Trenggalek - Polytron Fox S kembali mencuri perhatian pasar kendaraan listrik Tanah Air. Motor listrik dengan banderol mulai Rp11,5 juta ini menjadi model termurah dari Polytron, namun tetap menawarkan desain modern dan fitur yang tidak bisa dianggap remeh.
Sejak kemunculannya, Polytron Fox S langsung jadi perbincangan karena mengusung konsep berbeda dibanding motor listrik lain di kelasnya. Selain harga yang agresif, motor ini juga hadir dengan sistem sewa baterai yang menjadi salah satu faktor penentu bagi calon pembeli.
Dengan tampilan ala skuter maxi dan fitur yang cukup lengkap, Polytron Fox S tampaknya tidak sekadar mengandalkan harga murah. Motor ini dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan dengan pendekatan efisiensi dan fleksibilitas.
Desain Maxi Modern dan Fitur Berlimpah
Secara desain, Polytron Fox S mengusung gaya skuter maxi dengan garis bodi tajam dan aerodinamis. Tampilan ini membuatnya terlihat lebih besar dan gagah dibanding motor listrik entry-level lainnya.
Seluruh sistem pencahayaan sudah menggunakan LED, baik di bagian depan maupun belakang. Hal ini tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga memberikan visibilitas lebih baik saat berkendara malam hari.
Menariknya, motor ini juga dibekali berbagai tombol di setang yang biasanya ditemukan pada motor gede (moge). Mulai dari tombol hazard, passing beam, hingga mode berkendara. Bahkan terdapat tombol tambahan yang bisa difungsikan untuk aksesori tambahan sesuai kebutuhan pengguna.
Performa dan Spesifikasi Baterai
Untuk urusan performa, Polytron Fox S dibekali motor listrik dengan tenaga 3 kW. Motor ini mampu melaju hingga kecepatan maksimal sekitar 80 km/jam, cukup untuk penggunaan dalam kota.
Sementara itu, kapasitas baterainya mencapai 1,94 kWh. Dalam kondisi ideal, motor ini mampu menempuh jarak hingga 70 kilometer dengan kecepatan konstan sekitar 40 km/jam.
Pengisian daya membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 jam menggunakan charger standar. Baterai yang digunakan berjenis lithium ferro phosphate (LFP), yang dikenal lebih aman dan memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan jenis baterai lainnya.
Skema Sewa Baterai Jadi Pembeda
Salah satu hal yang paling menarik sekaligus kontroversial dari Polytron Fox S adalah sistem kepemilikan baterainya. Harga Rp11,5 juta yang ditawarkan tidak termasuk baterai.
Pengguna diwajibkan menyewa baterai dengan biaya sekitar Rp125.000 per bulan. Skema ini menawarkan keunggulan berupa penggunaan tanpa batas kilometer serta garansi baterai selama masa sewa.
Namun, bagi pengguna yang ingin memiliki baterai secara penuh, tersedia opsi pembelian unit lengkap dengan harga sekitar Rp27 juta. Sayangnya, opsi ini tidak mendapatkan subsidi dan hanya disertai garansi terbatas selama dua tahun.
Kenyamanan dan Fitur Pendukung
Dari sisi kenyamanan, Polytron Fox S menawarkan posisi berkendara ergonomis khas skuter maxi. Jok yang lebar serta dek kaki yang luas membuatnya nyaman digunakan baik untuk perjalanan dekat maupun jarak menengah.
Motor ini juga dilengkapi suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang dual shock. Sistem pengereman sudah menggunakan cakram di kedua roda, memberikan kontrol yang lebih baik saat berkendara.
Fitur tambahan lainnya meliputi sistem keyless entry, port pengisian daya untuk smartphone, serta bagasi yang cukup luas untuk menyimpan perlengkapan harian seperti jas hujan atau sepatu cadangan.
Cocok untuk Mobilitas Harian
Dengan harga terjangkau dan fitur yang cukup lengkap, Polytron Fox S menjadi pilihan menarik bagi masyarakat urban yang membutuhkan kendaraan praktis dan hemat.
Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan kebutuhan penggunaan serta sistem sewa baterai yang diterapkan. Untuk penggunaan harian jarak pendek hingga menengah, motor ini bisa menjadi solusi yang efisien.
Di sisi lain, bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, opsi motor listrik dengan kapasitas baterai lebih besar mungkin lebih sesuai.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh