Oleh KKN Desa Wonokerto UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2025
Trenggaleknjenggelek - Berawal dari inisiasi pemerintah desa memberikan bantuan kepada para kelompok ternak yang bersifat pemodalan dalam bentuk kambing. Desa Wonokerto, Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek memiliki orientasi untuk menciptakan peternakan mandiri dan memanfaatkan kondisi untuk mencapai kesejahteraan ekonomi melalui program arisan kambing.
Desa dengan total warga tidak lebih dari 1600 jiwa dan memiliki lebih dari 5000 kambing dalam satu desa, membuat pemerintah desa ingin memaksimalkan para peternak dengan mendukung penuh kelompok ternak yang ada di setiap Rukun Tetangga Desa Wonokerto.
“Kambing dari Pemerintah Desa berjumlah satu diberikan setiap kelompok ternak per RT. Kambing tersebut berjenis betina babon yang siap berkembang biak” ucap salah satu ketua kelompok ternak Desa Wonokerto, Trenggalek.
Kambing babon tersebut diputar bergiliran yang bertujuan untuk dirawat dan dibesarkan oleh anggota kelompok ternak. Keuntungan pastinya diambil dari hasil kembang biak kambing babon tersebut bisa langsung dijual bentuk bibit atau dirawat hingga besar.
Jika dalam satu periode babon bisa beranak banyak, maka keuntungan tinggi didapat oleh orang yang merawat pada periode tersebut. “Kalau untung ya bisa untung banget mas, tapi kalau babon tersebut tidak beranak pada masa satu periode, maka juga dapat rugi besar” ucap Ketua Kelompok Ternak.
Program arisan kambing pada dasarnya memiliki ciri khas dalam penentuan keuntungan setiap orangnya. Berbeda dengan arisan pada umumnya, besaran untung dalam arisan kambing Desa Wonokerto ini tidak dapat ditentukan jumlahnya.
Keuntungan bisa lebih dari yang didapat orang lain atau bahkan berkemungkinan untuk mendapatkan kerugian. Pasalnya, hasil yang didapat para anggota berbentuk anak kambing yang dilahirkan babon kambing obyek arisan tersebut.
Sehingga, hasil yang didapat para anggota tidak dapat diprediksi dan ada kemungkinan untuk mengalami kerugian.
Menanggapi adanya kerugian tersebut, masyarakat mengantisipasinya dengan mengadakan iuran kambing pada saat kegiatan arisan berlangsung. Dana yang terkumpul dari iuran tersebut digunakan untuk menambah jumlah babon kambing yang nantinya dijadikan arisan.
Dengan harapan, bertambahnya jumlah babon dapat mengecilkan kemungkinan kerugian yang diakibatkan gagal beranak. Upaya ini juga dilakukan untuk mempercepat periode giliran perawatan babon kambing oleh kelompok ternak.
Sehingga, anggota tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan giliran merawat babon tersebut.
Pengecekan usia dan kesehatan babon juga dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi kondisi babon yang tidak subur nantinya akan menyebabkan gagal beranak.
Namun, terbukti bahwa program ini mampu memberdayakan masyarakat Desa Wonokerto melalui arisan kambing.
Pasalnya, setiap rumah di Desa Wonokerto memiliki setidaknya 7 kambing etawa dan jenis lainnya yang dapat dimanfaatkan atau langsung dijual.
Program yang dijalankan sejak era Covid tahun 2019 memberikan dampak positif yang terlihat langsung di tahun ini.
Bantuan nyata yang diberikan pemerintah daerah telah menciptakan kemandirian peternak. Namun, pemerintah daerah juga menerapkan langkah cerdas guna memanajemen pakan yang tersedia.
“Lahan kosong disini digunakan untuk menanam rumput gajah guna pakan para warga, tapi warga setiap dusun telah diberikan wilayah masing masing untuk pakannya” Ucap salah satu Warga Desa Wonokerto.
Upaya pemerintah daerah dalam mendukung perekonomian melalui peternakan sangat patut diapresiasi.
Pemberian program arisan kambing, dan manajemen pakan tentunya memberikan dampak nyata bagi masyarakat Wonokerto.
Selain membaiknya ekonomi, program arisan kambing juga memberikan sebuah potensi atau peluang dengan menjadikan wilayah sentra kambing di Desa Wonokerto.
Alasan dibalik itu adalah jumlah kambing yang terus meningkat tiap tahunnya hingga memberikan beberapa peluang baru untuk menciptakan produk berbasis kambing yang dapat diperjual belikan.
Perlunya peran pemerintah daerah untuk pengembangan wilayah diperlukan untuk memaksimalkan potensi yang telah ada agar pengembangan kesejahteraan masyarakat tidak stagnan.