TRENGGALEK NJENGGELEK - Toyota Alphard 2016 bekas kini membanjiri marketplace dengan harga mulai Rp400 jutaan.
Namun di balik harga murah tersebut, calon pembeli diminta waspada karena banyak unit berisiko bekas banjir hingga odometer putaran yang bisa memicu kerugian besar.
Turunnya harga Toyota Alphard generasi 2015–2016 membuat MPV mewah ini semakin diminati masyarakat.
Mobil yang dulu identik dengan pejabat dan pengusaha itu kini dijual setara harga MPV baru kelas menengah.
Meski terlihat menggiurkan, pembeli diminta tidak hanya fokus pada harga murah.
Sebab, biaya perawatan dan potensi kerusakan tetap setara kendaraan premium.
“Alphard tetap Alphard. Harga bekas boleh turun, tapi biaya maintenance nya enggak ikut murah,” ujar narator dalam video review tersebut.
Toyota Alphard 2016 Bekas Ramai Dijual di Marketplace
Toyota Alphard 2016 kini banyak ditemukan di platform jual beli mobil bekas seperti Facebook Marketplace maupun OLX. Harga unitnya bervariasi mulai Rp400 jutaan hingga Rp600 jutaan tergantung kondisi dan tipe.
Mobil ini masih dianggap memiliki daya tarik tinggi karena kabinnya luas dan kenyamanannya sulit disaingi MPV biasa. Bahkan dibanding model baru seperti Nissan Serena atau MPV keluarga lain, Alphard tetap dianggap lebih prestisius.
Generasi ini hadir dengan berbagai fitur premium seperti power sliding door, captain seat elektrik, sunroof, hingga triple zone AC. Interiornya juga dinilai lebih mewah dibanding Alphard generasi sebelumnya.
Namun, beberapa fitur modern seperti adaptive cruise control dan spion digital baru tersedia pada model facelift 2021 ke atas.
“Kalau mau tampil lebih baru tinggal facelift saja. Banyak part upgrade yang dijual,” kata narator.
Risiko Mobil Bekas Banjir Jadi Ancaman Terbesar
Dalam video tersebut, risiko terbesar membeli Toyota Alphard bekas adalah unit yang pernah terendam banjir. Hal ini karena sistem kelistrikan mobil banyak berada di bagian bawah kabin.
Jika mobil hanya diperbaiki tanpa mengganti wiring dan komponen penting, kerusakan disebut bisa muncul berulang kali.
“Power sliding door dan electrical gampang kambuhan kalau bekas banjir,” jelasnya.
Wilayah perumahan elite seperti Kelapa Gading, PIK, hingga Kemang disebut menjadi lokasi yang cukup rawan banjir dan banyak menggunakan Alphard sebagai kendaraan keluarga.
Karena itu, calon pembeli disarankan membawa inspector independen untuk mengecek kondisi mobil secara detail sebelum transaksi.
Selain banjir, masalah lain yang perlu diwaspadai adalah manipulasi odometer. Banyak penjual disebut sengaja menurunkan kilometer kendaraan agar lebih mudah laku di pasaran.
Narator mengaku pernah menjual Alphard dengan kilometer tinggi yang sulit laku. Setelah berpindah tangan, kilometer mobil tersebut diduga sudah diubah menjadi jauh lebih rendah.
Biaya Perawatan Tetap Mahal Meski Harga Sudah Turun
Toyota Alphard 2016 memakai mesin 2.500 cc dengan transmisi CVT. Secara performa, mobil ini disebut lebih nyaman dan halus dibanding generasi sebelumnya.
Namun biaya operasionalnya tetap tinggi, terutama konsumsi BBM dan perawatan transmisi. Penggunaan oli CVT yang tidak sesuai bahkan bisa membuat transmisi rusak total.
“Kalau salah isi oli matic bisa langsung jebol transmisinya,” ungkap narator.
Fitur auto start-stop juga disebut menjadi salah satu sumber masalah ketika kondisi aki mulai melemah. Dalam beberapa kasus, mesin bisa gagal menyala kembali setelah berhenti di gerbang tol atau lampu merah.
Meski demikian, kenyamanan suspensi dan kabin Alphard tetap menjadi alasan utama banyak orang membelinya. Mobil ini disebut cocok digunakan bersama sopir pribadi maupun untuk perjalanan keluarga jarak jauh.
Pada unit yang direview, kilometer kendaraan sudah hampir menyentuh 120 ribu km. Namun kondisi kaki-kaki dan suspensinya masih dinilai nyaman digunakan.
Toyota Alphard 2016 memang menawarkan gengsi dan kenyamanan dengan harga lebih terjangkau. Namun pembeli tetap wajib menyiapkan dana perawatan besar dan lebih teliti memilih unit agar tidak terjebak mobil bekas banjir atau odometer manipulasi.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan