Seruan Boikot dan Rating Buruk Menggema, Kondisi Bank Mandiri Terancam Kehilangan Nasabah

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Kondisi Bank Mandiri terancam krisis kepercayaan. Netizen serukan boikot, pindah saldo ke BCA, hingga beri bintang 1 untuk aplikasi Livin
Kondisi Bank Mandiri terancam krisis kepercayaan. Netizen serukan boikot, pindah saldo ke BCA, hingga beri bintang 1 untuk aplikasi Livin'.

JAKARTA - Kondisi Bank Mandiri kini berada di ujung tanduk meny menyusul menggema seruan boikot, penarikan dana massal, hingga pengosongan rekening oleh para nasabahnya. Gelombang protes dari masyarakat luas ini meledak sebagai reaksi atas tindakan Bank Mandiri yang memblokir secara sepihak rekening milik aktivis asal Pati, Jawa Tengah, bernama Mas Botok (Supriono).

Rekening Bank Mandiri atas nama Mas Botok tersebut menampung dana donasi masyarakat sebesar Rp80 juta yang rencananya akan digunakan untuk membiayai kebutuhan logistik aksi demonstrasi pada 27 Agustus mendatang di Jakarta. Pemblokiran dana donasi secara mendadak tanpa adanya status tersangka, terdakwa, maupun keputusan pengadilan terhadap pemilik rekening memicu amarah dan kekecewaan mendalam dari warganet di media sosial.

Meski pihak manajemen Bank Mandiri sempat memberikan klarifikasi bahwa tindakan pembekuan tersebut dilakukan atas perintah dan permintaan aparat penegak hukum, penjelasan tersebut dinilai tidak memuaskan publik. Warganet menilai tindakan bank tidak independen dan menuntut agar manajemen menunjukkan surat perintah resmi dari aparat penegak hukum yang menjadi dasar pemblokiran rekening.

Baca Juga: Muktamar NU Disebut Jadi 'Jalan Seksi' Partai Politik Memburu Suara Nahdliyin

Kecewa dengan respons manajemen, netizen ramai-ramai melancarkan aksi protes secara nyata. Di berbagai platform media sosial, khususnya Threads dan X, beredar tangkapan layar serta rekaman video mutasi rekening yang memperlihatkan nasabah memindahkan seluruh saldo simpanan mereka ke bank lain, seperti BCA dan SiBank. Banyak dari mereka mengosongkan rekening tabungan pribadi, saldo valuta asing (valas), hingga meminta bagian HRD perusahaan untuk menghentikan skema payroll gaji melalui Bank Mandiri.

Tidak hanya mengosongkan saldo, gerakan massa digital juga merembet pada aksi penurunkan reputasi aplikasi mobile perbankan milik Bank Mandiri, yaitu Livin' by Mandiri. Para pengguna menyuarakan kampanye memberikan ulasan atau rating bintang satu di toko aplikasi dan ramai-ramai mengunggah bukti penghapusan (uninstall) aplikasi Livin' dari telepon genggam mereka sebagai bentuk protes atas tindakan sepihak bank.

Kritik pedas juga datang dari kalangan publik figur. Artis Jefri Nichol turut menyuarakan sindiran melalui akun media sosialnya. Ia menyebut tindakan Bank Mandiri sangat menakutkan karena dinilai mudah diintervensi oleh perintah aparat penegak hukum untuk membekukan rekening milik aktivis yang hendak menyampaikan aspirasi secara sah di muka umum.

Baca Juga: Sejarah Muktamar NU: Dari Mbah Bisri yang Menolak hingga Gus Dur Jadi Ketua Umum

Warganet membandingkan penanganan kasus ini dengan penindakan terhadap pelaku kejahatan sistemik. Publik menyayangkan mengapa dana donasi warga sebesar Rp80 juta yang diperuntukkan bagi aksi penyampaian pendapat justru dibekukan secara cepat, sementara rekening milik para pelaku kriminal korporasi dan koruptor dinilai sering kali aman dari pembekuan serta intervensi langsung.

Kondisi Bank Mandiri saat ini memicu ketakutan massal di kalangan masyarakat sipil dan pelaku bisnis. Nasabah merasa privasi dan kerahasiaan dana simpanan mereka dapat dibekukan sewaktu-waktu tanpa kejelasan prosedur hukum. Kekhawatiran ini berdampak pada potensi kerugian saingan bisnis yang dapat memanfaatkan celah jejaring aparat untuk membekukan rekening pesaingnya.

Gelombang boikot ini dinilai membawa dampak finansial dan reputasi yang jauh lebih besar bagi Bank Mandiri dibandingkan nominal dana Rp80 juta yang dibekukan. Pihak kompetitor perbankan swasta dinilai mendapatkan keuntungan alami dari peralihan dana nasabah yang mencari jaminan keamanan finansial yang lebih independen.

Di jagat maya, seruan untuk terus mengosongkan rekening dan memindahkan dana dari bank BUMN ini masih bergulir masif. Apabila manajemen Bank Mandiri tidak segera mengambil langkah perbaikan kepercayaan dan menegakkan independensi perbankan sesuai prosedur hukum, bank ini terancam menghadapi krisis kepercayaan nasabah dalam jangka panjang.

Baca Juga: Jelang Muktamar NU, 4 Nama Berebut Kursi Ketum: Istana, Pesantren, atau PKB?

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
Kondisi Bank Mandiri Pemblokiran Rekening Boikot Bank Mandiri Jefri Nichol livin by mandiri