Di tengah dinamika pembangunan daerah yang kerap terjebak pada rutinitas administratif, perencanaan sering kali dipersepsikan sekadar formalitas. Padahal, perencanaan merupakan instrumen penting yang menentukan arah dan keberhasilan pembangunan. Tanpa perencanaan yang matang, berbagai program berisiko berjalan tidak efektif dan kurang menjawab kebutuhan masyarakat.
Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmen tersebut melalui penyusunan Rencana Kerja (Renja) Bappeda Tahun 2025 yang terintegrasi dengan RPJMD, RKPD, dan Renstra. Keterpaduan ini mencerminkan kesinambungan kebijakan, sehingga pembangunan tidak berjalan parsial, melainkan sistematis dan berkelanjutan.
Capaian realisasi anggaran yang melampaui 97 persen menjadi indikator bahwa perencanaan tidak berhenti pada tataran dokumen, tetapi diimplementasikan secara nyata. Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara perencanaan dan pelaksanaan yang selama ini menjadi tantangan di banyak daerah.
Namun demikian, capaian tersebut tetap perlu diiringi evaluasi berkelanjutan. Tantangan seperti pemerataan manfaat pembangunan, efektivitas program, serta penguatan koordinasi antarperangkat daerah masih perlu diperhatikan. Tanpa itu, perencanaan yang baik belum tentu sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca Juga: Jalan Berlubang, Nyawa Melayang: Ujian Serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Kebijakannya
Keterlibatan publik melalui Musrenbang menjadi aspek penting dalam memastikan pembangunan yang lebih inklusif dan responsif. Meski demikian, kualitas partisipasi perlu terus ditingkatkan agar tidak sekadar bersifat prosedural, melainkan benar-benar mencerminkan kebutuhan warga.
Di sisi lain, arah pembangunan Sidoarjo menunjukkan pergeseran positif, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan keberlanjutan lingkungan.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kualitas perencanaan, tetapi dari dampaknya bagi masyarakat. Sidoarjo telah memiliki arah yang jelas. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kebijakan mampu menghadirkan manfaat yang nyata dan merata. (*)
Editor : Isna Dzikirianti