Stunting masih jadi masalah serius, tapi sering kali kita baru menyadarinya saat anak sudah tumbuh. Padahal, masalah ini sebenarnya bisa dicegah sejak masa kehamilan. Di Kota Blitar, pemerintah mulai mengambil langkah dengan memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil agar kebutuhan gizinya terpenuhi.
Program Berkah Bumil yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Blitar merupakan kebijakan yang sangat tepat dan langkah positif dalam menekan angka stunting. Stunting bukan hanya masalah pada anak, tetapi sudah dimulai sejak dalam kandungan.
Dengan memberikan asupan gizi yang cukup kepada ibu hamil, maka peluang lahirnya anak yang sehat tentu akan lebih besar. Selain itu, program ini juga tidak hanya memberikan bantuan makanan, tetapi juga edukasi tentang pentingnya pola makan sehat bagi ibu hamil.
Namun, menurut saya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada niat baik pemerintah saja. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, program ini harus berjalan secara berkelanjutan, bukan hanya sekadar program jangka pendek atau bagian dari pencitraan awal kepemimpinan. Karena masalah stunting adalah masalah jangka panjang yang membutuhkan penanganan terus-menerus.
Kedua, ketepatan sasaran juga sangat penting. Pemerintah harus memastikan bahwa bantuan benar-benar diberikan kepada ibu hamil yang membutuhkan, terutama dari keluarga kurang mampu. Jika tidak tepat sasaran, maka tujuan program ini bisa tidak maksimal.
Ketiga, perlu adanya pengawasan dan evaluasi rutin. Pemerintah harus memantau apakah bantuan yang diberikan benar-benar dikonsumsi dengan baik dan berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Tanpa evaluasi, program ini sulit untuk diukur keberhasilannya.
Secara keseluruhan, kebijakan ini patut diapresiasi. Program ini menunjukkan bahwa pemerintah mulai serius menangani stunting dari akar permasalahan.
Namun, agar benar-benar berhasil, program ini harus dijalankan dengan konsisten, tepat sasaran, dan diawasi dengan baik. Jika hal tersebut dilakukan, bukan tidak mungkin Kota Blitar bisa mencapai target bebas stunting di masa depan. (*)
Editor : Adinda Putri SefianaSumber : RADAR TRENGGALEK