DPRD Jatim Tekankan Perubahan APBD 2025 untuk Pendidikan, Kesehatan, dan UMKM
Zaki Jazai• Senin, 8 September 2025 | 23:05 WIB
MPLS mengurangi kecemasan, meningkatkan percaya diri, dan membentuk keterampilan sosial siswa baru dengan efektif.
Trenggaleknjenggelek – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur menekankan agar Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 difokuskan pada kebutuhan rakyat. Mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar, infrastruktur, hingga penguatan UMKM dan sektor pertanian.
Dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Jatim, Badan Anggaran (Banggar) menyampaikan catatan bahwa program sosial seperti beasiswa, pasar murah, hingga bantuan sembako harus tetap menjadi prioritas utama dalam belanja daerah.
Selain itu, Banggar juga menyoroti pentingnya realokasi anggaran untuk menjawab kondisi sosial saat ini. Salah satunya melalui program literasi kewarganegaraan bagi generasi muda lewat Parlemen Go To School, serta pelatihan perangkat desa dan koperasi yang dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat lapisan bawah.
Juru Bicara Banggar DPRD Jatim, Abdullah Abu Bakar, menegaskan bahwa momentum Perubahan APBD 2025 tidak boleh kehilangan arah.
“Momentum Perubahan APBD 2025 harus menjadi instrumen kemaslahatan masyarakat Jawa Timur, dengan kebijakan yang sensitif terhadap kebutuhan lapisan bawah,” ujarnya dalam laporan rapat paripurna.
Rapat paripurna ditutup dengan doa bersama agar Perubahan APBD 2025 benar-benar menjadi jalan terbaik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.(jaz)
Ilustrasi Tren Miniatur AI menggunakan google gemini Editor : Zaki Jazai