PENGANGGURAN adalah salah satu dari banyak masalah sosial yang cukup kompleks dengan jangkauan masalah yang luas dalam kehidupan masyarakat. Ini bukan hanya isu ekonomi; pengangguran juga dapat memengaruhi stabilitas sosial, kesejahteraan keluarga, dan hubungan sosial di dalam masyarakat.
Ketika terdapat jumlah pengangguran yang berlebihan, ini dapat menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam ketersediaan tenaga kerja dan kapasitas operasional, dan ini dapat menunjukkan adanya masalah dalam kerangka struktural ekonomi sosial.
Masalah Pengangguran
Untuk memahami masalah pengangguran, seseorang tidak bisa mengabaikan pertumbuhan populasi yang tinggi, tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah, serta jumlah kesempatan kerja yang sangat terbatas.
Selain itu, perubahan sosial akibat modernisasi dan globalisasi juga telah berkontribusi terhadap tingginya tingkat pengangguran, terutama pengangguran struktural karena keterampilan para pekerja tidak memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.
Pengangguran juga menyebabkan masalah-masalah seperti masalah sosial kemiskinan, kejahatan, dan rendahnya harga diri.
Dalam jangka panjang, pengangguran dapat mengurangi kohesi sosial, karena orang-orang yang menganggur sering merasa terpinggirkan dari partisipasi sosial ekonomi, dan dari aktivitas sosial komunitas.
Analisis Teori Sosiologi
Dari sudut pandang fungsionalisme struktural, kemiskinan dianggap sebagai disfungsi sosial yang mengganggu keseimbangan dalam masyarakat.
Setiap orang memiliki fungsi tertentu dalam struktur sosial, dan jika fungsi ini tidak dijalankan akibat penurunan tekanan, stabilitas sosial akan terancam.
Teori konflik yang menganggap pengangguran sebagai akibat dari ketidaksetaraan struktural dalam perekonomian.
Sudut pandang ini menyatakan bahwa penurunan disebabkan oleh dominasi kelas sosial pengusaha, yang mengendalikan sumber daya dan peluang kerja, membuat segmen-segmen tertentu dalam masyarakat tidak dapat mengakses pekerjaan yang layak.
Di sisi lain, teori interaksionisme sosial memeriksa dampak kemiskinan pada individu.
Menjadi penganggur dipandang sebagai status negatif, dan akibatnya, orang-orang yang menganggur dapat menderita stigma sosial, rendah diri, dan isolasi sosial.
Kesimpulan
Pengangguran adalah masalah sosial yang mempengaruhi tidak hanya individu tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.
Dari perspektif sosiologis, pengangguran adalah hasil dari hubungan antara struktur sosial, sistem ekonomi, dan makna sosial yang berlaku di masyarakat.
Oleh karena itu, mengatasi masalah pengangguran melampaui kebijakan ekonomi, tetapi harus mencakup kebijakan sosial seperti meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan, serta memperkuat kohesi sosial agar masyarakat dapat lebih baik menghadapi perubahan sosial. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah