Trenggalek - Uji jarak tempuh Polytron Fox S kembali jadi perhatian setelah seorang pengguna membuktikan langsung performanya dalam perjalanan jarak jauh. Hasilnya cukup mengejutkan, karena realisasi di lapangan berbeda dari klaim pabrikan.
Pengujian Polytron Fox S dilakukan dalam perjalanan dari rumah menuju service center dengan jarak sekitar 70 kilometer. Motor digunakan dalam kondisi baterai penuh 100 persen, sekaligus untuk mengambil dokumen kendaraan seperti STNK dan pelat nomor.
Namun, perjalanan tidak berjalan semulus perhitungan awal. Pengguna harus melakukan strategi pengisian ulang di tengah jalan karena konsumsi baterai ternyata lebih besar dari perkiraan.
Perjalanan Awal: Konsumsi Normal di Jalan Datar
Pada awal perjalanan, Polytron Fox S menunjukkan performa yang cukup stabil. Dalam jarak 13 km, baterai turun dari 100 persen ke 76 persen.
Kemudian di 21 km, baterai tersisa 63 persen, dan saat mencapai 34 km, baterai turun ke 41 persen. Pola konsumsi ini masih tergolong wajar untuk motor listrik di penggunaan normal.
Namun, kondisi berubah saat motor mulai menghadapi medan yang lebih berat.
Tanjakan Jadi Musuh Utama
Masalah utama muncul saat melewati tanjakan panjang. Pada kondisi baterai sekitar 21 persen, konsumsi daya meningkat drastis.
Dalam jarak tanjakan sekitar 2,7 km, baterai terkuras hingga 17 persen. Artinya, medan menanjak menjadi faktor besar yang memengaruhi efisiensi Polytron Fox S.
Selain itu, pada kondisi baterai rendah, motor otomatis tidak bisa menggunakan mode Sport, sehingga tenaga terbatas saat menghadapi tanjakan.
Nyaris Kehabisan Baterai di Jalan
Situasi semakin menegangkan saat baterai terus menipis. Pada jarak tersisa sekitar 3 km menuju titik pengisian, baterai hanya tersisa 3 persen.
Bahkan saat mendekati lokasi pengisian di PLN, baterai sempat turun hingga 1 persen. Untungnya, motor masih mampu mencapai lokasi tujuan tanpa benar-benar kehabisan daya.
Total jarak yang berhasil ditempuh sebelum pengisian ulang adalah sekitar 56 km.
Pengisian Cepat Jadi Penyelamat
Setelah tiba di lokasi, pengisian baterai dilakukan selama sekitar 1 jam hingga mencapai 35 persen. Daya tersebut dinilai cukup untuk melanjutkan perjalanan ke service center yang berjarak sekitar 16 km.
Fasilitas fast charging menjadi faktor penting dalam perjalanan ini, terutama saat menghadapi kondisi darurat hampir kehabisan baterai.
Hasil Akhir: Jarak Tempuh Realistis 58 Km
Berdasarkan analisis perjalanan, pengguna membagi konsumsi energi dalam beberapa segmen, termasuk jalan datar, tanjakan, dan turunan.
Hasilnya, untuk kondisi jalan datar dengan gaya berkendara yang digunakan, Polytron Fox S diperkirakan mampu menempuh sekitar 58 km dalam sekali pengisian penuh.
Angka ini jauh di bawah klaim pabrikan yang mencapai 70 km, yang dihitung pada kecepatan stabil sekitar 40 km/jam.
Kenyamanan dan Catatan Suspensi
Selain jarak tempuh, pengguna juga menyoroti kenyamanan berkendara. Suspensi belakang terasa cukup keras, terutama saat melewati jalan rusak atau beton.
Posisi duduk juga dinilai kurang ideal untuk pengendara dengan tinggi sekitar 175 cm, sehingga perlu penyesuaian posisi agar lebih nyaman saat perjalanan jauh.
Kesimpulan: Harus Realistis dengan Kondisi Jalan
Uji coba ini menunjukkan bahwa performa Polytron Fox S sangat dipengaruhi oleh kondisi jalan dan gaya berkendara.
Klaim pabrikan tetap bisa dicapai dalam kondisi ideal, namun penggunaan di dunia nyata terutama dengan tanjakan dan kecepatan tinggi akan menurunkan jarak tempuh secara signifikan.
Karena itu, calon pengguna disarankan untuk mempertimbangkan rute harian dan akses pengisian daya sebelum mengandalkan motor listrik ini untuk perjalanan jauh.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh