Gunung Anak Krakatau Masih Bergeliat, Abu Vulkanik Bergerak ke Samudra Hindia

Desita Putri Kirani • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:34 WIB
Gunung Anak Krakatau masih beraktivitas, tremor ringan terpantau, abu bergerak ke Samudra Hindia, status tetap Level 3 Waspada.  (nasional.kompas.com)
Gunung Anak Krakatau masih beraktivitas, tremor ringan terpantau, abu bergerak ke Samudra Hindia, status tetap Level 3 Waspada. (nasional.kompas.com)

JAKARTA - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung hingga Senin (8/9). Berdasarkan laporan terbaru dari Pos Pengamatan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, getaran erupsi masih terpantau meskipun intensitasnya tergolong ringan.

Abu vulkanik juga masih terlihat keluar dari kawah, tetapi jumlahnya tidak setebal saat erupsi pada 4 hingga 6 September 2026.

Kondisi terbaru Gunung Anak Krakatau tersebut disampaikan tim tanggap darurat kepada wartawan yang melakukan pemantauan langsung dari Pos Pengamatan Pasauran. Seismograf masih menunjukkan adanya tremor erupsi ringan.

Sementara itu, abu vulkanik yang keluar dari gunung api tersebut kini bergerak ke arah barat daya menuju Samudra Hindia.

Baca Juga: Seruan Boikot dan Rating Buruk Menggema, Kondisi Bank Mandiri Terancam Kehilangan Nasabah

Pergerakan abu vulkanik ke arah barat daya membuat material tersebut tidak lagi mengarah ke daratan, baik wilayah Lampung maupun Pulau Jawa. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena potensi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih ada.

Berdasarkan keterangan tim tanggap darurat, erupsi tipe Strombolian terakhir tercatat pada Minggu (6/9) pukul 14.03 WIB dengan durasi sekitar 44 detik.

Sebelumnya, erupsi juga terjadi pada pukul 03.53 WIB dan sekitar pukul 10.00 WIB dengan durasi hanya beberapa detik.

Setelah erupsi Strombolian pada pukul 14.03 WIB tersebut, belum ada tambahan erupsi dengan tipe serupa yang dilaporkan hingga pembaruan terakhir. Aktivitas gunung api memang disebut mengalami penurunan dibandingkan periode letusan sebelumnya.

Baca Juga: Gempa NTT Magnitudo 7,7 Bukan Megathrust, Ini Penjelasan BMKG

Meskipun aktivitas erupsi menunjukkan penurunan, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level 3 atau Waspada. Potensi terjadinya letusan susulan juga masih dinilai tinggi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.

Sejumlah potensi bahaya yang masih perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu tebal, hingga kemungkinan aliran lava.

Sementara itu, BMKG disebut tengah menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta terus mengikuti perkembangan melalui informasi resmi PVMBG dan sumber informasi terpercaya.

Dengan kondisi tersebut, pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan. Meski tremor dan intensitas abu vulkanik mulai menurun, kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi erupsi susulan masih ada.

Editor : Desita Putri Kirani
Sumber : DIOLAH
Gunung Anak Krakatau Abu vulkanik erupsi gunung