Judul: Gempa Flores NTT Magnitudo 7,7, Korban Meninggal Capai 69 Jiwa

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Gempa Flores NTT magnitudo 7,7 menewaskan 69 orang. Puluhan ribu warga mengungsi dan pemerintah mempercepat penanganan darurat (Pinterest).
Gempa Flores NTT magnitudo 7,7 menewaskan 69 orang. Puluhan ribu warga mengungsi dan pemerintah mempercepat penanganan darurat (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Gempa Flores NTT dengan magnitudo 7,7 memicu penanganan darurat berskala besar. Hingga 18 Agustus 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 69 orang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Puluhan ribu warga juga terpaksa mengungsi di ratusan titik pengungsian.

Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026. Penetapan tersebut dilakukan untuk mempercepat mobilisasi bantuan sekaligus proses evakuasi korban di wilayah terdampak.

Pemerintah pusat bersama jajaran pemerintah daerah kini mempercepat penanganan pascabencana. Tim gabungan lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menko PMK Pratikno telah turun langsung ke sejumlah wilayah yang disebut terdampak paling parah, termasuk Sika dan Manggarai.

Baca Juga: Mikutopia Batu, Wisata Tematik Dunia Jamur dengan Puluhan Wahana dan Spot Foto

Bantuan Logistik Dikirim ke Wilayah Terisolasi

Pemerintah telah menyalurkan lebih dari 52 ton bantuan logistik pusat serta 50.000 paket sembako dari bantuan presiden untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Distribusi bantuan menghadapi tantangan karena sejumlah wilayah mengalami keterisolasian. Jalur Transflores lumpuh akibat longsor sehingga pengiriman bantuan melalui jalur darat menjadi terkendala.

Untuk menembus wilayah yang sulit dijangkau, bantuan dikirim menggunakan pesawat logistik dan helikopter. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar warga di lokasi terdampak tetap dapat dipenuhi meski akses transportasi terganggu.

Penanganan juga diarahkan pada kebutuhan korban luka dan keterbatasan fasilitas kesehatan. Kementerian Kesehatan mendirikan dua unit rumah sakit lapangan yang ditempatkan di Ruteng dan Nagekeo.

Pendirian rumah sakit lapangan menjadi salah satu langkah untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia setelah fasilitas medis mengalami keterbatasan. Pemerintah juga menyiapkan renovasi rumah sakit yang ada.

Dalam penjelasan di lapangan, pemerintah menyebut kondisi rumah sakit yang ada membuat sebagian layanan harus dilakukan menggunakan tenda di luar bangunan. Karena itu, layanan kesehatan dinilai perlu segera disiapkan untuk menangani korban luka, termasuk pasien dengan patah tulang dan kondisi lainnya.

Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya kerja bersama dengan aparat daerah dalam menangani dampak gempa. Selain penanganan fisik, dukungan trauma healing bagi anak-anak turut disediakan di lokasi pengungsian.

Fokus pada Kebutuhan Pengungsi

Selain evakuasi dan layanan kesehatan, pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada kelayakan hidup warga yang mengungsi di tenda darurat.

Sebanyak 45 dapur umum telah tersebar di wilayah terdampak. Dapur-dapur tersebut menyediakan makanan bagi para pengungsi yang membutuhkan bantuan selama berada di lokasi penampungan.

Kebutuhan air bersih dan sanitasi juga menjadi perhatian. Kementerian PUPR mulai memasang fasilitas air bersih portabel serta toilet darurat di sejumlah pusat pengungsian utama.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi krisis air dan sanitasi selama warga masih bertahan di lokasi pengungsian. Ketersediaan makanan, air bersih, fasilitas sanitasi, serta layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan warga terdampak.

Dengan status tanggap darurat yang berlaku hingga 28 Agustus 2026, pemerintah pusat dan daerah terus melakukan penanganan secara terpadu. Fokus penanganan mencakup evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, distribusi bantuan ke wilayah terisolasi, serta penyediaan layanan kesehatan bagi korban gempa Flores NTT.

Baca Juga: Mikutopia Kota Batu, Wisata Dunia Dongeng dengan 20 Wahana dan Spot Foto Colorful

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Gempa Flores NTT Flores bnpb bencana alam Gempa NTT