Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Potensi Singkong Sebagai Sumber Mata Pencaharian

Mohammad Bima Faisal Mirza • Minggu, 29 Juni 2025 | 14:28 WIB

Ibu Silaturrahmi mengolah singkong menjadi tape singkong.
Ibu Silaturrahmi mengolah singkong menjadi tape singkong.

Trenggaleknjenggelek - Trenggalek, sebuah kabupaten yang terletak di bagian selatan provinsi jawa timur, Kabupaten Trenggalek mempunyai sebuah julukan “ kota gaplek “  julukan ini di berikan kepada Kabupaten Trenggalek karena sumber daya alam yang melimpah termasuk salah satunya singkong.\

Olahan yang terkenal dari singkong yaitu gaplek yang terbuat dari olahan singkong yang dikeringkan, dan pada masa keraton makanan tersebut dijadikan salah satu makanan pokok dan hidangan khusus didalam keraton.

Baca Juga: Usaha Pembuat Besek di Desa Margomulyo, Watulimo, Trenggalek Bertahan Selama 21 Tahun

Setelah berkembangnya zaman singkong diolah menjadi jajajan tradisional yang bervariasi.Salah satunya di desa gador  juga terkenal dengan olahan singkong yang di jadikan singkong tape, tak di sangka di desa kecil tersebut terkenal akan usaha kuliner berbahan dasar dari singkong.

Baca Juga: Pantai Nglinci Satu Permata Tersembunyi di Tulungagung

Di desa ini sangat banyak ladang-ladang yang di tanami tumbuhan singkong, oleh karena itu beberapa warga didesa gador memanfaatkan singkong menjadi sumber pencaharian untuk di jadikan olahan makanan seperti tape singkong, getuk, dan lain-lainnya .

Salah satunya Ibu Silaturrahmi mengolah singkong menjadi tape singkong milik Ibu Silaturrahmi, kita ketahui singkong merupakan salah satu bahan pangan yang bisa di gunakan untuk menganti makanan pokok seperti nasi.

Di desa ini singkong di rubah menjadi kuliner yang banyak variasinya. Kalau umumnya singkong itu Cuma di rebus ataupun di goreng.

Baca Juga: Ayam Lodho, olahan makanan khas Tulungagung yang menarik perhatian warga lokal.

Ibu Silaturrahmi merintis usaha tape singkong tersebut, Awal mula pada saat virus corona itu mencari kerja itu sulit kemana-mana tidak ada dan kebutuhan tetap selalu ada, setelah itu munculah sebuah ide yang di pikirkan oleh Ibu Silaturrahmi.

Pada awal nya singkong itu tidak laku untuk dijual, lalu Ibu Silaturrahmi tersebut coba-coba membuat olahan tape dari singkong, siapa sangka dari olahan tersebut Ibu Silaturrahmi menghasilkan uang dari penjualan tape singkong tersebut, Ibu Silaturrahmi terus dengan sabar dan gigih menekuni usaha tersebut hingga saat ini.

Dari sabar dan kegigihan beliau sekarang bisa menjadikan olahan singkong dari desa yang awalnya tidak punya harga jual menjadi mempunyai harga jual.

Baca Juga: Genteng Nglayur Trenggalek , Tetap Eksis dikala atap modern menggempur

Dari usaha tersebut Ibu Silaturrahmi bisa membiayai untuk kedua anaknya yang sekolah, proses pengelolaan dari singkong menjadi tape singkong, pengelolaannya begitu sangat rumit sampai melewati beberapa tahap yaitu :

1. Singkong yang telah di beli dari petani tersebut dikupas kulitnya sampai bersih, dan     tidak lupa lapisan luar singkong yang berwarna kuning-kuning tersebut dihilangkan.
 
2. Setelah itu singkong yang telah di bersihkan kulinya tersebut di potong menjadi kecil-kecil di potong menjadi tiga bagian agar tape singkong yang di buat itu tidak kekecilan tidak kebesaran.
 
3. Setelah di potong tersebut, lalu singkong di cuci sebanyak dua kali sampai singkong bersih dan siap untuk direbus.
 
 
4. Setelah itu singkong harus melewati dua tahapan perebusan agar tape yang di hasilkan memilki rasa lembut dan manis.
 
5. Setelah itu singkong di rendam satu malam, kemudian paginya di cuci bersih dan di rebus kembali.
 
6. Singkong di diamkan sampai dingin lalu kemudian di beri ragi(fermentasi) dan didiamkan satu malam.
 
7. Tape dari olahan singkong siap di jual ke pasar.

Proses pembuatan tape singkong itu membutuhkan waktu lama sampai dengan empat hari, olahan singkong tersebut bisa menjadikan kuliner tradisional yang terus di lestarikan.

Harga jual dari tape singkong tersebut masih di bilang relafit murah dengan harga Rp.1.000 kita bisa menikmati makanan dari bahan dasar dari singkong, harga Rp.4.500 sudah mendapatkan setengah kilo tape singkong dan untuk harga perkilonya di kisaran harga Rp 9.000.

Usaha tape singkong tersebut sangat cocok untuk pemula yang ingin mempunyai usaha dengan modal kecil, dengan modal hanya Rp.234.000, dengan rician Rp.185.000 untuk membeli singkong dan Rp.58.000 untuk membeli empat bungkus ragi dalam sekali pembuatan.

Dengan modal kecil Ibu Silaturrahmi mendapat keuntungan sekitar Rp.495.000 selama satu hari.

Kalau dikalikan satu bulan bisa menjadikan nilai keuntungan yang fantastis.

Tapi Ibu Silaturrahmi tersebut membuat tape singkong dalam dua hari sekali di karenakan waktu dan tenaga yang tersedia.

Tape singkong tersebut bisa di gunakan untuk membuat kolak, es tape dan kuliner lainya.

Dari ide yang tidak disangka sampai sekarang usaha tape singkong ini tetap berjalan dan terus meningkat untuk pesanan-pesanan.

Pesan yang bisa kita ambil dari Ibu Silaturrahmi bahwa kita harus semangat belajar jangan sampai putus asa, dan jangan sampai kita tidak memanfaatkan sumber daya alam dengan kita menjaga dan merawat alam kita bisa memanfaatkan alam yang kita punya.

 

Anggota Kelompok :

1. Febryan Nur Arrazaq
2. Muhammad Fahrul Kamal
3. Helmi Surya Maulana
4. Dafa Aryan Nadzifa
Editor : Mohammad Bima Faisal Mirza
#opini mahasiswa