Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pembangunan PSN di Papua Harus Mengutamakan Masyarakat dan Lingkungan

Tim Redaksi • Jumat, 12 Juni 2026 | 13:07 WIB
Rivan Ronerio Waker , Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Malang.
Rivan Ronerio Waker , Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Malang.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang mendorong berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagai upaya mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi di berbagai daerah, termasuk Papua.

Salah satu proyek yang sempat menjadi perhatian publik adalah program pengembangan pertanian skala besar yang oleh sebagian masyarakat dikenal dengan istilah "food estate" atau proyek lumbung pangan.

Di media sosial, proyek ini juga sering dikaitkan dengan film dokumenter Pesta Babi yang menyoroti berbagai persoalan tata kelola pembangunan di Papua. 

Kehadiran proyek tersebut memunculkan perdebatan mengenai manfaat pembangunan dan dampaknya terhadap masyarakat lokal. Pada dasarnya, pembangunan merupakan kebutuhan penting bagi suatu negara.

Papua sebagai salah satu wilayah dengan potensi sumber daya alam yang besar membutuhkan infrastruktur, investasi, dan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui PSN, pemerintah berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan pangan nasional, serta membuka akses pembangunan di wilayah yang selama ini dianggap tertinggal. Jika dikelola dengan baik, proyek-proyek tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Papua.

Namun, pembangunan tidak hanya dapat diukur dari besarnya investasi atau luasnya lahan yang dibuka. Pembangunan juga harus mempertimbangkan dampak sosial, budaya, dan lingkungan yang mungkin muncul.

Dalam berbagai diskusi publik mengenai proyek di Papua, muncul kekhawatiran bahwa masyarakat adat belum sepenuhnya dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Padahal, masyarakat adat memiliki hubungan yang sangat kuat dengan tanah dan hutan yang menjadi bagian dari identitas budaya mereka. Ketika pembangunan dilakukan tanpa komunikasi dan partisipasi yang memadai, potensi konflik sosial dapat meningkat.

Selain itu, aspek lingkungan juga menjadi perhatian penting. Papua dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati terbesar di Indonesia. 

Hutan-hutannya berfungsi sebagai paru-paru dunia sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, setiap proyek pembangunan harus melalui kajian lingkungan yang ketat dan transparan.

Kerusakan lingkungan yang terjadi akibat pembukaan lahan secara besar-besaran dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang sulit diperbaiki.

Manfaat ekonomi yang diperoleh dalam jangka pendek tidak akan sebanding apabila mengorbankan kelestarian alam yang menjadi aset berharga bagi generasi mendatang.

Dari perspektif tata kelola pemerintahan, proyek-proyek besar seperti PSN juga perlu menerapkan prinsip-prinsip good governance.

Transparansi menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat dapat mengetahui tujuan, proses, serta dampak dari suatu proyek. Akuntabilitas juga diperlukan agar pihak-pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil.

Selain itu, partisipasi masyarakat harus dijadikan bagian utama dalam proses pembangunan, bukan sekadar formalitas. Dengan adanya keterlibatan masyarakat, pembangunan akan lebih mudah diterima dan menghasilkan manfaat yang lebih merata.

Film Pesta Babi sendiri dapat dipahami sebagai bentuk kritik sosial terhadap praktik pembangunan yang dianggap kurang memperhatikan suara masyarakat lokal.

Terlepas dari berbagai perdebatan mengenai isi dan sudut pandang film tersebut, kehadirannya menunjukkan bahwa pembangunan selalu membutuhkan ruang dialog antara pemerintah, investor, dan masyarakat.

Kritik seharusnya tidak dipandang sebagai hambatan pembangunan, melainkan sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan yang ada.

Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan kepentingan sosial dan lingkungan.

Menurut saya, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap PSN di Papua benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. Lapangan pekerjaan yang tercipta harus dapat diakses oleh warga lokal, bukan hanya tenaga kerja dari luar daerah.

Selain itu, program pelatihan dan peningkatan keterampilan perlu diberikan agar masyarakat Papua mampu berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan.

Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada akhirnya, tujuan utama pembangunan adalah menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Keberhasilan suatu proyek tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau capaian fisik yang terlihat, tetapi juga oleh sejauh mana proyek tersebut mampu meningkatkan kehidupan masyarakat tanpa merusak lingkungan dan budaya lokal.

Papua membutuhkan pembangunan, tetapi pembangunan yang menghormati hak masyarakat adat, menjaga kelestarian alam, dan dilaksanakan secara transparan.

Dengan pendekatan tersebut, PSN di Papua dapat menjadi contoh pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (*)

Editor : Adinda Putri Sefiana
#termasuk Papua #PSN #umm malang