Pemerintah Kabupaten Jember tengah merevitalisasi Jalan Kartini menjadi kawasan food street yang diharapkan dapat menghadirkan ruang kuliner baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menata ruang publik agar lebih aktif dan menarik.
Kehadiran kawasan kuliner tentu dapat memberi dampak positif bagi pelaku usaha dan aktivitas ekonomi kota. Namun, perubahan fungsi ruang publik tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Pemerintah daerah juga perlu memperhatikan dampak setelah kawasan mulai digunakan.
Jalan Kartini berada di area yang dekat dengan aktivitas masyarakat. Jika kawasan tersebut berkembang menjadi pusat kuliner yang ramai, peningkatan jumlah pengunjung akan sulit dihindari. Kondisi ini berpotensi memunculkan persoalan seperti kepadatan kendaraan, kebutuhan parkir, hingga pengelolaan sampah.
Hal-hal seperti ini sering kali baru terlihat setelah proyek selesai. Fokus pembangunan biasanya lebih banyak tertuju pada tampilan kawasan yang lebih modern dan tertata. Padahal, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari hasil fisik, tetapi juga dari kenyamanan masyarakat dalam menggunakan ruang tersebut.
Selain itu, kawasan food street juga perlu memberi kesempatan yang adil bagi pelaku UMKM lokal. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa ruang usaha tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak tertentu, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar.
Revitalisasi Jalan Kartini dapat menjadi langkah yang baik apabila dibarengi dengan pengelolaan yang matang. Pemerintah tidak cukup hanya membangun kawasan baru, tetapi juga perlu memastikan adanya pengaturan parkir, kebersihan, dan pengawasan aktivitas kawasan.
Jika dikelola dengan tepat, kawasan kuliner Jalan Kartini dapat menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun, tanpa pengaturan yang jelas, revitalisasi berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah lingkungan perkotaan. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana