Trenggalek - Review Taeling GF80L menjadi sorotan pecinta kendaraan listrik di Indonesia. Sepeda listrik premium ini disebut-sebut punya performa mendekati motor listrik, terutama berkat penggunaan baterai 60 volt yang membuat tenaganya terasa “nendang”. Namun, di balik keunggulannya, ada sejumlah kekurangan yang wajib dipertimbangkan sebelum membeli.
Dalam review Taeling GF80L, pengguna langsung menguji performa kendaraan ini di jalanan kota. Hasilnya cukup mengejutkan. Pada mode kecepatan pertama, sepeda listrik ini mampu melaju hingga 37 km/jam. Sementara di mode tertinggi, kecepatannya bisa menyentuh 50 km/jam, bahkan lebih saat kondisi jalan menurun.
Tak hanya itu, penggunaan baterai 60 volt 24 Ah memberikan dorongan tenaga yang lebih agresif dibanding versi 48 volt. Akselerasi terasa lebih spontan dan responsif, meskipun bagi sebagian pengguna justru terasa sedikit “mengagetkan” saat awal gas ditarik.
Performa dan Efisiensi Jadi Andalan
Salah satu keunggulan utama dalam review Taeling GF80L adalah efisiensi baterainya. Dalam pengujian, penggunaan sejauh 36 kilometer hanya menguras sekitar 37 persen daya baterai. Artinya, kendaraan ini mampu menempuh jarak lebih dari 60 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Efisiensi ini membuat Taeling GF80L cocok digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan. Apalagi, kendaraan ini juga sudah menggunakan baterai lithium yang dilengkapi Battery Management System (BMS), sehingga lebih aman saat pengisian daya, bahkan jika ditinggal semalaman.
Selain itu, desainnya juga menjadi nilai jual. Tampilan bergaya adventure dengan tambahan windshield dan crash bar memberikan kesan gagah. Joknya pun dirancang cukup ergonomis, tidak terlalu empuk namun mendukung posisi duduk yang stabil, terutama untuk pengguna dengan tinggi badan sekitar 170 cm ke atas.
Fitur Menarik, Tapi Belum Sempurna
Dalam review Taeling GF80L, fitur yang ditawarkan sebenarnya cukup lengkap untuk kelas sepeda listrik. Layar speedometer digital menampilkan informasi penting seperti kecepatan, sisa baterai, hingga trip meter.
Namun, ada kekurangan yang cukup mengganggu. Salah satunya adalah visibilitas layar yang buruk saat siang hari. Pantulan sinar matahari membuat speedometer sulit dibaca tanpa harus mengubah posisi duduk.
Baca Juga: 7 HP Samsung RAM 8/256 GB Terbaik 2026, Paling Worth It untuk Jangka Panjang!
Selain itu, sistem lampu sein juga dinilai kurang praktis. Pengguna harus mengembalikan posisi sein secara manual, tidak seperti motor modern yang cukup dengan satu tombol. Hal ini dianggap kurang ergonomis dan sedikit ketinggalan zaman.
Kekurangan lain yang cukup krusial adalah tidak adanya mode mundur. Padahal, fitur ini kini mulai menjadi standar di kendaraan listrik, terutama untuk membantu saat parkir.
Fleksibilitas Baterai Jadi Nilai Plus
Meski hanya memiliki satu slot baterai utama, Taeling GF80L sebenarnya masih bisa dimodifikasi untuk menambah baterai kedua. Slot tambahan tersedia di bawah dek, namun pengguna harus merakit sendiri sistem kelistrikan karena tidak disediakan langsung oleh pabrikan.
Hal ini berbeda dengan beberapa kompetitor yang sudah menyediakan sistem plug-and-play untuk baterai tambahan. Bagi pengguna awam, kondisi ini bisa menjadi tantangan tersendiri.
Cocok untuk Siapa?
Secara keseluruhan, review Taeling GF80L menunjukkan bahwa kendaraan ini cocok bagi pengguna yang menginginkan sepeda listrik dengan performa tinggi dan desain sporty. Tenaga besar, efisiensi baterai, serta kenyamanan berkendara menjadi keunggulan utamanya.
Namun, bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan dan fitur lengkap, beberapa kekurangan seperti tidak adanya mode mundur, visibilitas layar yang buruk, dan sistem kelistrikan yang belum optimal perlu dipertimbangkan.
Dengan harga di kisaran Rp9 jutaan hingga Rp11 jutaan tergantung tipe baterai, Taeling GF80L tetap menjadi salah satu opsi menarik di segmen sepeda listrik premium di Indonesia.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh