Trenggaleknjenggelek - Banyak masyarakat yang percaya bahwa meletakkan pring kuning (bambu kuning) di depan rumah dapat menangkal energi negatif atau bahkan mengusir makluk halus. Namun , benarkah keyakinan ini memiliki dasar ilmiah ,ataukah hanya sekedar mitos yang berkembang dari generasi ke generasi ?
Pring kuning atau bambu vulgaris var .striata dikenal sebagai salah satu jenis bambu hias yang sering digunakan untuk mempercantik tamam. Namun banyak daerah di indonesia pring kuning diyakini memiliki kekuatan supranatural ,seperti penolak bala atau pelindung dari energi negatif.
Menurut kepercayaan tradisional ,bambu kuning memiliki warna cerah yang dianggap mampu memancarkan energi positif dan menangkal aura buruk. Dalam feng shui , tanaman bambu (termasuk pring kuning) juga diyakini diyakini dapat mendatangkan keberuntungan dan menjaga keseimbangan energi di sekitar rumah.
Namun dari sisi ilmiah ,hingga kini belum ada bukti yang mendukung klaim bahwa bambu kuninh dapat secara langsung botani universitas gajah mada , Dr andrian wulandari menyakatakan bahwa manfaat pring kuning lebih banyak bersiifat spikologis dan estetika.
"Tanaman dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan ,yang secara tidak langsung mempengaruhi kondisi spikologis penghuni rumah, tapi soal menangkal enargi negatif dalam artian supranatural ,tidak bisa dibuktikan secara ilmiah ," jelasnya.
Meski demikiam ,banyak orang yang tetap memilih menanam pring kuning sebagai bagian dari pelengkap spiritual maupun estetika rumah mereka , hal ini menunjukan bagaimana tradisi dan keyakinan lokal masih memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Kesimpulan : secara ilmiah ,tidak ada bukti bahwa pring kuninh dapat menangkal energi negatif. Namun ,secara budaya dan spiritual banyak masyarakat yang masih mempercayainya sebagai simbol pelindung maka ,apakah ini mitos atau fakta ? Jawaabanya tergantung sudut pandang masing masing.(gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung