BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang di Jawa Timur, Bibit Siklon dan Monsun Australia Jadi Pemicu

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 16:25 WIB
BMKG menjelaskan angin kencang di Jawa Timur dipicu monsun Australia dan bibit siklon tropis. Kecepatan angin mencapai 30 km/jam (Pinterest).
BMKG menjelaskan angin kencang di Jawa Timur dipicu monsun Australia dan bibit siklon tropis. Kecepatan angin mencapai 30 km/jam (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab angin kencang yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. Berdasarkan pengamatan Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, kondisi tersebut dipicu oleh menguatnya angin monsun Australia yang diperkuat keberadaan bibit siklon tropis di sebelah timur Filipina.

BMKG mencatat kecepatan angin di wilayah pengamatan mencapai hingga 30 kilometer per jam, lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Selain memicu angin kencang, monsun Australia juga membawa massa udara dingin yang menyebabkan suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk kawasan Malang Raya, terasa lebih rendah.

BMKG: Angin Monsun Australia Sedang Menguat

Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur di Karangploso, angin yang bertiup saat ini memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.

Forecaster BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh menguatnya angin monsun Australia.

Selain itu, terdapat bibit siklon tropis di wilayah timur Filipina yang turut memberikan pengaruh tidak langsung terhadap peningkatan kecepatan angin di Jawa Timur.

Menurut BMKG, kombinasi kedua faktor tersebut membuat hembusan angin menjadi lebih kuat dari biasanya.

Baca Juga: Mobil Listrik di Bawah Rp300 Juta, Komparasi BYD Atto 1, Geely EX2 Max, dan Jaecoo J5 EV, Mana Paling Cocok?

Kecepatan Angin Mencapai 30 Km/Jam

BMKG mencatat kecepatan angin di wilayah pengamatan mencapai sekitar 30 kilometer per jam.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan kondisi normal yang umumnya terjadi di wilayah Jawa Timur.

Dalam keterangannya, forecaster BMKG mengatakan angin monsun Australia memang sedang mengalami penguatan.

Keberadaan bibit siklon tropis di sebelah timur Filipina semakin memperbesar pengaruh terhadap pola angin di kawasan tersebut.

Potensi Angin Kencang Masih Berlanjut

BMKG memperkirakan kondisi angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, potensi angin yang lebih kuat dari kondisi normal diperkirakan masih berlangsung selama dua hingga tiga hari berikutnya.

Karena itu, masyarakat diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG.

Baca Juga: Hotman Paris Mundur dari Kasus Febri Ardiansyah, Kondisi Kesehatan Jadi Alasan Utama

Monsun Australia Membawa Udara Dingin

Selain meningkatkan kecepatan angin, monsun Australia juga membawa massa udara yang lebih dingin.

Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Timur mengalami penurunan.

Salah satu daerah yang merasakan dampaknya adalah kawasan Malang Raya, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami udara lebih dingin dibandingkan biasanya.

BMKG menyebut kondisi tersebut merupakan dampak dari karakteristik massa udara yang dibawa oleh angin monsun Australia.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Seiring masih adanya potensi angin kencang, BMKG mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh angin kencang.

Risiko pohon tumbang dan papan reklame roboh menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama saat beraktivitas di ruang terbuka.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer dalam beberapa hari mendatang.

Dengan potensi angin kencang yang masih diperkirakan berlangsung hingga dua sampai tiga hari ke depan, kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk meminimalkan risiko akibat cuaca yang dipengaruhi oleh penguatan monsun Australia dan keberadaan bibit siklon tropis di timur Filipina.

Baca Juga: Kucing Sphynx Makin Populer, Kenali Sejarah, Keunggulan, dan Cara Merawat Si Kucing Botak

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
angin kencang Jawa Timur BMKG Jawa Timur monsun Australia bibit siklon tropis cuaca Jawa Timur