Dr. Tifa Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi, Ungkap Alasan dan Langkah Selanjutnya

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:35 WIB
Dr. Tifa mundur dari polemik ijazah Jokowi setelah 450 hari terlibat. Ia memilih fokus kembali pada bidang kesehatan, tetapi tetap siap menjadi ahli atau saksi di pengadilan (Pinterest).
Dr. Tifa mundur dari polemik ijazah Jokowi setelah 450 hari terlibat. Ia memilih fokus kembali pada bidang kesehatan, tetapi tetap siap menjadi ahli atau saksi di pengadilan (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Dr. Tifa mundur dari polemik ijazah Jokowi setelah sekitar 450 hari terlibat dalam kajian ilmiah sekaligus proses hukum yang berkaitan dengan perkara tersebut. Tifauzia Tiasuma alias Dr. Tifa menyatakan kontribusinya dalam mengkaji persoalan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo telah selesai.

Keputusan Dr. Tifa mundur dari polemik ijazah Jokowi disampaikan melalui tayangan di kanal YouTube Dr. Tifa Channel pada Kamis, 6 Agustus 2026. Ia mengatakan seluruh kajian ilmiah yang menjadi tanggung jawabnya telah dipublikasikan sehingga kini ingin kembali berkonsentrasi pada bidang keilmuan kesehatan.

Meski tidak lagi aktif mengawal perdebatan di ruang publik, Tifa menegaskan tetap bersedia memberikan keterangan apabila dibutuhkan dalam persidangan. Ia siap menjadi ahli maupun saksi fakta dalam perkara yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi.

Tifa Sebut Tugas Ilmiahnya Telah Selesai

Tifa menjelaskan keputusan tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan proses hukum yang masih berlangsung. Ia hanya memilih untuk memerdekakan dirinya dari keterlibatan aktif dalam polemik dan kembali menekuni bidang yang selama ini menjadi domain keilmuannya.

Selama sekitar 450 hari, Tifa mengaku telah melewati sejumlah tahapan hukum. Ia menyebut pernah berstatus sebagai saksi, terlapor, tersangka hingga terdakwa dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi.

Menurut Tifa, salah satu momentum penting terjadi pada 23 Juli 2026. Saat itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengabulkan eksepsi yang diajukannya. Perkembangan tersebut menjadi salah satu alasan bagi Tifa untuk mengevaluasi kembali keterlibatannya dalam polemik.

Ia kemudian mengambil keputusan bahwa bagian yang menjadi tanggung jawabnya telah ditunaikan.

“Sekali lagi terkait dengan persoalan ijazah, bagian saya sudah saya tunaikan. Jadi sudah cukup untuk saya,” ujar Tifa dalam pernyataannya.

Baca Juga: Brankas Jokowi Berisi Rp6.000 Triliun? Cek Fakta, Video Polisi Ternyata AI

Tetap Bersedia Jadi Ahli dan Saksi

Meskipun memilih mundur dari perdebatan publik, Tifa memastikan pintu untuk memberikan keterangan dalam proses hukum tetap terbuka. Ia menyatakan siap hadir apabila pengadilan membutuhkan keahliannya atau keterangannya sebagai saksi fakta.

Dengan demikian, keputusan mundur yang dimaksud Tifa lebih berkaitan dengan keterlibatan aktifnya di ruang publik. Ia tidak menyatakan berhenti membantu proses hukum apabila dibutuhkan oleh pengadilan.

Tifa juga menilai perjuangan mengenai polemik tersebut kini telah melibatkan lebih banyak ilmuwan. Ia menyebut sejumlah peneliti mulai bergerak dengan kajian masing-masing dan memberikan hasil yang menurutnya positif.

Salah satu yang disorot adalah kelompok yang disebut Tifa sebagai “trio Bon Jowi”. Ia menyebut kelompok tersebut berhasil memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara sehingga UGM harus membuka sejumlah dokumen terkait ijazah Jokowi yang dimohonkan sebagai informasi publik.

Kembali Fokus pada Dunia Kesehatan

Setelah menyatakan tugasnya dalam polemik ijazah selesai, Tifa kini memilih mengarahkan perhatian pada bidang kesehatan. Ia menyebut telah menerbitkan buku ketujuhnya yang berjudul Kontroversi Vaksin.

Buku tersebut, menurut Tifa, akan diluncurkan pada 17 Agustus 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Ia menyebut penerbitan buku itu sebagai momentum untuk kembali ke domain keilmuan yang selama ini ditekuninya.

Tifa menggambarkan keputusan tersebut sebagai bentuk “hijrah” dari polemik ijazah menuju dunia kesehatan. Ia berharap seluruh pihak memahami pilihannya tersebut.

Meski demikian, Tifa menegaskan perjuangannya untuk menegakkan kebenaran tidak berhenti. Ia mengatakan akan terus menjalankan perjuangan tersebut melalui bidang keilmuan kesehatan dengan sikap konsisten dan bertanggung jawab.

Dengan keputusan itu, Dr. Tifa mundur dari polemik ijazah Jokowi dalam konteks keterlibatan aktif di ruang publik. Namun, ia tetap membuka kemungkinan hadir di persidangan sebagai ahli atau saksi fakta apabila keterangannya dibutuhkan dalam proses hukum.

Baca Juga: Praperadilan Dr Tifa 13 Agustus, Roy Suryo Tetap Dukung meski Pilih Hijrah dari Polemik Ijazah Jokowi

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
polemik ijazah Jokowi Pengadilan Negeri Jakarta Timur Dr. Tifa 450 hari ijazah jokowi