Trenggalek - Dunia otomotif kembali diramaikan oleh rumor kebangkitan Mitsubishi Pajero Junior, SUV mungil legendaris dari Mitsubishi yang populer di era 1990-an.
Setelah lebih dari dua dekade sejak produksinya dihentikan, kabar mengenai kemungkinan hadirnya Pajero Junior versi 2026 mulai beredar dan langsung memicu antusiasme penggemar otomotif, khususnya pecinta skena Japanese Domestic Market.
Bagi mereka yang tumbuh di era 90-an, nama Pajero Junior bukan sekadar mobil kecil biasa. Kendaraan ini dikenal sebagai SUV kompak dengan karakter unik yang membawa DNA petualangan dari keluarga Mitsubishi Pajero, termasuk reputasinya sebagai juara reli gurun legendaris seperti Dakar Rally.
SUV Mini dengan DNA Petualang
Saat pertama kali diperkenalkan pada 1995, Pajero Junior dianggap sebagai kendaraan yang cukup “radikal” untuk zamannya. Di tengah tren SUV besar dengan mesin besar dan dimensi bongsor, Mitsubishi justru menghadirkan kendaraan petualang dalam paket yang jauh lebih kecil.
Diproduksi antara 1995 hingga 1998, Pajero Junior memiliki ukuran yang lebih besar dibanding kei car seperti Mitsubishi Pajero Mini, namun tetap jauh lebih kompak dibanding SUV konvensional.
Yang membuatnya istimewa adalah karakter unik yang tidak dimiliki mobil lain di kelasnya. Desainnya menampilkan tampilan khas SUV klasik dengan lampu bulat, bodi dua warna, overfender plastik, serta ban cadangan yang menempel di pintu belakang.
Postur kendaraan yang pendek namun tinggi memberikan kesan tangguh sekaligus menggemaskan, membuatnya terlihat seperti versi mini dari Pajero besar.
Mesin Kecil Tapi Punya Sistem 4WD Sejati
Meski berukuran kecil, Pajero Junior tidak hanya mengandalkan tampilan. Di balik kap mesinnya terdapat mesin 1.100 cc empat silinder yang menghasilkan tenaga sekitar 80 horsepower.
Angka tersebut memang terdengar kecil menurut standar modern. Namun keunggulan sebenarnya terletak pada sistem penggeraknya.
Mobil ini menggunakan sistem 4WD part-time dengan transfer case, fitur yang jarang ditemukan pada mobil seukuran ini. Pengemudi dapat memilih beberapa mode berkendara seperti:
- 2H untuk penggunaan normal di jalan aspal
- 4H untuk traksi tambahan di jalan licin atau berbatu
- 4L (low range) untuk medan off-road berat seperti tanjakan curam
Kehadiran low range gear pada SUV kecil menjadikannya benar-benar memiliki kredibilitas sebagai kendaraan petualang.
Pajero Junior pun dikenal lincah di jalan kota namun tetap mampu diajak menjelajah jalur off-road ringan hingga menengah.
Interior Sederhana Khas Era 90-an
Masuk ke dalam kabin, Pajero Junior menghadirkan nuansa khas mobil tahun 90-an. Dashboard terbuat dari plastik keras dengan panel instrumen analog sepenuhnya.
Jok menggunakan bahan kain dengan motif khas era tersebut. Ruang kabinnya memang tidak besar, bahkan kursi belakang lebih cocok untuk anak-anak atau perjalanan singkat bagi orang dewasa.
Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat mobil ini terasa autentik. Tanpa layar sentuh besar atau fitur digital kompleks, Pajero Junior menawarkan pengalaman berkendara yang sederhana dan fungsional.
Bagi sebagian penggemar otomotif, sensasi ini terasa seperti “petualangan analog” di tengah dunia otomotif yang semakin digital.
Render Pajero Junior 2026 Mulai Beredar
Belakangan ini sejumlah render spekulatif Pajero Junior 2026 mulai beredar di internet, terutama melalui kanal otomotif di YouTube.
Desain tersebut membayangkan SUV kompak dengan bodi tetap kotak dan proporsi pendek-tinggi seperti model klasik. Namun tampilannya dipadukan dengan bahasa desain modern Mitsubishi, yaitu Dynamic Shield.
Salah satu detail yang tetap dipertahankan dalam render tersebut adalah ban cadangan di pintu belakang, elemen ikonik yang sangat melekat pada identitas Pajero Junior.
Untuk sektor mesin, konsep spekulatif ini membayangkan penggunaan mesin modern 1.5 liter turbo, mirip yang digunakan pada Mitsubishi Xpander.
Interiornya juga diprediksi akan lebih modern dengan digital instrument cluster serta layar infotainment besar.
Pasar SUV Mini Off-Road Sedang Naik
Rumor kebangkitan Pajero Junior muncul di saat pasar global mulai kembali menyukai SUV kompak dengan kemampuan off-road nyata.
Kesuksesan Suzuki Jimny menjadi bukti bahwa masih ada pasar besar bagi kendaraan petualang kecil bergaya retro.
Banyak konsumen kini menginginkan mobil yang bukan sekadar crossover perkotaan, tetapi kendaraan ringkas yang benar-benar mampu menjelajah medan berat.
Karena itulah, jika Mitsubishi benar-benar menghidupkan kembali Pajero Junior dengan konsep SUV off-road sejati, peluangnya untuk sukses di pasar global cukup besar.
Namun para penggemar memiliki satu harapan penting: nama Pajero Junior tidak boleh berubah menjadi sekadar crossover berpenggerak roda depan.
Jika itu terjadi, banyak yang menilai hal tersebut justru akan mengkhianati warisan kendaraan legendaris tersebut.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh