TRENGGELEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Brankas Jokowi berisi Rp6.000 triliun ramai dibicarakan di media sosial. Narasi tersebut menyebut polisi menemukan brankas raksasa berisi uang tunai dengan nilai fantastis di rumah mantan Presiden Joko Widodo di Solo. Namun, klaim itu dipastikan tidak benar dan video yang digunakan sebagai pendukung narasi disebut merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Informasi mengenai brankas Jokowi Rp6.000 triliun menjadi salah satu isu yang dibedah dalam segmen cek fakta. Narasi tersebut beredar melalui sejumlah platform, termasuk TikTok, Facebook, dan X. Dalam konten yang beredar, video memperlihatkan polisi seolah-olah sedang melakukan penggerebekan dan menemukan brankas berisi harta dalam jumlah fantastis.
Jika dihitung secara sederhana, nilai Rp6.000 triliun saja sudah menimbulkan pertanyaan besar. Angka tersebut bahkan disebut jauh melampaui skala anggaran negara dalam satu tahun. Karena itu, jumlah uang tunai sebesar itu berada di sebuah rumah dinilai tidak masuk akal secara logika maupun dari sisi penyimpanan dan distribusinya.
Baca Juga: Kim Hae-jin Dulu Heran dengan Megawati Hangestri, Kini Malah Jadi Sosok yang Selalu Nempel
Video Polisi Ternyata Dibuat dengan AI
Penelusuran terhadap video yang digunakan dalam narasi tersebut menemukan sejumlah kejanggalan. Gerakan orang-orang dalam video terlihat kaku dan tidak natural. Selain itu, pakaian polisi yang ditampilkan juga tidak sesuai dengan seragam kepolisian Indonesia.
Kejanggalan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa video bukan rekaman kejadian nyata. Dalam pembahasan cek fakta, video tersebut disebut telah diperiksa menggunakan metode atau akun yang digunakan untuk mengecek keaslian konten dan ditemukan indikasi kuat sebagai konten AI.
Yang lebih penting, video tersebut ternyata pertama kali muncul dari akun TikTok yang justru mencantumkan keterangan bahwa konten itu dibuat menggunakan AI. Pembuat awal video menggunakan teknologi tersebut untuk menghasilkan konten bernuansa animasi dengan narasi “Jokowi tamat” atau end game.
Masalah muncul ketika video tersebut diambil pihak lain, kemudian digabungkan dengan rekaman berbeda mengenai temuan emas dan uang di kawasan Sentul. Gabungan dua video itu lalu diberi narasi seolah-olah polisi menemukan brankas berisi Rp6.000 triliun di rumah Jokowi.
Video Berbeda Digabung Jadi Hoaks
Dalam pembahasan tersebut, temuan brankas di Sentul disebut berkaitan dengan emas sekitar 74 kilogram serta uang dalam berbagai mata uang. Namun, video itu tidak berkaitan dengan narasi tentang rumah Jokowi di Solo.
Konten yang awalnya merupakan video AI dan rekaman temuan di Sentul kemudian digabung untuk membangun cerita baru. Hasilnya, penonton diarahkan untuk percaya bahwa polisi telah menemukan harta dalam jumlah fantastis milik Jokowi. Padahal, tidak ada bukti dalam sumber tersebut yang menunjukkan adanya penemuan brankas Rp6.000 triliun di rumah Jokowi.
Klaim tersebut akhirnya dikategorikan sebagai informasi palsu. Selain tidak masuk akal dari sisi jumlah, pemeriksaan terhadap video juga menunjukkan bahwa konten tersebut telah direkayasa.
Baca Juga: Megawati Jadi Senjata Mematikan Hyundai Hillstate, Kim Yeon-koung dan Hojin Mulai Waspada
Diduga Cari View dan Manfaatkan Kebencian
Pembuat konten semacam ini disebut dapat memiliki beragam motif. Ada yang sekadar membuat konten hiburan, tetapi ada pula yang sengaja menyebarkan disinformasi untuk mendapatkan perhatian dan keuntungan.
Dalam kasus video brankas Jokowi Rp6.000 triliun, pembahasan cek fakta menduga terdapat motif mencari keuntungan melalui tingginya jumlah penonton, terutama lewat platform media sosial. Selain itu, konten tersebut dinilai memanfaatkan sentimen negatif atau kebencian terhadap Jokowi.
Komentar warganet menunjukkan bahwa sebagian pengguna media sosial benar-benar mempercayai narasi tersebut. Bahkan, ada komentar yang merespons video seolah-olah penggerebekan terhadap Jokowi benar-benar terjadi. Kondisi ini menunjukkan betapa mudahnya konten AI dan narasi provokatif memengaruhi persepsi publik apabila diterima tanpa verifikasi.
Jangan Telan Mentah Informasi Viral
Kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak langsung mempercayai informasi hanya karena dikemas dalam bentuk video. Pemeriksaan terhadap sumber asli, konteks video, pakaian dan gerakan dalam rekaman, hingga pencarian informasi pembanding menjadi langkah penting sebelum menyebarkan sebuah klaim.
Dengan demikian, narasi polisi menemukan brankas Jokowi berisi Rp6.000 triliun adalah hoaks. Video yang digunakan untuk memperkuat klaim tersebut merupakan gabungan konten yang tidak berkaitan dan salah satunya dibuat menggunakan AI.
Baca Juga: Pagar Rusak, Pengusaha Tanggung Jawab
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest