Pernahkah kita membayangkan bagaimana rasanya menjalani masa tua tanpa keluarga di samping kita? Bagi sebagian orang, masa tua adalah waktu untuk bersantai bersama keluarga. Namun, bagi para lansia terlantar, realitanya jauh berbeda. Beruntung, di Kota Blitar, ada sebuah program dari Pemerintah Kota Blitar bernama Si Hore (Social Home Care).
Dalam program ini Dinsos Kota Blitar dan Puskesmas, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) turun ke lapangan. Bukan sekadar kunjungan, program ini adalah bentuk nyata bahwa pemerintah hadir sebagai "keluarga pengganti" bagi mereka yang membutuhkan.
Si Hore menjadi upaya Pemerintah Kota Blitar dalam memantau kesehatan terhadap 20 lansia terlantar di tiga Kecamatan. Biasanya program ini dilakukan setiap dua bulan sekali. Program Si Hore yang dilaksanakan selama 3 hari itu menyasar 14 kelurahan di Kota Blitar membuktikan bahwa kesehatan adalah hak setiap masyarakat pada semua usia.
Petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan tindakan evakuasi medis bagi lansia yang memerlukan perawatan medis. Hal ini seperti yang dilakukan kepada lansia asal Kelurahan Kepanjenlor yang dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo karena mengalami patah tulang pasca jatuh dua pekan lalu.
Tanpa program Si Hore seperti ini, lansia akan terus menahan sakit sendirian. Program Si Hore ini adalah bentuk kerja sama antara Dinsos, Puskesmas, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Dalam program Si Hore ini petugas selain membawa alat kesehatan juga membawa kebutuhan lansia seperti bedak, minyak kayu putih, dan vitamin.
Seperti yang disampaikan oleh Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dinsos Kota Blitar, Sulaksono, mengurus lansia terlantar adalah sebuah kewajiban kita. Kalimat ini mengandung pesan mendalam kesejahteraan sosial bukan sekadar angka di atas kertas, tapi soal bagaimana kita memanusiakan manusia.
Program yang dilakukan setiap dua bulan sekali ini adalah langkah hebat, namun tantangannya tentu tidak mudah. Lansia yang tidak memiliki pendampingan keluarga sangat bergantung pada bantuan program seperti Si Hore.
Sebagai masyarakat, kita bisa mengambil pelajaran penting dari program Si Hore. Kita diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika Pemerintah sudah bergerak, alangkah indahnya jika kita sebagai tetangga juga ikut serta memberikan perhatian kecil kepada mereka yang terlantar.
Semoga ke depannya, program Si Hore terus konsisten dan jangkauannya semakin luas. Karena pada akhirnya, kualitas sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, tapi juga dari kesejahteraan masyarakat yang paling rentan. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana