TRENGGALEK NJENGGELEK - Tren mobil listrik kian menggeliat di Indonesia pada 2025.
Salah satu yang paling banyak diburu adalah Wuling Air EV Long Range bekas. Selain harganya makin terjangkau, fitur dan efisiensinya dinilai sangat cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.
Di salah satu showroom di Jakarta Timur, tersedia beberapa unit Wuling Air EV Long Range tahun 2022 dan 2023 dengan harga mulai Rp119 juta.
Angka ini jelas jauh di bawah harga barunya yang sempat menyentuh hampir Rp300 juta.
Menariknya, varian yang dijual adalah tipe tertinggi atau long range, yang mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.
Dengan spesifikasi tersebut, mobil listrik mungil ini dinilai masih sangat kompetitif di kelasnya.
Harga Turun Drastis, Jadi Momentum Tepat Beli Wuling Air EV Long Range
Penurunan harga menjadi daya tarik utama. Untuk unit tahun 2022, harga dibuka di Rp119 juta.
Sementara unit 2023 dilepas di kisaran Rp129 juta. Padahal, beberapa bulan sebelumnya harga bekasnya masih berada di angka Rp160 jutaan.
Depresiasi memang menjadi salah satu karakter mobil listrik, terutama produk Tiongkok.
Namun, untuk pembeli mobil bekas, kondisi ini justru menguntungkan. Selisih harga yang signifikan membuat konsumen bisa mendapatkan tipe tertinggi dengan harga lebih masuk akal.
Selain pembelian tunai, opsi kredit juga tersedia. DP mulai Rp15 jutaan dengan estimasi cicilan sekitar Rp3,3 juta hingga Rp3,6 juta per bulan untuk tenor empat tahun.
Jarak Tempuh 300 Km, Cocok untuk Harian
Varian long range dibekali baterai 16 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam sekali cas. Untuk penggunaan dalam kota, angka ini tergolong sangat cukup.
Sebagai gambaran, perjalanan pulang-pergi Jakarta Timur ke Cibitung yang berkisar 30–40 kilometer bisa dilakukan hingga empat kali tanpa perlu mengisi ulang daya.
Biaya pengisian daya pun relatif murah, sekitar Rp30 ribuan hingga penuh di SPKLU tertentu.
Keunggulan lainnya, mobil listrik seperti Wuling Air EV bebas aturan ganjil genap di Jakarta. Pajaknya juga lebih ringan dibanding mobil konvensional berbahan bakar bensin.
Fitur Modern, Halo Wuling hingga Head Unit Full Digital
Salah satu pembeda utama antara tipe long range dan standar adalah fitur. Pada tipe long range, head unit sudah menyatu full digital, tampil lebih modern.
Fitur voice command “Halo Wuling” juga sudah tersedia. Pengemudi bisa membuka atau menutup jendela hanya dengan perintah suara.
Sistem rem tangan elektrik, mode berkendara Eco, Normal, dan Sport, serta navigasi digital turut melengkapi kenyamanan berkendara.
Dalam mode Sport, kecepatan maksimal bisa menyentuh 110 km/jam. Sementara mode Eco dibatasi sekitar 80 km/jam untuk efisiensi daya lebih optimal.
Kabin Mungil, Tapi Masih Muat Empat Dewasa
Meski berukuran kompak, kabin Wuling Air EV Long Range dinilai cukup lega untuk empat orang dewasa.
Bahkan dengan tinggi badan sekitar 185 cm, posisi duduk depan dan belakang masih tergolong nyaman untuk penggunaan dalam kota.
Radius putar yang kecil juga menjadi nilai tambah. Mobil ini lincah saat bermanuver di jalan sempit atau area parkir terbatas. Hal ini membuatnya sangat ideal sebagai kendaraan harian di kota besar.
Biaya perawatan pun relatif murah. Servis berkala diklaim hanya berkisar Rp300 ribuan, bahkan disebut setara biaya servis sepeda motor untuk maintenance ringan.
Beli Mobil Listrik Bukan Soal Untung Jual Lagi
Fenomena depresiasi harga memang tak bisa dihindari. Namun, pembeli mobil listrik umumnya memiliki pertimbangan berbeda.
Mereka membeli bukan untuk investasi, melainkan untuk efisiensi penggunaan harian.
Dengan biaya operasional rendah, bebas ganjil genap, pajak murah, dan teknologi modern, Wuling Air EV Long Range tetap menjadi opsi menarik di tengah gempuran berbagai merek mobil listrik baru yang masuk ke Indonesia.
Jika tren elektrifikasi terus meningkat, bukan tak mungkin mobil listrik kompak seperti ini akan semakin umum digunakan sebagai kendaraan utama di perkotaan.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan