuaca Jawa bmkg