TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Gempa NTT bermagnitudo 7,7 menyebabkan puluhan korban jiwa di Kabupaten Nagekeo. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 38 orang meninggal dunia akibat gempa hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 15.00.
Data tersebut disampaikan Kepala BNPB Suhariyanto dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia. Selain korban meninggal, BNPB mencatat dua orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.
Suhariyanto juga menyebut sekitar 2.000 warga Kabupaten Nagekeo mengungsi secara mandiri setelah gempa mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
BNPB sementara mencatat sejumlah kerusakan akibat gempa. Kerusakan tersebut meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan. Selain itu, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum mengalami kerusakan ringan, serta enam kantor pemerintahan terdampak.
Baca Juga: Dunia Jamur Penuh Warna Hadir di Kota Batu, Ada 200+ Spot Foto dan 25 Wahana
Data Korban Masih Berbeda
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Lakalina menyampaikan data korban dari sejumlah wilayah terdampak yang berbeda dengan laporan BNPB.
Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, korban meninggal tercatat tiga orang di Kabupaten Sikka, satu orang di Kabupaten Nagekeo, 14 orang di Kabupaten Manggarai, 14 orang di Kabupaten Manggarai Timur, dan satu orang di Kabupaten Manggarai Barat.
Untuk korban luka, pemerintah daerah mencatat 23 orang. Rinciannya enam orang di Kabupaten Sikka, 13 orang di Kabupaten Ende, dan empat orang di Kabupaten Manggarai.
Melki menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara. Proses pencarian, evakuasi, dan pendataan korban masih berlangsung di sejumlah lokasi terdampak.
Perbedaan data tersebut menunjukkan proses pendataan korban masih berjalan pada hari pertama setelah gempa. Pemerintah terus melakukan pencarian dan evakuasi di wilayah yang terdampak guncangan maupun longsor.
Selain korban jiwa, gempa menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur di sejumlah wilayah Flores. Di Kabupaten Sikka, kerusakan dilaporkan terjadi di Terminal Pelabuhan L. Say Maumere. Kerusakan juga ditemukan di sejumlah wilayah Kabupaten Ende.
Sejumlah ruas jalan yang terdampak longsor mulai ditangani pemerintah melalui Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi NTT, serta Dinas PUPR kabupaten di wilayah Flores.
Pemulihan layanan dasar juga menjadi perhatian pemerintah. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan listrik mulai kembali mendapat pasokan. Sementara jaringan telekomunikasi dipulihkan secara bertahap.
Pemerintah Prioritaskan Pengungsi
Pemerintah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengerahkan sumber daya untuk mempercepat penanganan bencana dan pemulihan layanan dasar masyarakat.
Selain pencarian dan evakuasi korban, kebutuhan warga yang mengungsi menjadi prioritas. Pemerintah memastikan ketersediaan makanan, minuman, tempat tinggal sementara, tenda, dan selimut bagi warga yang rumahnya rusak atau tidak dapat ditempati.
Pemerintah pusat juga mengerahkan kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung penanganan di lapangan. Kementerian PUPR menyiapkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk membantu penanganan bencana, sementara unsur TNI dan aparat kewilayahan turut dipersiapkan untuk mendukung operasi.
Gempa kuat bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut bukan dipicu aktivitas zona megathrust, melainkan pergerakan Flores Back Arc Thrust atau sesar naik busur belakang Flores.
BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Maumere, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa dangkal tersebut kemudian menimbulkan dampak pada sejumlah wilayah Flores, termasuk korban jiwa, kerusakan bangunan, longsor, serta gangguan layanan dasar.
Hingga pendataan terus diperbarui, pemerintah masih berfokus pada pencarian dan evakuasi korban, penanganan warga terdampak, serta pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah NTT.
Baca Juga: Judul: Gempa Flores NTT Magnitudo 7,7, Korban Meninggal Capai 69 Jiwa
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest