- Pendahuluan
PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk pola interaksi di kalangan mahasiswa. Kehadiran media sosial, aplikasi pesan instan, dan platform digital lainnya telah menggeser cara mahasiswa berkomunikasi, membangun relasi, serta mengekspresikan identitas sosialnya.
Interaksi yang sebelumnya didominasi oleh tatap muka kini semakin banyak berlangsung secara virtual, menciptakan dinamika sosial yang baru dan kompleks.
Dalam konteks sosiologi, perubahan ini menarik untuk dikaji karena interaksi sosial merupakan dasar terbentuknya struktur dan hubungan sosial dalam masyarakat.
Mahasiswa sebagai kelompok sosial yang aktif dan adaptif terhadap teknologi menjadi aktor utama dalam perubahan tersebut Digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi intensitas hubungan sosial, solidaritas kelompok, serta pola partisipasi dalam kehidupan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
2.Permasalahan Urgensi
Urgensi permasalahan untuk artikel “Dinamika Interaksi Sosial Mahasiswa di Digital”.
Urgensi kajian mengenai dinamika interaksi sosial mahasiswa di era digital terletak pada perubahan mendasar pola hubungan sosial yang terjadi secara cepat dan masif.
Digitalisasi telah mengaburkan batas antara interaksi langsung dan tidak langsung, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas komunikasi, kedalaman relasi sosial, serta pembentukan solidaritas di kalangan mahasiswa.
Jika tidak dipahami secara kritis, perubahan ini dapat menimbulkan masalah sosial seperti menurunnya kepekaan sosial, individualisme, hingga melemahnya interaksi tatap muka.
Selain itu, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang berperan penting sebagai agen perubahan sosial. Pola interaksi sosial yang terbentuk di lingkungan mahasiswa akan memengaruhi cara mereka berpartisipasi dalam kehidupan akademik, organisasi, dan masyarakat luas.
Ketergantungan yang tinggi terhadap media digital juga berpotensi menciptakan kesenjangan sosial baru, baik dalam akses teknologi maupun kemampuan literasi digital.
Dengan demikian, kajian ini menjadi penting untuk memberikan pemahaman sosiologis mengenai dampak sosial penggunaan teknologi digital terhadap interaksi mahasiswa.
Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pendidikan dan kebijakan kampus yang mampu menyeimbangkan pemanfaatan teknologi digital dengan penguatan interaksi sosial yang sehat dan berkelanjutan
3.Analisis Teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead & Herbert Blumer
Teori Interaksionisme Simbolik (George Herbert Mead & Herbert Blumer)
Menurut interaksionisme simbolik, interaksi sosial dibangun melalui pertukaran simbol dan makna. Dalam konteks era digital, media sosial, emoji, likes, dan komentar menjadi simbol-simbol baru dalam komunikasi mahasiswa.
Makna hubungan sosial tidak lagi ditentukan oleh kehadiran fisik, tetapi oleh intensitas interaksi digital. Namun, keterbatasan komunikasi nonverbal dapat menimbulkan kesalahpahaman makna dan mengurangi kedalaman interaksi sosial secara langsung. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah