Muhamad Yusuf, S.Pd Nefi Liana S.Pd Susanto (Pendidik)
Teachers are one of the main factors for success in education and also the agent of change to students (Susanto). Dalam konteks Hari Guru pada 25 November 2025, transformasi pembelajaran di era 5.0 menuntut guru untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital.
Era ini menekankan sinergi antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan sehingga guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator, pendamping, dan pengarah dalam proses pembelajaran berbasis teknologi.
Kompetensi digital menjadi hal yang sangat penting untuk ditonjolkan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi guru dalam menghadapi perubahan zaman.
Dalam era pembelajaran 5.0, guru perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses belajar yang lebih personal, kolaboratif, dan berbasis data.
Penguasaan perangkat digital seperti platform e-learning, alat kolaborasi digital, artificial intelligence edukatif, serta media pembelajaran interaktif menjadi bagian dari kompetensi esensial. Guru yang kompeten secara digital mampu merancang pembelajaran yang fleksibel, menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa.
Selain kemampuan teknis, kompetensi digital juga mencakup literasi informasi. Guru perlu mampu menyeleksi informasi yang valid, menganalisis data pembelajaran, dan memahami etika digital.
Dalam dunia yang dipenuhi arus informasi cepat, guru berperan penting dalam membimbing siswa agar tidak terjebak pada misinformasi, penyalahgunaan teknologi, atau perilaku digital yang tidak bertanggung jawab.
Transformasi era 5.0 menuntut guru untuk berkolaborasi lebih luas, tidak hanya dengan sesama guru, tetapi juga dengan teknologi itu sendiri. Guru harus mampu memanfaatkan data pembelajaran untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa, merancang pembelajaran yang lebih adaptif, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Kreativitas dalam menghasilkan media pembelajaran digital, seperti video, animasi, simulasi, dan modul interaktif, juga menjadi bagian penting untuk memastikan siswa terlibat aktif dalam proses belajar.
Di samping kemampuan teknis dan pedagogis, sikap mental juga menjadi bagian utama dalam kompetensi digital. Guru perlu memiliki keterbukaan terhadap perubahan, kemauan untuk terus belajar, serta keberanian mencoba teknologi baru.
Transformasi pembelajaran tidak dapat berjalan efektif apabila guru merasa takut atau enggan beradaptasi. Maka pengembangan profesional berkelanjutan berbasis digital, seperti webinar, kursus online, komunitas belajar virtual, dan pelatihan berbasis platform digital, menjadi sarana penting untuk menjaga relevansi peran guru.
Dalam suasana Hari Guru, kompetensi digital dapat dimaknai sebagai bentuk profesionalisme guru di era modern. Dedikasi guru dalam menguasai teknologi bukan hanya demi memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi juga sebagai wujud kepedulian untuk memberikan pengalaman belajar terbaik bagi generasi masa depan.
Guru yang kompeten secara digital adalah guru yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dengan kemajuan teknologi, serta tetap memposisikan siswa sebagai pusat pembelajaran.
Era 5.0 bukanlah ancaman bagi profesi guru, melainkan peluang untuk memperkuat peran dan memperluas jangkauan pembelajaran. Dengan kompetensi digital yang baik, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan, bermakna, dan relevan dengan kehidupan siswa.
Itu adalah bentuk kontribusi nyata guru dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga melek teknologi, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah