Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

MENGATASI KEMISKINAN di KABUPATEN LAMONGAN: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Bersama

Tim Redaksi • Jumat, 8 Mei 2026 | 11:42 WIB
Dwi Nur Saniah, Mahasiswi Prodi Administrasi Publik UMSIDA Sidoarjo.
Dwi Nur Saniah, Mahasiswi Prodi Administrasi Publik UMSIDA Sidoarjo.

Kemiskinan adalah kondisi di mana seseorang atau kelompok tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Ini sering disebabkan oleh pendapatan rendah, akses terbatas ke pekerjaan atau pendidikan, serta kelangkaan sumber daya.

Kemiskinan di Kabupaten Lamongan terus menurun perlahan tapi pasti, dari 12,42% pada 2023 menjadi 12,16% di Maret 2024 dan 12,03% di Maret 2025, dengan jumlah penduduk miskin turun dari 149.940 jiwa ke 145.450 jiwa.

Pemerintah daerah targetkan capai 11,95% tahun ini lewat program tepat sasaran yang selaras Asta Cita Presiden Prabowo soal pemerataan dari desa. Ini bukti kolaborasi semua pihak bikin perubahan nyata bagi warga Kota Soto.

Baca Juga: Sekolah Adiwiyata di Sidoarjo: Cara Sederhana Membangun Kepedulian Lingkungan Sejak Sekolah

Upaya Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Lamongan membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang dipimpin oleh Wakil Bupati, Bapak Dirham Akbar Aksara. 

Pertemuan awal tahun 2026 akan menitikberatkan pada optimalisasi program lintas sektor, mencakup pembangunan infrastruktur pangan, peningkatan kesadaran gizi, serta dorongan konsumsi ikan.

Bapak Bupati Yuhronur Efendi menekankan pentingnya pendampingan secara langsung, termasuk penyediaan layanan gratis dan beasiswa Perintis agar anak-anak dari keluarga miskin dapat melanjutkan pendidikan.

Garis kemiskinan naik jadi Rp524.636 per kapita per bulan di 2024, naik 8,85% dari Rp481.969 tahun sebelumnya, tapi jumlah miskin tetap turun berkat bantuan tepat sasaran. Lamongan kini pilot project nasional pengentasan kemiskinan ekstrem, bagiin best practice ke daerah lain.

Baca Juga: Banjir di Desa Kalidawir Sidoarjo: Bukti Nyata Kebijakan Publik yang Belum Menyentuh Akar Masalah

Program Pemberdayaan KRTP

Salah satu andalan adalah pemberdayaan Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) dalam program Yakin Semua Sejahtera (YSS). Pola ini ganti charity jadi kemandirian: kasih modal Rp4 juta per orang untuk wirausaha, target 32 KRTP di 2026 dari desil 1-4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

KRTP usia 17-57 tahun yang sudah nikah dan punya ide usaha didampingi Dinas Sosial, hasilkan dampak berkelanjutan atasi akar kemiskinan. Ini lebih efektif karena fokus kemandirian, bukan sekadar bagi-bagi uang.

Sinergi Lembaga Sosial dan BAZNAS

Lembaga seperti PKH, Karang Taruna, TKSK, dan Tagana rapat bareng 600 pelaku sosial pastikan program jalan mulus. BAZNAS Lamongan lewat "1 Desa 5 Mustahik" bantu 2.370 orang miskin Rp500 ribu per semester.

RPJMD 2021-2026 jadi panduan evaluasi pakai perspektif Grindle, capai penurunan stabil meski tantangan tinggi dibanding Jatim rata-rata 9,56% di 2024. Pemkab ubah strategi karena angka masih di atas provinsi, tambah infrastruktur dan stok pangan pasar.

Tantangan dan Target 2026

Meski turun, 12,03% masih tinggi, terutama stunting dan dokumen kependudukan kurang. Solusi: sosialisasi pekarangan pangan, penerbitan akta sipil gratis untuk penderita stunting. Di Jatim, kemiskinan 9,56% September 2024, Lamongan ikut tren turun 0,23 poin tapi butuh akselerasi.

Target 11,95% realistis kalau sinergi kuat, dari desa hingga nasional. Warga Lamongan tunjukkan semangat juang, bukti kemiskinan bisa diatasi bareng demi masa depan cerah. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#TKPKD #Bapak Bupati #Yuhronur Efendi #Umsida Sidoarjo