JAKARTA - Presiden BEM Unmul mundur setelah pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjadi sorotan publik. Universitas Mulawarman menghormati keputusan Hitan Hersyah Putra tersebut, namun menegaskan proses pengunduran diri harus ditempuh melalui mekanisme organisasi kemahasiswaan yang berlaku.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Mulawarman, Mohzar, menyatakan pernyataan pengunduran diri melalui media sosial belum cukup menjadi dasar administrasi organisasi. Kampus meminta Hitan menyampaikan surat pengunduran diri secara tertulis agar proses pergantian kepengurusan dapat berjalan sesuai aturan.
Menurut pihak universitas, langkah administratif tersebut penting untuk menjaga stabilitas organisasi mahasiswa sekaligus menghindari potensi gejolak di lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Baca Juga: Sepeda Listrik Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Pintar IoT, NFC, dan Baterai Awet Bebas Rugi
Universitas Mulawarman menegaskan bahwa keputusan Hitan Hersyah Putra untuk mundur sebagai Presiden BEM merupakan keputusan pribadi yang dihormati oleh pihak kampus.
Meski demikian, Mohzar mengingatkan bahwa pelepasan jabatan dalam organisasi kemahasiswaan tidak cukup hanya diumumkan melalui media sosial.
"Harus tertulis sehingga tidak ada gejolak dalam organisasi mahasiswa BEM KM yang ada. Harapan kita buat surat secara tertulis," ujar Mohzar pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak fakultas telah menjembatani komunikasi dengan Hitan. Dekan bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan disebut akan segera memanggil yang bersangkutan agar proses administrasi pengunduran diri dapat segera diselesaikan.
Dengan demikian, pergantian kepengurusan di organisasi mahasiswa dapat berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: Sepeda Listrik Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Canggih Baterai Awet Bebas Mahal
Dalam keterangannya, Mohzar menegaskan Universitas Mulawarman tidak memiliki kewenangan melarang mahasiswa bertemu siapa pun, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Menurutnya, pertemuan Hitan dengan Jokowi dilakukan atas kapasitas pribadi dan tidak mewakili institusi kampus maupun organisasi mahasiswa.
Namun demikian, pihak universitas menyayangkan keputusan tersebut dilakukan tanpa komunikasi terlebih dahulu dengan jajaran pengurus organisasi mahasiswa lainnya.
Kampus mengaku telah menghubungi Hitan dan berharap seluruh proses administrasi pengunduran dirinya dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat sehingga tidak menimbulkan persoalan lanjutan di internal organisasi.
Baca Juga: Sepeda Listrik Murah Terbaik 2026: Rekomendasi Fitur Canggih Baterai Lithium Awet Bebas Macet
Dalam pernyataan klarifikasinya, Hitan Hersyah Putra menegaskan bahwa pertemuannya dengan Joko Widodo tidak berkaitan dengan agenda politik, transaksi ekonomi, maupun konflik kepentingan.
Meski begitu, ia mengakui kehadirannya di kediaman Jokowi merupakan bentuk kelalaian dalam menjaga sensitivitas posisinya sebagai Presiden BEM.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Hitan memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa, civitas akademika Universitas Mulawarman, serta masyarakat atas polemik yang muncul setelah pertemuan tersebut menjadi perhatian publik.
Pihak universitas berharap proses pengunduran diri secara administratif segera diselesaikan sehingga pergantian kepemimpinan organisasi mahasiswa dapat berlangsung sesuai ketentuan dan tidak mengganggu jalannya organisasi.
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino