Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Haruskah Berhaji?

Mahsun Nidhom • Rabu, 23 April 2025 | 14:00 WIB

 

Rizky Sembada, S.E.MM.M.Psi
Rizky Sembada, S.E.MM.M.Psi

Trenggaleknjenggelek - Haji adalah salahsatu kewajiban bagi kaum muslimin yang harus dilaksanakan bagi orang yang mampu menunaikannya. Allah SWT berfirman: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS Ali Imran / 97). Haji merupakan salahsatu dari rukun Islam yang lima, dan karena itu barangsiapa yang mengingkari akan kewajibannya maka kafirlah ia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun diatas lima (landasan); persaksian tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadlan”. (HR Bukhari dan Muslim)
Ibadah haji sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya: “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk menunaikan ibadah haji. Karena itu, tunaikanlah ibadah haji.”

Kemudian seorang laki-laki bertanya, “Apakah setiap tahun ya Rasulullah?” beliau terdiam beberapa saat, hingga laki-laki itu mengulanginya hingga tiga kali. Maka beliau pun bersabda: “Sekiranya aku menjawab, ‘Ya’ niscaya akan menjadi kewajiban setiap tahun dan kalian tidak akan sanggup melaksanakannya.

Karena itu, biarkanlah apa adanya masalah yang kutinggalkan untuk kalian. Sesungguhnya orang-orang yang sebelum kamu mendapat celaka karena mereka banyak tanya dan suka mendebat para Nabi mereka. Karena itu, bila kuperintahkan mengerjakan sesuatu, laksanakanlah sebisa-bisanya, dan apabila kularang kalian mengerjakan sesuatu, maka tinggalkanlah.” (HR Muslim dan Nasa’i)

Haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima dan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Ibadah ini memiliki banyak alasan serta hikmah yang mendalam, baik dari segi spiritual, sosial, maupun moral. Berikut adalah beberapa alasan mengapa seorang Muslim melaksanakan Haji:

1. Perintah Langsung dari Allah

Haji diwajibkan bagi umat Islam yang mampu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97)
Perintah ini menunjukkan bahwa Haji adalah ibadah yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam, sehingga melak­sanakannya merupakan bentuk ketaatan kepada Allah.

2. Menyempurnakan Keislaman

Haji adalah rukun Islam yang terakhir. Dengan menunaikannya, seorang Muslim telah menyempurnakan pelaksanaan semua pilar utama dalam agamanya. Hal ini menjadi simbol bahwa seseorang telah berusaha menjalankan seluruh aspek ibadah yang diwajibkan.

3. Mendapat Ampunan dan Penghapusan Dosa

Salah satu keutamaan besar dari Haji adalah penghapusan dosa bagi mereka yang melaksanakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan syariat. Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang berhaji dan tidak berkata kotor serta tidak berbuat fasik, maka ia akan kembali dalam keadaan seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari & Muslim). Ini menunjukkan bahwa Haji adalah kesempatan untuk mendapatkan ampunan Allah dan memulai hidup yang lebih baik.

4. Mendekatkan Diri kepada Allah

Berada di Tanah Suci dan menjalankan serangkaian ibadah dalam Haji menjadikan hati semakin dekat dengan Allah. Ibadah ini melatih kesabaran, ketulusan, dan keteguhan dalam beribadah, sehingga memperkuat hubungan spiritual dengan-Nya.

5. Simbol Persatuan Umat Islam

Haji mengumpulkan umat Islam dari berbagai belahan dunia tanpa membedakan suku, ras, atau status sosial. Semua jamaah mengenakan pakaian ihram yang sama, menandakan bahwa di hadapan Allah, semua manusia adalah setara. Hal ini memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan dalam Islam.

6. Mengikuti Jejak Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad saw

Ibadah Haji adalah bentuk penghormatan dan pengamalan dari ajaran Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah untuk membangun Ka’bah dan menyerukan ibadah Haji. Selain itu, Haji juga meneladani sunnah Rasulullah saw dalam tata cara pelaksanaannya, sehingga memperkuat kecintaan kepada beliau.

7. Mengasah Kesabaran dan Ketakwaan

Perjalanan Haji penuh dengan tantangan, mulai dari perjalanan jauh, keramaian, cuaca panas, hingga berbagai rintangan lainnya. Ini mengajarkan kesabaran, ketahanan, serta ketakwaan kepada Allah, yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari hal diatas kita mampu memaknai bahwa menunaikan ibadah Haji bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Allah. Haji membawa banyak manfaat spiritual, sosial, dan moral yang dapat mengubah kehidupan seorang Muslim menjadi lebih baik. Oleh karena itu, setiap Muslim yang telah mampu dianjurkan untuk segera menunaikan Haji demi meraih keberkahan dan ridha Allah. (*)

TINGKATKAN SKILL: Kegiatan Workshop Discovering the Magic of Chinese Storytelling dari Petra Christian University (PCU).
TINGKATKAN SKILL: Kegiatan Workshop Discovering the Magic of Chinese Storytelling dari Petra Christian University (PCU).
PENUH MAKNA DAN FILOSOFI: Peluncuran seragam batik baru yang menggambarkan nilai-nilai pendidikan dalam rangkaian Hari Jadi ke-74 tahun PPPK Petra.
PENUH MAKNA DAN FILOSOFI: Peluncuran seragam batik baru yang menggambarkan nilai-nilai pendidikan dalam rangkaian Hari Jadi ke-74 tahun PPPK Petra.
Editor : Mahsun Nidhom
#taqwa #haji #Islam